Cita-Cita Kecilku

Cita-cita kecilku
adalah
cita-cita masa lalu
yang indah penuh dengan cerita,
canda
dan 
tawa.
Aku pernah memiliki cita-cita
ingin menjadi
seorang Pelayaran,
bekerja di Kapal
dan
berjalan mengelilingi Dunia.
Namun Semuanya Gagal,
karena Orang Tua ( Khususnya Ibu )
yang
tidak mengizinkan.
Selanjutnya ialah
Aku pernah juga memiliki cita-cita
ingin menjadi
seorang Pilot
dari sebuah Pesawat tempur,
agar aku 
bisa menaklukkan langit 
dengan
seluruh kecepatan
yang dimiliki oleh pesawatku.
Namun ini masih belum terjadi.
Selanjutnya
Aku memiliki cita-cita
ingin menjadi
seorang Intel,
karena menurut aku
menjadi seorang Intel adalah pekerjaan
yang baik,
karena hanya menggunakan pakaian biasa
dan 
tidak mudah diketahui oleh orang lain.
Namun Masih Juga tertunda.
Selanjutnya
Aku Memiliki Cita-cita 
ingin menjadi
seorang Kopassus,
dengan senjata ditangan,
mengenakan pakaian lengkap,
dan
berjalan demi bangsa, negara, keluarga, 
keturunan ku kelak 100 tahun yang akan
datang setelah
jiwa ini sudah
terpisah dari tubuh ini.
Namun semuanya telah lewat
Selanjutnya
Aku Memiliki Cita-cita 
ingin menjadi 
seorang Kepala Desa
untuk membangun Desaku,
setelah itu aku turun dan menjadi
CALEG
untuk menyampaikan aspirasi Rakyat.
Setelah aku menjadi Caleg,
 jika dipercaya lagi aku 
ingin menjadi Bupati Untuk Membangun 
Daerah ku,
setelah itu
barulah aku menjadi Gubernur
juga ingin membangun Daerah Propinsiku.
Cita-cita yang masih tertunda,
karena keinginan 
yang panjang.
Selanjutnya
Aku Ingin Menjadi Programmer,
karena aku sangat suka komputer,
karena
hanya komputerlah 
yang terkadang membuat aku menjadi lupa makan,
lupa tidur,
lupa waktu,
bahwa diri sendiri kupun terkadang ku lupakan.
Cita-cita ini
masih sementara di tempuh, 
semoga bukan cuma gelar,
akan tetapi 
jiwa ini bisa menjadi jiwa yang besar,
karena setelah sekian lama,
baru aku sadari
bahwa ilmu dan gelar
merupakan urutan terakhir dalam kehidupan ini,
karena
yang terpenting adalah membesarkan Jiwa.
karena cita-cita
ku yang
selanjutnya ialah
“ingin menemukan jati diri ini”
melalui
pembentukkan karakter sederhana
sesuai dengan
apa yang menurut aku sederhana,
bukan menurut mereka.
tapi dari sekian banyak cita-cita,
tidak
ada yang lain
selain satu tujuan
yaitu untuk
Keluargaku.
*Cita-cita Panjang yang tak berulang, namun terdapat arti, makna dan tujuan tersendiri dari yang Kuasa.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.