Terkadang Dalam Sebuah Keadaan

Terkadang dalam sebuah keadaan, kita menasehati orang yang memang membutuhkan sebuah nasehat.
Kita datang dengan kata-kata layaknya kita yang paling mengerti, padahal kita tahu, bahwa kita tak seharusnya mengatakan hal tersebut kepada orang tersebut.
 
Kita mengerti bahwa kita adalah bukan siapa-siapa dari orang tersebut.
 
Kita terlalu percaya diri akan sebuah keadaan yang mungkin hanya bersifat sementara.
 
Dan kita seharusnya lebih mengerti bahwa itu mungkin diri orang tersebut, jadi tidak mungkin untuk membuat orang tersebut untuk berpalin dari dirinya sendiri.
Salah dalam berkata bukan berarti ketika salah dalam berucap, akan tetapi ketika yang dikatakan lain dengan yang dilakukan.
yah, terkadang kita hanya bisa menasehati orang tanpa menasehati diri sendiri.
sehingga ketika orang yang kita nasehati itu mengabaikan apa yang kita katakan, terkadang ada hal lain yang dirasakan, sehingga kadang kata-katanya itu seperti ini.
Ketika mulut tak mampu untuk berbicara,
maka
mata ini akan terlihat sedikit berkaca
dan
kepala ini hanya akan menunduk tanpa ada kata.
Menunduk karena tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan.
tidak tahu apa lagi yang harus diperbuat.
yah, menunduk untuk menghormati apa yang ia lakukan, menghargai setiap keputusannya, dan menunduk karena sangat sedih akan keadaan.
yah, sedih itu katanya dari perasaan ( mungkin ).
sehingga terkadang ketika semua telah terjadi dan sering terjadi, maka diam adalah keputusan terbaik dan yang paling baik yang harus untuk ditempuh atau diambil.
yah, hanya bisa terdiam.
tersenyum dalam diam dan bersedih dalam diam.
ok, sekian aja catatan untuk kali ini. sudah beberapa hari tidak menulis karena alasan kuota internet, jadi sekarang hanya ingin menulis aja apa yang ingin untuk ditulis.
tidak ada maksud dan tujuan, karena ini hanya untuk ditulis aja.
jadi, ini adalah tulisan tanpa makna ( anggap aja seperti itu ).
Sekian dan salam tentang terkadang dalam sebuah keadaan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.