Apa Bedanya (?)

Saya punya sebuah catatan untuk hari ini, catatan ini tidak lain adalah sebuah catatan yang diambil dari bagian kehidupan atau dari jalan kehidupan yang pernah di lalui.

Apa Bedanya?

Adalah catatan dari sebuah cerita yang mungkin tidak terlalu penting bagi para pembaca, tapi sangat penting untuk di pertanyakan bagi saya yang menulisnya.

yah, kisahnya itu seperti ini:

Saya punya seorang sahabat, yah, dapat dikatakan ia adalah seorang sahabat yang dekat tapi tidak terlalu dekat dan jauh tapi tidak terlalu jauh.

Baru-baru ini ia mencalonkan diri dalam sebuah organisasi ( saya tidak bisa sebutkan namanya ), yah, kalau soal jaminan menang, ia pasti menang ( saya yakin itu ), karena ia adalah orang yang suka mencari orang baru, dan saya rasa juga banyak orang yang sudah mengenal dan mengetahui dia, kalau dia itu orangnya cepat membaur dengan suasana (anggap saja begitu ), KEPPO ( yah, keppo, karena ingin tahu ) dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Kalau bicara soal lawannya, ia juga teman saya, tapi tidak terlalu dekat ( yah, hanya sebatas teman ). kalau soal ketenaran, saya rasa ia tidak terlalu di kenal. yah, itu hanya persaan saya.

nah kalau berbicara soal sahabat saya ini, sebenarnya ada kasihannya juga, karena saya dengar-dengar ia hanya dijadikan robot dari pencalonan tersebut ( walaupun dapat dikatakan ia bisa dijamin menang )

yah, pemilihan yang sudah di rencanakan kemenangannya ( Istilah kasarnya adalah mereka mau curang untuk memenangkan teman saya dan mengalahkan sahabat saya )

Keterangan:
*Tapi bukan teman saya yang mau main curang, akan tetapi mereka yang dekat dengan teman saya yang mau main curang agar misa memenangkan teman saya.

*Sahabat saya adalah orang yang kena kecurangan tersebut atau yang telah dijadikan robot dalam pemilihan tersebut

Catatan:
“Dari akar saja sudah rusak seperti ini, bagaimana nanti kalau sampai di bunga? Percuma di tanam, kalau sudah tahu itu rusak” ( Titus: 05-2015).

 yah, dari hal yang kecil sudah tidak benar, bagaimana jika diberikan hal yang besar. percuma, karena hanya akan merugikan orang lain terutama diri sendiri.

Lanjut Cerita*

Yah, setelah pemilihan berakhir, teman saya memegang kunci kemenangan dan sahabat saya memegang satu kunci pembelajaran.

yah, istilahnya seperti itu.

Setelah itu, saya pernah iseng-iseng bertanya kepada sahabat saya ( iseng aja, ingin mencobai jawabannya aja ), katanya seperti ini ( tidak jauh bedalah, tapi maksudnya sama ):

“Tidak ada niat buat proses? itu kan sebuah kecurangan”.

Yah, dan ia menjawab seperti ini:

“Jangan gitu, kasian sih C-nya ( anggap saja inisialnya C ), ia adalah teman ku juga”.

keterangan: C adalah teman saya yang memenangkan pemilihan.

yah, kata-kata yang bijaksana ( menurutku ), karena sahabat saya masih memiliki rasa pertemanan yang tinggi ( dapat dikatakan seperti itu ). yah, seperti itulah, ada rasa kasihan.

Lama-lama berbicara, sebelum pemilihan, sahabat saya sudah pernah menceritakan kepada saya dan sahabat-sahabat saya yang lainnya kalau ia pasti akan kalah, karena ia hanya di jadikan robot dalam pemilihan tersebut dan pasti akan ada kecurangan yang akan memenangkan teman saya.


Sahabat saya pernah bercerita seperti ini,

“Katanya teman saya itu sebenarnya tidak mau ikut pemilihan, tapi ia disuruh untuk ikut pemilihan tersebut” (yah,  Katanya ia juga disuruh, sehingga ia mau mengikutinya ).

Seperti biasa, saya adalah orang yang terkadang tidak bisa tenang sebelum mencari sebuah jawaban yang menurut saya perlu untuk dicari, yah, dari pernyataan tersebut, setelah saya pertimbangkan, inilah kesimpulan yang saya dapatkan.

Kata Teman Saya:
Teman saya itu sebenarnya tidak mau ikut pemilihan ( Katanya )

Kesimpulan Saya:
Mungkin karena ia tahu, kalau ia pasti akan kalah ketika melawan sahabat saya dalam pemilihan tersebut.

Kata Teman Saya:
Tapi ia disuruh untuk mengikuti pemilihan tersebut oleh mereka, sehingga akhirnya ia mau ikut.

Kesimpulan Saya:
Mungkin karena ia sudah tahu, kalau mereka akan membantunya untuk menang melawan sahabat saya dalam pemilihan tersebut, sehingga ia memutuskan untuk mengikutinya.


yah, itu adalah cerita dari kata teman saya dan kesimpulan saya, sehingga kesimpulan yang terakhir adalah :

Kesimpulan Akhir:
Kalau ia sudah tahu bahwa ia akan menang dengan kecurangan, kenapa ia tidak mengundurkan diri atau kenapa ia tidak menolaknya? yah, kenapa tidak? padahal ia sudah tahu, kalau itu adalah hal yang seharusnya tidak dilakukan, karena itu tidak baik ( istilah saya seperti itu )

Jawabannya adalah : karena ia juga menginginkannya.

Ia tidak peduli, menutup mata dan telinga, seolah-olah tidak ada yang terjadi, kemudian duduk di bagian teratas dan secara tidak langsung ia telah mengecewakan satu orang lawannya ( walaupun secara tidak langsung ).

yah, ia telah menghancurkan perasaan orang yang tidak ingin menghancurkan perasaannya seorang teman ( karena saya yakin ini masih bisa di proses, kalau sahabat saya mau, tapi sayangnya sahabat saya masih mempertimbangkan atau memperhatikan atau mengingat pentingnya perasaan seorang teman ).

terus, pertanyaan yang terakhir sekarang adalah :

Apa Bedanya Dia ( Teman Saya ) Dan Mereka?

Jawabannya ada pada diri masing-masing.
Catatan: 
catatan diatas tidak ada hubungannya dengan sahabat saya, karena ini adalah murni catatan saya sendiri tanpa disuruh. catatan kehidupan yang menurut saya penting untuk dicatat sebagai bagian dari perjalan hidup yang masih ada di depan.

Sekian Dan Salam.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.