Pengalaman Untuk Atm Yang Marah

Pengalaman hari ini sangat Unik,
saking uniknya, ketika kejadian ini terjadi,
saya sendiri tertawa melihatnya.
yah,
pengalaman kali ini adalah tentang ATM yang marah.
marah atau apa, saya tidak tahu,
yang pasti saya rasa mungkin kalau dia bisa bicara,
pasti dia sudah marah.
tapi
kenyataannya secara tidak langsung emang dia marah.
ceritanya seperti ini nih,
Tadi saya pergi ke kampus,
untuk mengurus ( membayar ) sesuatu ( dimana sesuatu itu tida bisa disebutkan ).
sesampai dikampus, saya langsung menuju ATM untuk mengambil 
Uang tersebut.
Sesampai di ATM BNI,
saya langsung menarik kartu ATM
( Kebetulan kartu ATM yang saya gunakan itu adalah kartu ATM BRI bukan BNI ).
dan
memasukkannya di ATM.
( sedikit tambahan, nampaknya ATM BNI yang saya gunakan itu masih baru atau baru diganti )
yang pertama pilih Bahasa,
( Tentunya Pilih Bahasa Indonesia )
yang kedua minta Pin
( Masukan Pin yang tak perlu disebutkan )
setelah itu, saya langsung pilih penarikan.
setelah saya masukan jumlah yang tidak disebutkan,
langsung muncul pemberitahuan.
Maaf, Pengambilan untuk kelipatan 50.000 batasnya adalah sekian-sekian ribu rupiah.
wah, akhirnya baru sadar, ternyata saya menggunakan ATM
yang salah.
akhirnya saya pindah ke ATM yang 100.000.
disana diminta lakukan hal yang sama
seperti yang dilakukan di ATM pertama.
setelah melakukan beberapa perintah,
saya langsung masukan nominal uang yang ingin ditarik.
eh, keterangannya juga sama, 
maaf jumlah yang anda tarik terlalu bla..bla….bla…
batas maksimum penarikan adalah bla…bla….bla….
setelah itu,
saya masukan batas maksimum penarikan.
setelah saya masukan,
tidak ada respond apa-apa dari ATM tersebut.
kartu ATM seolah-olah tidak bergerak,
mesin seolah-olah not responding.
Uang Tidak Keluar, 
begitu pula keterangan bahwa bahwa “ingin melanjutkan atau tidak” pun
tidak nampak.
hati mulai sedikit resah,
pikiran sudah mulai muncul bahwa
“wah, masa’ ATM saya tertelan lagi nih,
Masa’ harus pulang ambil Buku rekening terus  ke bank BRI  lagi baru narik duit”.
wah, sedikit kata kotor sudah mulai terucap
( sudah kebiasaan, kalau emosi sudah tidak bisa terkontrol lagi )
secara refleks
( ini juga kebiasaan buruk yang belum hilang ),
tangan ini terangkat dan langsung memukul ATM yang saya gunakan
( seperti orang menampar ).
bunyinya lumayan keras
( sampai-sampai seorang pegawai kampus yang lewat disitu langsung menoleh,
tapi apa boleh buat, dia tidak bisa berbuat apa-apa ).
  sedikit resah, karena kelakuan ATM,
tapi, setelah saya melakukan hal tersebut,
akhirnya uang langsung keluar,
begitu pula slip transaksi langsung keluar.
yang anehnya disini, slip itu tidak keluar dengan baik,
akan tetapi slip itu terlempar keluar
( terlihat seperti orang membuang uang di mukanya orang lain ).
hahahahaha,
sejenak terdiam dan mengambil slip yang jatuh dilantai,
kemudian senyum mulai keluar
dan sedikit kata
( ini mungkin terdengar aneh, karena harus bicara dengan mesin )
“marah ye”.
hehehehehehehe,
lucu juga nih ATM.
begitu pula transaksi kedua,
seolah-olah dia tidak ingin saya berlama-lama disitu.
tapi setelah proses penarikan selesai,
akhirnya saya menginggalkan tuh ATM dah
( kan tidak mungkin mau duduk jaga, hahahahahaha ).
sekian cerita singkat yang mungkin sedikit aneh juga
kalau dibaca.
tapi biarlah ini jadi sebuah dokumentasi
yang tak akan dilupakan bila dibaca.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.