Bercerita Dengan Bapak Penjual Gado-gado ( Carita Hari Ini )

Jakarta, 28 Desember 2014
Cerita Untuk Hari Ini.
 
Cerita hari ini
berawal dari sebuah kisah mencari makanan.
Yah,
Tepat Pukul 7 Lewat Beberapa menit,
saya pergi mencari makanan di depan jalan,
karena
ingin untuk makan gado-gado,
akhirnya saya singga disebuah tempat gado-gado
langganan 
( baru 3 hari berturut-2 belanja disana atau dengan kata lain ini langganan 3 hari)
untuk membelinya 
( membukusnya )
dan
ingin dibawah makan di kost.
Selama menunggu gado-gado sementara dibuat,
bapak penjual gado-gado itu bercerita dengan saya.
dalam cerita kami,
tiba-tiba ada orang tua yang tubuhnya aga’ kurus,
badannya sedikit tinggi
lewat di depan kami dengan membawa sebuah bambu kecil yang panjang
( kira-kira 4 meteran lebih sedikit ).
Si Bapak Penjual Gado-gado ini menegur orang tua tersebut,
Pak
Ada orang berantem
sambil berbisik 
( ngomongnya g’ terlalu keras )
katanya
“Kalau dia tanya, bilang aja berantemnya di TV”.
Si Bapak agak tua ini berbalik
dan
bertanya.
“Apa?”
yah,
ia mengucapkan kata “Apa” beberapa kali,
seolah-olah tidak mendengar
perkataan
bapak penjual gado-gado ini.
Dalam hati dan pikiran saya tepat pada waktu itu,
adalah
“Bapak tua ini pasti pendengarannya sudah sedikit terganggu”
( Mungkin saya sedikit kurang ajar, karena telah menilai orang Tua ini ).
Tapi,
sebenarnya sih tidak ada maksud, hanya ingin menebak aja.
Setelah itu,
Si Bapak Tua ini tertawa dan pergi meninggalkan
Kami Sendiri.
Dalam cerita lanjutan kami,
si Bapak penjual Gado-gado ini
mulai melanjutkan cerita-nya,
katanya
“Bapak Tua Itu baik, kalau kita bercanda ama dia, ia tidak pernah marah.
karena kita juga biasa seperti itu,
jadi
udah akrab aja.
 kalau misalnya dalam bercanda baru ada yang marah ke dia,
biasanya langsung di gaplok aja kepalanya orang yang marah itu
karena
udah ditahu lah, kalau bercanda yah bercanda aja,
tidak lebih dari itu”.
saya langsung membalas
“Emang harusnya seperti itu, saling mengeri ajalah intinya”.
saya balik bertanya lagi,
“Bapak Tua itu orang asli sini yah?”
langsung si Bapak penjual gado-gado ini menjawab
“Ia”.
Saya langsung tanggapi lagi,
“Berarti orang betawi asli dong Pak”.
Ia pun menjawab lagi,
“ia”.
Supaya tahu yah,
Bapak Tua itu adalah pensiunan Polisi.
Buset,
dihati berkata kayak gitu,
langsung saya membalas
“Tidak nyangka aja, tidak pernah kepikiran”.
Ternyata bapak tua itu udah pensiunan polisi.
Terus Ia Menjawab
“Ia, ia sudah lama pensiun,
tapi
ia tidak pernah kaya ( atau kaya-kaya )
karena
ia terlalu baik dan jujur menjadi seorang Polisi,
ia tidak pernah memanfaatkan kelemahan orang lain 
untuk mengisi kantongnya”.
Jika ia mendapat orang melanggar lalu lintas,
maka ia akan menegur orang itu katanya
“kalau tidak lengkap, ambil jalan lain aja. karena kalau kalau kedapatan
nanti anda juga yang repot. kalau saya yang dapat,
tidak apa-apa,
paling saya hanya menegur dan menasehati anda, setelah itu anda bisa pergi,
karena saya tahu
mungkin anda tidak mampu atau tidak bisa untuk membeli barang itu”.
yah, saya mendegar kata-kata itu
dari Bapak Penjual gado-gado ini 
kalau
itu adalah jawaban atas pelanggaran yang dilakukan orang
kepada peraturan
kalau didapat sama Bapak Tua yang sudah pensiunan Polisi itu.
sekarang ia hanya menjadi penjual
( apalah itu namanya, udah lupa. tapi intinya sekarang ia menjadi seorang penjual )
yang sederhana.
kasian banget yah,
“kata Bapak Penjual gado-gado itu”.
langsung saya membalasnya
“Bagus, emang seharusnya gitu ( Jadi Polisi harusnya baik dan jujur ),
lagian emang bener, orang jujur itu susah kaya”
( tidak tahu kenapa, tapi kebanyakan seperti itu. “kata ini baru diucapkan atau tadi tidak diucapkan ).
Setelah itu,
sementara cerita berlanjut.
Gado-gado yang dibuat oleh Ibu Penjual gado-gado ini telah selesai,
saatnya pamit pulang.
 
yah.
setelah menjalani cerita itu,
maka tercipta sebuah pertanyaan.
apakah bener, orang baik dan jujur itu jarang atau susah sekali untuk kaya?
 kalau ia,
apakah ini adil?
saya sendiri juga tidak tahu jawabannya,
makanya ingin catat aja di blog ini,
sehingga ketika jawaban sudah ada,
barulah
dicatat kembali jawaban dari pertanyaan ini.
Sedikit aja,
Semoga Semua Bapak Tua Polisi Yang Sudah Pensiun ini
bisa menikmati
rejaki atau hadiah terindah
dari
hal-hal baik yang pernah ia lakukan dimasa-masanya.
Semoga Tuhan Memberkatinya.
Amin.
Salam
Me 🙂
 All Is Well
 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.