Tawaan Untuk Pertanyaan

Hari ini dan ini hari,
adalah
awal dari UTS
( Ujian Tengah Semester ).
Saya sangat senang, 
karena 
hari ini berjalan sesuai dengan
kebaikan 
pikiran yang dibuat.
Tak ada yang tertunda maupun
terlewatkan begitu saja.
Semua berjalan lancar
dan
baik.
Tapi, 
pada hari ini juga,
saya mendapatkan sebuah kata
dari
pengalaman ini.
Tadi saya sempat bertanya mengenai soal
ujian yang belum saya mengerti,
dan ternyata
bukan jawaban yang saya dapatkan,
melainkan 
sebuah sikap
menganggap enteng atau menganggap kecil
apa yang dipertanyakan
dengan
tertawa ketika pertanyaan saya ajukan. 
sebenarnya, intinya adalah
“Pertanyaan tak butuh tawa’an”
tapi
“Pertanyaan butuh jawaban”.
karena ketika tawaan telah tercipta karena
mendengar 
sebuah pertanyaan,
maka 
itu artinya anda sangat tidak menghargai atau menganggap enteng 
penannya tersebut.
dan ketika hal tersebut telah terjadi,
maka 
Ini bukan lagi soal pertanyaan,
melainkan
ini soal perasaan.
“Jika anda tidak bisa menghargai, bagaimana pula anda bisa dihargai?”
bukan saya,
“Tapi Orang lain”
karena saya akan tetap menghargai anda,
tapi
saya hanya tidak ingin
Hukum karma 
mencatat hal ini.
terimakasih untuk tawa’an hari ini,
semoga ini
menjadi pembelajaran tersendiri
bagi hidup saya.
 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.