Yang Aku Pikirkan

Kali ini aku ingin menulis tentang apa yang aku pikirkan saat ini, aku tidak tahu apakah ini catatan yang penting atau tidak, tapi inilah catatan itu yang aku sendiri tidak tahu, kenapa aku ingin sekali untuk mencatatnya.

Yang Aku Pikirkan – Jakarta, 10 Juli 2017

Ada kala kita menginginkan sesuatu,
sesuatu yang lebih besar daripada kita,
agar dapat kita miliki,
tapi tak kunjung jadi seperti yang kita kira.

Dunia memang begitu Adil,
Aku tidak tahu sama sekali,
Apakah dunia yang begitu Adil,
atau takdir yang memang sangat Adil.

Semua yang terjadi itu jadi karena keserasian,
itulah yang ditawarkan oleh takdir atau dunia.

Jika kita serasi, jika kita pantas,
maka kita pasti akan memiliki apa yang pantas untuk kita.

Tapi, apakah aku peduli,
terkadang aku berpikir bahwa aku sama sekali tak peduli.

Tapi aku juga bingung, kenapa aku memikirkan hal yang sama sekali tidak aku pedulikan.

Itulah bodohnya aku.

Sampai pada saat ini,
Aku merasakan sesuatu yang sedikit berbeda,
berbeda dari yang biasanya,
dan inilah yang aku pikirkan sekarang.

Aku tidak dapat jatuh pada bintang yang aku inginkan,
Aku tidak dapat terus bisa menatap bulan yang aku tunggu,
tapi dari sekian banyak waktu yang terkadang aku punya,
satu yang aku pikirkan saat ini ialah,
Jika memang hal itu tidak terjadi,
Maka selamanya, disemua masaku, disemua waktuku,
“Hal itu tidak akan pernah terjadi”.

Selamanya, karena aku akan tetap mengingatnya,
Jika aku tak mampu mengingatnya pada saat aku lahir kembali,
Maka takdirlah yang akan menjalankan semuanya.

Takdir akan menulis kisahku,
Aku akan menulis diatasnya,
Ia akan mencatatnya dan menjadikan semuanya itu nyata,
disetiap waktu yang pernah ada atau yang akan ada, selamanya.

Itulah yang aku pikirkan sekarang,
Pikiran yang datang tepat pada waktu aku berangkat ke kampus,
setelah pulang dan sampai sekarang,
Pikiran itu muncul kembali, dan aku memutuskan untuk menulisnya.

Aku yang menulis takdirku,
itulah yang aku tahu, tidak selain itu.

Aku adalah kebebasan,
Tapi aku sama sekali takut untuk terlalu bebas,
Bukan takut pada kebebasan itu sendiri,
tapi takut jika keluar dari Jalan yang telah digariskan untukku.

Aku tidak ingin keluar,
hingga aku salah dalam menggunakan kebebasanku.

Satu yang aku tahu tetang kebebasanku ialah,
aku bisa menentukan takdir hidupku (hahaha, aku bodoh hari ini).

Jalan hidupku aku yang tentukan, semuanya ada, tinggal aku yang pilih.

Itulah pikiranku yang bodoh terkadang datang dalam pikirku,
Karena aku merasa garis hidupku ada padaku,
oleh sebab itu aku tahu bahwa akulah kebebasan.

Hahaha, tambah ngaur aku ini, tapi yang seperti itulah,
aku hanya ingin menulis apa yang datang dan aku tak mau melewatkannya.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.