Untuk Sebuah Catatan

Kali ini saya ingin mencatat untuk sebuah catatan. yah, ini adalah catatan yang memang ingin untuk dicatat pada pagi hari ini, karena dinding posting ini terasa sudah kosong sejak beberapa hari yang lalu, jadi perlu aja untuk diisi. sebenarnya sih bingung untuk memilih judul, tapi karena ini yang muncul pada pikiran ini, jadi saya rasa mungkin inilah judul yang perlu untuk di gunakan, walaupun mungkin sebentar akan terlihat atau terbaca beda jauh dari artikel yang ada. yah, mungkin itu intinya.

Untuk Sebuah Catatan

Terkadang ketika kita membaca sebuah catatan dari orang lain, entah itu di kertas, laptop maupun di sebuah blog, kita membacanya dengan ragu, membaca seadanya dari awal hingga akhir. Terkadang kita menarik kesimpulan dari yang dicatat, yaitu “Catatan apa ini?” atau “catatan ini kurang bermakna”.

yah, mungkin seperti itu, atau bahkan ada yang penilaiannya lebih parah dari pada itu.

Sebenarnya singkat cerita, catatan yang ditulis itu bukan dari baik atau buruknya sebuah catatan atau tulisan. yah, itu tidak penting.

Menurut saya, sebuah catatan atau tulisan yang ditulis oleh seseorang, itu adalah sebuah perasaan, entah itu kejadian yang telah terjadi, yang dia inginkan untuk terjadi atau bahkan yang sedang terjadi.

Semuanya yang ditulis itu mewakili semua yang ia rasakan atau pikirkan, karena munurutnya menulis adalah salah satu langkah terbaik untuk berbagi cerita atau mengurangi beban yang ada, kalau memang sang penulis tersebut memiliki beban yang susah untuk dilepas.

yah, terkadang menulis adalah jalan terbaik untuk melepaskan apa yang terkadang susah untuk dilepas.

Jadi, ketika kita membaca sebuah catatan tanpa hanya membacanya begitu saja, tapi memasuki setiap kata demi kata yang ada hingga menjadi sebuah cerita yang sempurna, maka kita terkadang bisa merasakan apa yang benar-benar sang penulis rasakan.

Yah, kita akan memasuki kayak sebuah ruangan perasaan yang sedikit berbeda, karena kita berusaha untuk menjelajahi perasaan sang penulis yang diungkapkan dalam kata-kata yang tertulis. sehingga pada akhirnya ketika kita telah selesai membacanya, kita tidak pernah menilai baik dan buruknya sebuah catatan, karena kita tahu bahwa sebuah perasaan tidak untuk dinilai.

yah, karena nilai masih memiliki batas, tapi perasaan yang ada itu terkadang tidak ada batasnya, karena masih bisa berlanjut, lanjut, dan lanjut hingga akhir.

Mungkin seperti itu, tapi semua tidak semudah itu.

Yah, karena salah satu kesalahan terbesar dari seorang penulis ialah terkadang apa yang mereka tulis itu dikunci sedemikian rupa, walapun mereka tidak mengerti bagaimana tentang kunci pada sebuah tulisan, sehingga terkadang tulisan mereka itu hanya untuk diri mereka sendiri, dimana ketika mereka yang membaca tulisannya, mereka bisa masuk ke ruangan perasaan yang mereka buat sendiri, dan orang lain tidak dapat untuk melakukan hal tersebut.

Mungkin seperti itu, dan lebih parahnya lagi ialah orang yang lain tersebut, terkadang tidak mau juga untuk terlalu serius membaca sebuah catatan yang ditulis oleh seorang penulis, karena mereka menganggap bahwa itu terlalu penting untuk dipahami atau mengerti, mereka menganggap bahwa itu hanyalah tulisan biasa, padahal sebenarnya semuanya akan terasa berbeda, bila ia dapat mengerti dan merasakan apa yang dicatat, sehingga pada akhirnya ia bisa tahu, bahkan belajar dari apa yang pernah ia baca dari pengalaman sang penulis.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.