Kekuatan Dari Kepercayaan ( Part 3 )

Cerita kali ini saya ingin menceritakan tentang kekuatan dari kepercayaan, dimana judulnya sendiri terdapat kata “Part 3”.

Mengapa Part 3?
Cerita atau catatan tentang kekuatan dari kepercayaan ini, sudah pernah diceritakan di lain cerita akan tetapi memiliku judul yang sama. yah, saya sudah pernah menceritakannya 2 kali sebelum artikel ini. jadi, ini adalah artikel yang ke 3 untuk kekuatan dari kepercayaan.

Cerita ini bermula dari menonton sebuah film.

Yah, beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah film Animasi 3D yang berjudul “Rise Of The Guardians”, dari film ini, banyak hal yang saya pelajari, akan tetapi 1 hal yang sangat saya dalami.

hal tersebut tidak lain adalah kekuatan dari kepercaan.

Dalam film ini, yang diceritakan adalah ada beberapa orang, dimana orang ini adalah orang yang dapat dilihat oleh mereka yang percaya. yah, siapapun yang percaya akan adanya mereka, maka yang percaya tersebut dapat melihat mereka.

Begitu pula sebaliknya, mereka yang tidak percaya, tidak akan pernah bisa unutk melihat mereka, apa lagi sampai menyentuhnya.

yah, dari film ini, yang saya pelajari atau yang saya tangkap menurut pribadi saya sendiri adalah bagaimana saya bisa dekat dengan Tuhan saya, apalagi sampai melihat-NYA.

Yah, dari film ini saya belajar bahwa agar bisa melihat Tuhan kita, maka kita harus benar-benar percaya akan kehadiran-NYA dalam kehidupan kita, kita harus benar-benar yakin bahwa DIA yang hidup itu benar-benar ada diantara kita.

hingga akhirnya saya sadar, mengapa sampai sejauh ini saya sudah tidak bisa melihat-NYA lagi ( walaupun secara tidak langsung ), karena saya sendiri yang sekarang sudah kurang percaya.

saya masih egois dan terkadang saya lupa.

itulah sifat manusia yang seharusnya bisa di kontrol dengan baik.

Sekian dan Salam. Untuk yang belum nonton, saya harapkan agar bisa segera menonton film-nya secara langsung, agar tidak penasaran dengan isi ceritanya. karena untuk kali ini, saya tidak bisa menceritakan semua isi dari film tersebut, karena keterbatasan waktu dan tidak akan sama yang diceritakan dengan yang dilalui sendiri.

Sekian dan salam kembali.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.