Aktifitas Hari Ini ( Bertemu Banjir )

Kali ini saya akan menulis sedikit mengenai aktifitas hari ini.

Dari kemaring udah ada rencana buat ke Kampus hari ini, akhirnya tadi pagi aku jadi pergi kampusnya.

Sebelum berangkat, tidak ada kepikiran kalau di Kampus itu ada banjir besar ( udah langganan ). yah, belum ada kepikir sama sekali.

Pas udah keluar sampai di terminal kalideres, eh disana naik angkot 95, tapi katanya hanya sampai di Cengkareng.

Wah saya nanya dong, “kok hanya sampai cengkareng?”

lalu dia menjawab katanya “Banjir besar di bagian sahabat kesana”.

wah terus saya tanggapi “wah gimana nih, saya maunya ke Grogol”.

setelah saya berkata seperti itu, tiba-tiba ada angkot yang sama ( 95 Juga ) yang mau ke Grogol, tapi jalur Tol. yah, mereka menggunakan jalan To.

Berharap di Kampus tidak bajir-banjir amat ( tidak terlalu dalam lah airnya ). akhirnya saya pindah mobil, jadi yang awal tidak jadi bayar.

Pas udah pindah, keneknya bilang kalau yang arah Grogol jangan dulu bayar.

Ok lah kalau gitu, uang 4000 pegang aja dulu.

Setelah sampai di Tol, dia nagi dari belakang, katanya bayarnya 8000, ibu-ibu dibelakang udah mulai marah-marah ( kedengarannya seperti itu ), ngomongnya komat-kamit dari a-z ( zzzzzzzz….????? ).

Setelah itu, dia datang tagi lagi di saya. terus saya bayar dah 4000, tapi katanya seperti ini “Kurang Bang, kurang 4000 lagi .

Ya, setelah itu saya nanya “Kok mahal amat? Mau pake bayar Tol yah”.

kemudian dia menjawab “Ia”.

Saya tanya lagi dong, “Tol-nya bayar berapa?”.

Dia bilang katanya 8500.

yah, setelah mendengar kata “8500”. akhirnya saya bilang. kalau cuma 8500, kenapa harus nambah sampai 4000? perasaan disini banyak penumpangnya, jadi 1000 juga cukup.

Setelah itu langsung buka dompet, ambil 1000 ( kebetulan yang ada receh 500-500 ). jadi kasih aja.

setelah itu dia menanggapi. Yah, tidak bisa gitu Bang, yang lainnya mah ikut aja ( bayar 8000 ).

Setelah dia ngomong seperti itu, saya hanya duduk terdiam dan lihat matanya aja ( pasang wajah serem dikit “Sudah Nekat, kalau ada apa-apa nantinya” ).

yah, lihat ( tatap ) matanya, setelah itu dia tidak ngomong banyak lagi. langsung pergi dia.

nah setelah itu, sampailah di Depan kampus, lewat jalur penyebrangan lagi, pas jalan-jalan beberapa jauh, dari atas jembatan penyebrangan telah terlihat air yang lumayan tinggi ( sampai paha orang dewasa ) yang berada di depan kampus.

mau masuk, tapi pake celana panjang. Jadi g’ seru aja ( g’ enak dirasa aja ) kalau basah-basah.

Perut semakin keroncongan, karena awalnya itu mau kekampus baru beli makan disana. tapi karena banjir, jadi tidak bisa lagi ngapa-ngapain.

yah, terpaksa hanya berdiri diatas jembatan penyebrangan lebih dari 30 menit, menyaksikan para tentara yang membantu orang buat menyebrang  air yang dalam itu.

Dan menyaksikan para anak-anak yang lagi mandi, menyebrang dan main perahu-perahuan.

dan memotret-motret air dan aktifitas pada waktu itu ( Ingin iseng-iseng aja )

Yah, seperti itu.

Perut semakin keroncong, tidak ada warteg yang bisa dikunjungi. istilah dari sahabat-sahabat saya katanya “cacing udah demo dan lagi bakar ban”. yah, itulah istilahnya kami.

Setelah itu turun dari jembatan penyebrangan, nekatnya mau pulang. karena walaupun badan ini masih kuat, tapi kampung tengah ( perut ) ini sudah tidak bisa tahan lagi. Yah, ini masalah kampung tengah.

Tunggu angkot tidak ada yang datang ( belum ).

Kira-kira duduk lebih dari se-jam, baru lihat ada angkot yang mulai menyebrang. tahan kemudian naik.

Setelah itu, masalah yang sama datang kembali. Keneknya datang dan menagih uang bayaran dari penumpang 1/1.

Pas sampai disaya, saya nanya lagi “bayarannya berapa?”

kemudian dia menjawab “10000”.

setelah itu saya tanggapi “Wah, tadi 8000 ( padahal g’ bayar 8000 juga ), kok sekarang 10000?”

kemudian dia menjawab “Soalnya ini lewat tol bang”.

pake panggil bang-bang segala lagi, dia kira saya abang dia.

yah, setelah itu saya menanggapi lagi “tadi juga lewat tol, aneh aja”.

terus dia menjawab, “ini tergantung yang punya mobil, soalnya banjir”.

yah, jawabannya seperti itu ( tidak jauh beda lah ).

kemudian saya merespon lagi “wah tidak bisa gitu dong, 8000 lah”.

setelah itu dia hanya diam saja dan saya juga diam. nunggu apa aksinya dia selanjutnya.

Setelah itu dia tidak menagih lagi, dia hanya menagih disamping saya kemudian dia langsung pergi.

yah, soalnya saya juga pasif aja. pada saat itu yang dipikiran adalah kalau 8000 saya bayar, kalau lebih maka saya tidak bayar. jadi yah saya diam aja.

Setelah dia pergi dan kami sudah berangkat, beberapa jauh dari start kami, saya rasa tidak enak aja.

kasihan juga ( ada rasa kasihan ), soalnya dia menyerah.

dia tidak marah-marah atau membuat kesal ( istilahnya begitu ).

Jadi yah, daripada g’ bayar, mending bayar aja. kepikiran udah seperti itu, menyesal juga dibelakangnya.

Setelah perjalanan sampai di kost, maka yah seperti ini, hanya bisa menulis kisah yang tadi agar bisa menjadi cerita nantinya.

Ok, sekian dan salam untuk aktifitas hari ini.
 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.