Membutuhkan Dan Dibutuhkan

Membutuhkan dan dibutuhkan adalah catatan kali ini yang ingin saya bagikan kepada blog saya, dimana kata-kata mungkin bisa dibaca kembali di lain waktu yang berbeda.

Ketika ada yang membutuhkan, maka yang dibutuhkan pasti akan dicari, begitu pula sebaliknya, ketika ada yang dibutuhkan, maka yang membutuhkan akan mencari.

Ketika saya mencari seseorang, maka itu berarti saya membutuhkan orang tersebut dan itu juga berarti bahwa orang tersebut belum tentu membutuhkan saya atau mungkin juga ia membutuhkan saya, tapi tak sebanyak kata saya membutuhkan dia.

Ketika saya dicari seseorang, sudah pasti orang tersebut membutuhkan saya dan itu juga berarti saya bisa saja membutuhkan dia, atau bisa saja saya tidak membutuhkan dia.

yah, itulah arti dari kata yang saya susun tadi, ketika dikelas, pada saat pembagian kelompok.

Mungkin terlihat sedikit aneh, karena orang-orang sibuk mencari kelompok, saya sibuk berimajinasi dalam mencari kata untuk disusun menjadi sesuatu kalimat yang menurut saya enak untuk dibaca.

Ceritanya sangat sederhana, dan ceritanya itu seperti ini :

tadi adalah pembagian kelompok, dimana setiap mahasiswa lah yang diberi hak untuk memilih teman sekelompoknya.

Yah, setiap kelompok terdiri dari 5 Orang ( katanya sih gitu ).

Pada saat semua sibuk, saya hanya terdiam dan menunggu hasil akhir aja, karena saya berpikir pasti ada sisa-sisa orang yang tidak dibutuhkan dan tidak membutuhkan ( Istilah kasarnya seperti itu ) anggota untuk menjadi atau membuat sebuah kelompok.

Yah, ini sudah tradisi saya, bahwa saya harus menunggu untuk yang akhir saja. Dimana yang tidak dipakai, itulah yang mungkin dan harus saya pakai.

Dalam menunggu, bukan berarti saya berharap bahwa saya harus mendapatkan kelompok. Tidak, sedikitpun tidak ada harapan atau tidak ada kepikiran, meskipun saya juga menginginkannya ( secara tidak langsung ).

Yah, saya selalu berpikir, meskipun tidak ada sisa-sisa dari orang untuk yang terakhir, maka saya harus menerima segala konsekuensi yang terjadi. Yah, saya siap kalau harus mengerjakan tugas kelompok itu seorang diri, tanpa harus memiliki kelompok.

Pada saat naman kelompok sudah dikumpulkan, pada waktu akhir kelas terdapat beberapa kelompok yang hanya berisi empat orang anggota.

Yah, terdapat 3 Kelompok dan terdapat pula 1 kelompok yang berisi 3 orang saja. agar bisa lengkap, maka harus dijadikan 5 orang satu kelompok.

Saya berpikir sejenak, sebenarnya ini kelompok sudah pas, dan mungkin sayalah sisa-sisa yang terakhir ( saya sendiri ), dimana saya adalah orang yang mungkin tidak dibutuhkan dan saya juga orang yang tidak terlalu membutuhkan.

Yah, saya tidak melapor, karena saya sendiri sudah siap kalau harus saya sendiri dalam mengerjakan tugas nanti ( tidak punya kelompok ).

Saya hanya berpikir bahwa saya harus memberikan kesempatan buat mereka, yang belum siap untuk sendiri, agar mereka bisa mendapatkan kelompok mereka.

Setelah itu, saya memutuskan untuk menghadap ketika kelas sudah berakhir, dengan harapan bahwa saya diterima untuk membuat kelompok tersendiri, meskipun hanya saya sendiri.

setelah menghadap, ternyata kesempatan itu tidak berikan, akhirnya saya mencari sebuah alasan. yah, teman saya pada saat itu ada seorag yang tidak masuk, jadi saya katakan aja kalau teman saya itu juga belum masuk, jadi saya sarankan agar biar saya berkelompok hanya 2 orang ( saya dan teman saya ).

Yah, lagi-lagi harapan dipulangkan dengan mentah, yang diharapkan tidak terjadi, sehingga katanya
“Cari teman kelompok dari kelompok yang telah ada aja, kalau ada yang mau terima. soalnya itu sudah jalan satu-satunya, karena hanya kamu sendiri”.

yah, kalau tidak salah, katanya tidak jauh beda dengan kata itu.

akhirnya kata terakhir yang terucap, mungkin hanya “terimakasih” aja, buat kesempatan yang mungkin merupakan sebuah kesempatan.

sehingga tidak bisa untuk berdiri sendiri. tiada kata lagi yang terucap, sehingga dengan diam hanya bisa keluar ruangan tanpa kata dan pulang adalah jalan terbaik untuk saat itu.

yah, langsung beranjak pulang tanpa harus berpikiran yang lain lagi.

sebelum catatan ini berakhir, ada beberapa kata yang sempat terpikirkan oleh saya waktu sementara belajar, yah, kata ini saya maksudkan jika saya harus digabungkan dengan kelompok yang masih kosong ( pada hal, hasil akhirnya tidak ada yang kosong ).

saya hanya ingin berkata, “Bu, kalau misalnya saya digabungkan sama mereka, pasti mereka tidak akan membutuhkan saya. yah, karena saya yakin bahwa mereka telah lengkap, makanya mereka tak mencari. kalau misalnya saya tidak dibutuhkan, apa yang harus saya lakukan atau kerjakan nantinya dalam kelompok tersebut?  kan semuanya udah lengkap. Bukankah lebih baik saya sendiri, sehingga saya bisa bekerja tanpa harus berdiam diri”.

yah, itulah sebenarnya kata yang ingin saya ucapkan, kalau memang masih bisa untuk sendiri dalam berkelompok. tapi nyatanya aja, sebelum berbicara, saya udah di kasi tanda titik (.), artinya tidak boleh sendiri ( katanya ).

Sebelum catatan ini berkahir, catatan ini hanya sekedar catatan tanpa makna yang hanya ingin untuk dicatat dan dibaca kembali di lain waktu. tidak ada yang lain, selain itu.

yah, itulah mungkin catatan untuk kali dan hari ini. sekian dan salam aja buat catatan membutuhkan dan dibutuhkan yang bertanggal 5 Maret 2015.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.