Waktu Yang Begitu Cepat

Waktu yang begitu cepat.
Sekarang,
Dikamar sepi ini
aku
duduk terdiam dan memainkan jari-jariku 
disebuah
papan ketik untuk menulis kata-kata ini.
Sesebentar mungkin, aku terdiam
dan
mengangkat tanganku dan kembali menghitung
jari tanganku ini.
mulai dari ibu jari,
sampai kejari kelingking
dan
kembali lagi ke ibu jari.
Ketika itu aku terasa
dan
merasa
bahwa waktu 2 Tahun lebih yang telah terlewati dikampung 
orang ini
ini, sama seperti jari yang telah ku
hitung,
tak terasa waktu berjalan,
semuanya
berlalu begitu cepat.
kadang aku sendiri bertanya,
“apa yang telah aku lakukan selama ini?”
aku sendiri
masih bingung untuk menjawabnya,
karena aku tidak tahu apa yang telah ku lakukan
atau
mungkin karena memang tidak ada suatu hal yang
baik yang telah ku perbuat
untuk mereka yang disana,
yang
sedang menunggu saat-saat dimana aku 
mengatakan kepada mereka 
bahwa
“Aku telah sukses”.
yah, itulah kata-kata yang mungkin ingin mereka 
dengar dan lihat
dari apa yang telah aku katakan dan perbuat 
untuk mereka.
mereka selalu berkata
“belajar dan sekolahlah dengan baik,
dan
pulanglah kembali,
karena aku sudah mulai tak sanggup untuk 
terus-menerus mengantarmu,
aku sudah lemah
dan
sekarang saatnya kamu
yang kembali untuk mengantar kami”,
dan
saya selalu membalas
“caraku berbeda dari mereka seperti yang telah
engkau katakan,
aku ingin apa yang aku inginkan,
aku lakukan
apa yang menurutku harus dilakukan,
jadi
biarkan aku berjalan dengan caraku sendiri
yang telah ditentukan
oleh yang kuasa,
karena masa depan itu akan ada
dimana
tidak ada yang tahu kita akan menjadi apa,
karena 1 hal saja
yaitu
kita hidup punya tujuan
dan
aku ingin tujuan itu aku dapat karena aku dan caraku,
bukan karena mereka dan cara mereka”.
dan
ia hanya membalas
“lakukanlah apa yang menurutmu baik,
karena
masaku juga telah lawat”.
rasanya ingin sekali untuk berbuat demikian,
tapi
biarkan aku membuat mereka
tersenyum dengan caraku,
karena
waktu yang cepat ini
aku
yakin pasti akan berhenti
dimana
langkah ini sudah tidak ada lagi.
dimana mata ini sudah tidak terbuka lagi,
hingga
hanya gelap yang bisa ditatapi,
sampai
akhir.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.