Kata Untuk Kata dan kata dari kata

Ada sebuah cerita nyata, sebuah cerita kehidupan yang nyata yang mungkin masih dapat dianggap nyata dalam kehidupan nyata ini.

Ia selalu berkata sesuatu yang aku selalu menggapnya itu adalah hal yang terlalu berlebihan, sehingga terkadang apa yang ia katakan selalu aku pertanyakan dan terkadang aku membuat itu hanya sebuah lelucon belaka, karena aku tahu, ia tidak pernah tahu apa yang sebenarnya telah ia katakan.

Ia selalu meminta, tapi aku selalu berkata bahwa janganlah minta padaku, akan tetapi mintalah pada DIA yang disana, karena diri ini bukan miliku, akan tetapi milik-NYA, jika kamu baik, maka ia akan berikan apa yang kamu minta, namun jika aku bukan yang terbaik, maka IA YANG MAHA TAHU pasti akan mengabaikan dan memberikanmu yang terbaik yang sebelumnya belum engkau bayangkan. Jadi, berdo’a lah, sebab mungkin hanya itu yang bisa dilakukan.

Semua berjalan dan masih terus berjalan seperti biasa.

Kata yang sering didengarkan, sering pula diucapkan. tapi sebenarnya semuanya telah menjadi benar, bahwa ia tidak tahu dan masih belum mengerti akan apa yang telah ia ucapkan atau apa yang sering ia katakan.

yah, hanya kata yang tertinggal dalam ingatan, sedangkan semuanya hilang sesuai dengan apa yang aku pikirkan.

Itulah hidupku, terlalu mudah untuk mendapat hal yang buruk jika menginginkan yang buruk, dan sangat sulit untuk mendapatkan hal yang baik jika menginginkan hal yang baik dan terkadang ketika menginginkan hal yang baik, selalu hanya tersedia porsi yang bukan aku inginkan.

Tapi terkadang pula aku mengerti akan satu hal bahwa yang aku inginkan ini adalah bukan apa yang aku butuhkan, sedangkan yang IA berikan adalah bukan apa yang aku inginkan melainkan apa yang aku butuhkan. sehingga sekarang semuanya akan ada dalam zona pengertian dan iklas dengan syukur aja, karena intinya adalah semua punya tujuan atau maksud tersendiri.

yah, hidup ini seolah-olah membuat aku lebih mengerti akan arti hidup yang sesungguhnya.

Satu hal lagi, ia yang sering mengatakan hal yang sama terkadang tidak pernah memikirkan bahwa masa atau waktu itu masi panjang, dan ia juga tidak pernah berpikir bahwa apa yang terjadi didepan itu masih misteri, karena ia hanya mampu mengatakan apa yang menurutnya ingin ia katakan.

yah, dan jujur saja, diri ini akan sangat senang mengatakan bahwa sebenarnya masih belum mengerti akan apa yang diucapkan, karena sebenarnya yang diucapkan itu hanya sebuah ambisi, bukan sebuah perasaan.

Ambisi yang membuat dan memaksa mulut untuk berkata apa tentang suatu kata yang belum dimengerti atau belum dipahami.

Hingga akhirnya baru sadar dan mengerti bahwa ternyata semua telah jadi nyata, kalau ambisi itu benar-benar terbukti bahwa itu hanya sebuah ambisi, ketika telah diketahui bahwa semuaya itu hilang dan hanya kata yang tertinggal.

Yah, hanya sebuah catatan kecil dan panjang yang masih tertulis dalam ingatan dan sebuah pelajaran berharga akan sebuah jalan kehidupan yang masih terbentang panjang didepan yang siap untuk ditempuh kembali.

Sekian dan Salam.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.