Wanita Itu – Cerita Mimpi

Kali ini aku ingin menuliskan sebuah cerita mimpi semalam yang telah aku lewati. Ya, cerita tentang “Wanit Itu”. Cerita dari sebuah cerita mimpi yang menurut aku perlu untuk ditulis agar dapat kubaca kembali di lain waktu yang akan datang.

Wanita Itu – Jakarta, 01 Januari 2020

Semalam aku bermimpi bertemu dengan “Wanita” itu, wanita yang dari tingkah laku dan gerak-geriknya, sama seperti wanita pada Dimensi Mimpi yang pernah aku tuliskan pada blog ini, sekitar 5 Tahun yang lalu.

Ya, 5 tahun yang lalu atau lebih tepatnya 5 tahun kurang 22 hari, kira-kira tepat pada tanggal 22 Januari 2016, aku bertemu dengan wanita itu dalam dimensi mimpi yang aku lewati.

Semalam aku bermimpi ia datang dan menghampiriku, aku tidak tahu alasan lainnya, tapi dari cerita mimpi yang aku lewati, sepertinya ia mau mencari tahu siapa aku. Ya, ia mau mengenaliku lebih.

Seperti hal yang pernah dilakukan pada mimpi sebelumnya, ia mau semacam membawa aku ke alambawasadarku. Ia meletakkan tangan di kedua pelipisku, kemudian menyuruh aku mengosongkan pikiranku.

Setelah itu aku mengikuti kemauannya dan hal pertama yang ia lakukan pada waktu itu ialah ia membawa aku ke dalam ketakutanku.

Ya, ia membawaku ke sana dan secara jelas ia mengatakan kepadaku bahwa: “Kamu ketakutan” dan aku melihat sendiri ketakutanku.

Ketakutanku seperti gelombang, semakin dekat ia membawaku ke sana, aku semakin tekut dan setelah itu aku menjadi tidak takut lagi, karena aku merasa bahwa aku sudah terbiasa dengan itu.

Ya, aku terbiasa ketika melihat ketakutan itu dan akhirnya aku tidak menjadi takut lagi.

Setelah itu, aku masih dibawah, seperti sedang berjalan dalam alam bawasadarku, karena ia masih menyentuh pelipisku dan ya, seperti itu.

Kemudian aku sudah lupa, apakah aku betanya kepadanya atau gimana ceritanya, hingga akhirnya aku seperti menjawab pertanyaannya. Yah, aku mengatkaan kepadanya bahwa:

“Aku adalah hidup dan roh hidup ada padaku. Suatu saat kita akan betemu, entah ketika kita bertemu kita akan perpapasan seperti ini atau engkau hanya akan bisa merasakanku sama seperti engkau merasakan hembusan angin”.

Ya, aku mengatakan kepadanya seperti itu.

Setelah itu sepertinya masih ada perjalanan yang aku lewati, masih ada cerita lagi, tapi aku sudah lupa, aku tersadar dalam tubuhku dalam mimpiku ketika ia membangunkanku dari alam bawa sadarku tapi aku tak kunjung bangun.

Aku sadar pada waktu itu dalam mimpi, ia melepaskan tangannya dari pelipisku dan mau membawa aku kembali dari alam bawa sadarku. Membangunkanku dan aku tak kunjung bangun, walaupun aku sudah sadar.

Tubuhku seperti mati rasa dalam mimpi itu, tapi aku menggerakkannya, seolah-olah menyatukan antara tubuhku dalam mimpi dan rohku yang telah kembali dari alam bawasadarku dan setelah itu aku terbangun dalam mimpu itu.

Ya, itulah cerita mimpi hari ini, dan setelah aku terbangun dari mimpi, masih ada lagi cerita kelanjutannya, cuman aku tidak terlalu ingat, seperti apa kelanjutannya, karena aku sudah lupa dan akhirnya aku tersadar dalam dunia nyataku.

Ya, mungkin seperti itu cerita mimpi hari ini. Sekian dan salam untuk cerita mimpi ini.