Kesempatan Itu Seperti Sebuah Angkot

Kali ini saya akan membahas tentang sebuah kesempatan, dimana kesempatan ini saya ibaratkan seperti sebuah Angkot (Kopaja) yang sedang menunggu penumpang.

Yah, cerita ini berawal ketika pada waktu itu saya pulang dari kampus, dalam perjalan saya, tepat diatas sebuah jembatan penyebrangan, saya memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan kesempatan. Akhirnya saya dapat menyusun sebuah kata yaitu kesempatan itu dapat diibaratkan sebuah angkot yang akan saya tumpangi.

yah, terpikirkan seperti itu dan ceritanya itu seperti ini.

Saya berjalan diatas sebuah jembatan penyebrangan untuk menyebrang ke jalan sebelah, agar saya bisa menemukan angkot untuk pulang ke kost saya. tepat diatas jembatan penyebrangan itu, saya melihat sebuah angkot 95 yang sedang parkir untuk menunggu penumpang, yah, saya melihat angkot itu.

saya dengan sengaja memperlambat langkah saya, sehingga saya hanya berpikir bahwa walaupun saya lambat, saya pasti bisa dapat angkot tersebut. yah, karena tidak perlu juga harus berlari-lari atau cepat.

Sehingga ketika pada saat saya turun dari tangga jembatan penyebrangan tersebut, ternyata angkot itu sudah pergi. yah, seperti itulah kesempatan yang menurut saya jika diibaratkan seperti sebuah angkot.

“Jika kita cepat, maka kita akan dapat,
tapi kalau kita lambat, maka kita akan ditinggalkan”.

yah, seperti itu.

ketika kita telah ditinggalkan, maka mungkin akan ada angkot lain yang datang, akan tetapi tidak akan sama yang pertama dengan yang kedua.

yah, saya sempat berpikir seperti itu.

sehingga ada juga yang muncul dalam pikiran saya waktu itu adalah mungkin saya bisa mendapatkan angkot yang sama, akan tetapi ada 2 hal yang perlu diperhatikan.

1. Kalau angkot itu kembali
2. Kalau angkot itu kembali, Waktu yang dibutuhkan juga pasti akan sedikit lama, karena angkot tersebut masih berputar lagi,  dan jarak pun juga lumayan jauh.

yah, mungkin itulah 2 syarat agar bisa menaiki angkot yang sama, sehingga kalau di ibaratkan seperti kesempatan, maka seperti itu juga sebuah kesempatan.

yah, kesempatan itu akan datang kembali kalau memang ia mau, akan tetapi mungkin pemilik kesempatan itu juga akan sedikit lama, karena ia mungkin masih menjelajah waktu sebelum kembali.

kalau kembali yah bagus, tapi kalau tidak kembali yah bagus juga.

yah, semua ada bagusnya.

maksud dari semua ada bagusnya adalah
1. kalau dia kembali, maka kesempatan itu akan menjadi milik kita. “Bagus”, akan tetapi
2. Kalau dia tidak kembali, maka kesalahan itu bisa jadi pelajaran buat hari yang masih berada didepan. “Bagus Juga”.

yah, sekian cerita singkat tentang sebuah kesempatan yang diibaratkan seperti sebuah angkot yang sedang menunggu penumpang.

Salam

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.