Gara-garanya Gara-gara

Gara-garanya Gara-gara.
yah,
Ini bukan sebuah opini belaka,
akan
tetapi ini adalah
sebuah realitas yang terabaikkan.
Gara-garanya Gara-gara
Gara-gara Gengsi dan Ego,
semua
menjadi terabaikan.
Gara-gara malu,
semua
jadi terlupakan.
Gara-garanya gara-gara,
akhirnya
semua jadi terlewatkan begitu saja.
ada kesempatan 
untuk
menyentuh
dan 
memengang bintang,
tapi
siapakah
yang mau mulai melakukan hal itu,
jika
gara-garanya gara-gara
masih
ada didalam
pikiran,
hati
dan
semua perilaku hidup ini.
hidup menjadi sia-sia,
bintang 
yang seharusnya bisa disentuh dan diambil
akhirnya menjadi 
terabaikkan,
hingga akhirnya semua berlalu begitu cepat,
dan 
hanya ada satu kata
yang mungkin dapat terucap,
yaitu
“Se-An-dai-Nya”.
Semua akan datang 
ketika
semua telah terlewatkan.
karena harapan tak pernah datang didepan,
melainkan
harapan itu datang dibelakang,
setelah
dan 
sesudah
semuanya itu terjadi.
berharap untuk terulang,
berharap untuk dapat mengulangi semuanya
namun
semuanya sudah pergi
bagaikan hari ini yang telah pergi setelah pukul 00:00.
karena
Gara-garanya Gara-gara.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.