Terkadang Dalam Napas Ini

Terkadang dalam nafas ini,
ada
beberapa hal yang telah terpikirkan
dan
kadang pun masih dipikirkan.
Ada hal-hal aneh yang terkadang terasa,
dalam
sebuah keanehan.
Terkadang Dalam Napas Ini
Terkadang ketika sedang duduk dan terdiam
atau
terbaring dalam tenang,
perasaan ini seoal-olah membawa tubuh dan pikiran
pergi jauh kesuatu tempat,
dimana tempat itu hanya aku yang ada. 
berjalan menyusuri sebuah jalan yang panjang,
sebuah jalan beraspal
atau
jalan berkerikil.
sendiri menyusuri jalan itu,
tanpa teman,
tanpa kawan,
yang ada ialah aku yang sedang berjalan
dan
menyaksikan sendiri perjalanan ini.
disekitarku tidak terdapat sebuah pohon atau gunung
atau
hewan yang seharusnya ada untuk bernyanyi
mengiringi langkah ini.
yang ada ialah
telihat seperti sebuah padang pasir
atau
ladang gandum 
yang telah kekuning-kuningan
( Layu ).
yah,
diiringi dengan sorenya hari
dimana
matahari terlihat jauh tepat diujung jalan tujuannku,
seolah-olah aku dapat menendangnya,
karena ia sepertinya telah tergeletak diujung jalan
seperti sebuah bola yang menunggu untuk ditendang.
tapi
aku tetap berjalan mendekati matahari
yang
semakin menjauhiku.
aku tak peduli,
karena tujuannku ialah ujung dari jalan ini
harus aku dapatkan,
aku juga ingin tetap berjalan,
karena
aku sangat menikmati perjalanan ini.
terkadang pula aku merasa
bahwa aku seperti ingin
memiliki sebuah gubuk kecil tepat di kaki bukit
yang jauh dari keramaian,
yang ketika pagi sebelum matahari bangun,
aku ingin terbangun deluan,
menyaksikan embun pagi yang bersiap untuk pulang,
mendengarkan
burung yang sedang bernyanyi dengan keras
yang seolah-olah ingin membuat matahari cepat untuk bangun,
dan 
setelah itu
dapat menikmati sinar pagi penuh keindahan dibawah kaki bukit
dengan
sejuknya udara yang ditarik dan dihembuskan kembali secara perlahan.
terkadang pula aku merasa ingin
berdiri disebuah gunung yang tinggi,
tidak ada orang disekitarku,
karena
memang aku ingin untuk sendiri.
berdiri dengan tenang,
menikmati angin yang seolah-olah
terus-menerus menamparku.
melihat kebawah dari ketinggian yang sangat,
mengankat tanganku
hingga terlihat seperti orang yang ingin memeluk angin,
dan
ingin berteriak sekeras mungkin,
agar
semua tubuh ini mungkin bisa legah.
hingga dapat dikatakan,
didunia ini tidak ada yang tidak bebas,
karena sekarang
aku telah tampak seperti orang yang telah terbebaskan.
yah,
terlihat seperti seseorang yang sangat bebas.
terkadang pula
seolah-olah sedang menatap matahari sore
dari sebuah pantai
yang berisik dengan ombak dan anginnya.
tak peduli apa itu,
karena rasa ingin menyentuh matahari masih ada.
yah
masih ada.
dan
masih banyak lagi terkadang-terkadang yang lainnya
yang
dibuat dari imajinasi pikiran ini.
yah
imajinasi ini yang membuat dan membentuk ruang
bagi
tubuh ini untuk berjalan dan menyusuri apa yang ingin di telusuri.
hingga akhirnya
sadar
bahwa ini hanya imajinasi.
salam
Me 🙂

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.