Berbicara tentang Sebuah Kesempatan

Kali ini saya akan berbicara mengenai sebuah kesempatan. yah, tetang sebuah kesempatan yang diceritakan menggunakan sebuah perumpamaan aja.

Kesempatan itu ibarat sebuah Bola Kasti yang dilempar ke arah kita, ketika kita sedang berlari mengejar lawan kita dan tepat dimana kita sedang berada didepan kaca ( anggap saja kaca rumah kita yang berada tepat dibelakang kita ).

Anggap saja ini adalah permainan kasti, dimana ada kawan dan ada lawan.

Kawan adalah kesempatan yang memberikan kesempatan ( melemparkan bola kasti ) kepada kita, sedangkan lawan adalah target kita.

yah, jika bola itu menuju kearah kita dan kita tidak menangkapnya, maka tentu ini akan menjadi penyesalan tersendiri buat kita, karena bisa saja kaca rumah yang berada tepat dibelakang kita akan pecah terkena bola yang dilempar kearah kita, sehingga inilah yang dinamakan penyesalan datang ketika kesempatan telah terlewatkan.

Mungkin kaca rumah bisah diperbaiki, akan tetapi kesempatan kita untuk melempar lawan kita tidak akan ada,  karena ia telah sampai dititik dimana ia menang sendiri dan kita menyesal.

Kalau misalnya kita menangkap bola kasti tersebut, maka kaca rumah yang berada dibelakang kita tidak akan pecah, dan kita memiliki kesempatan untuk melempar lawan yang sedang atau sementara berlari, sehingga tidak pernah ada terpikir kata untuk menyesal, karena sudah mencoba.

Kalau misalnya lemparan kita itu meleset atau salah, sehingga tidak kena tepat pada lawan kita, maka itu bukan keberuntungan kita, dan kita juga harus bisa menerimanya, sebab kesempatan itu mungkin bisa datang kapan saja, tapi ingat keberuntungan itu hanya datang kadang-kadang.

yah, walaupun kita kurang beruntung, tapi minimal kita sudah puas, karena kacah rumah yang berada tepat dibelakang kita itu, tidak pecah terkena bola, karena kita sudah menangkap bola tersebut.

dan kalau misalnya lemparan kita itu kena tepat pada sasaran ( lawan kita ), maka itulah keberuntungan kita, yang telah memanfaatkan kesempatan yang ada sebaik mungkin.

sehingga kita menjadi seorang pemenang, bukan seseorang yang selalu menikmati penyesalan dibelakang.

Ok, sekian dan salam tentang sebuah kesempatan

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.