Ibarat Memandang Sebuah Jalan

Ibarat Memandang sebuah jalan itulah keadaan sekarang yang sementara dialami ( Katanya ).

Yah, ceritanya sama seperti cerita ini :

Saya berdiri disebuah Jalan yang Lurus dan menatap ujung dari jalan tersebut, tapi tatapan saya tidak sampai pada titik akhir dari jalan itu, karena keterbatasan dari padangan mata saya.

Dibagian terdekat dimana kaki ini menginjak adalah bagian terbesar dari Jalan ini, semakin jauh mata ini memandang, maka semakin kecil pula jalan ini terlihat, hingga akhirnya akan hilang dengan sendirinya jalan ini dalam tatapan karena terlalu jauh.

Begitu juga keadaan yang saat ini dijalani, ketika awal aku berjalan, semuanya terlihat penuh. yah, terlihat penuh.

Semakin lama waktu berputar dan aku berjalan jauh dari awal waktu dimana aku mulai, maka waktu dalam kerbersamaan akan semakin kecil.

Kecil dan terus untuk mengecil, hingga akhirnya menghilang. tidak ada yang tahu dan tidak ada yang mau tahu, karena semuanya memang telah hilang.

sehingga itulah keadaan sekarang yang dapat dikatakan seperti memandang sebuah jalan yang lurus.

Sekian dan salam tentang catatan kali ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.