Yang terjadi Ketika Semua Mau Terjadi

Yang terjadi ketika semua mau terjadi.
Tugas dan tugas lagi.
akhir-akhir ini,
tugas kuliah numpuk nih,
mulai dari membuat program, laporan, dan masih banyak lagi
tugas yang lainnya,
sebagai bagian dari bonus yang diberikan dosen
sebelum
Ujian Akhir Semester datang
minggu depan.
Untuk tugas, ada yang tugas kelompok,
ada juga yang tugas individual.
kalau berbicara mengenai tugas kelompok,
dalam kelompok itu,
kebanyakan teman kelompok 
yang saya dapatkan itu
adalah orang yang pasif atau dengan kata lain
tidak terlalu pusing lah masalah
tugas,
dan
saya pun sama seperti mereka.

sehingga yang terjadi ialah
harus ada yang mengalah,
agar
semuanya bisa baik-baik saja ( tugasnya bisa selesai ).

alasan dapat teman kelompok seperti itu?
alasan mengapa yah bisa dapat teman kelompok seperti itu 
dan 
kenapa tidak mencari yang pintar-pintarnya untuk menjadi teman kelompok.
ehm,
jawabannya sederhana, karena ketika
 pembagian kelompok,
saya tidak terlalu aktif untuk mencari ( karena saya tidak suka mencari, apalagi harus mencari untuk berteman dengan orang yang pintar)
lagian kalau semua berpikir seperti itu,
maka
pasti yang dibawah mereka akan selalu ketinggalan.

dan alasan yang selanjutnya ialah

“karena sudah banyak orang pintar yang selalu mencari yang
pintar untuk dijadikan teman kelompok ( mungkin agar nilainya lebih perfect kali ye ),
dan
ada juga banyak orang yang belum pintar
yang berbondong-bondong untuk mencari mereka yang mungkin lebih pintar
atau
dengan kata lain yang memiliki banyak pengetahuan untuk dijadikan
teman kelompok mereka
( ini realita, coba anda lihat ketika pada saat pembagian kelompok,
dimana
mahasiswa diberi hak untuk memilih sendiri anggota kelompoknya,
pasti atau yakin dan percaya saja
bahwa banyak siswa atau mahasiswa yang berbondong-2
untuk mencari orang-orang diatasnya )”

hehehehehe,

jadi, saya mungkin hanya bisa menunggu aja,
sampai ada orang yang menawarkan,
atau
ada orang yang tidak memiliki kelompok,
barulah
saya bergabung dengan dia,
jadi, jangan heran kalau semua teman kelompok saya
itu kebanyakan orangnya pasif.

kalau tidak dapat kelompok,
maka
saya sih terima aja konsekuensinya, yaitu
“tidak apalah, kalau tidak dapat teman untuk membuat sebuah kelompok,
toh
semuanya itu ada hikmahnya”,
jadi
yah ambil nikmat aja semua yang terjadi.

kalau tugas individual,
tidak ada sih , kalau tugas yang diberikan oleh dosen
untuk hari ini dan selanjutnya,
tapi
kalau tugas wajib sih tetap ada,
yaitu
“Belajar aja buat UAS”.

Oh ia, ada sesuatu nih
yang ingin saya cerita yah buat blog ini.

Cara  menyelesaikan tugas,

apa sih dan bagaimana sih cara menyelesaikan
tugas yang saya lakukan?

caranya juga sangat sederhana,
yaitu
tetap santai dan selalu berpikiran positif.

yah,
saya selalu santai dalam menyelesaikan tugas,
saking santainya,
tugasnya itu diselesaikan
kadang
hari – 1,
atau
ada juga yang diselesaikannya itu
jam – 1.

parah bukan?

tentu saja ia, soalnya itu merupakan hal yang
paling konyol.

tapi tunggu dulu,
karena apapun yang saya lakukan itu pasti punya alasan,
yaitu
“All Is Well”
yah,
itulah kata dari film “3 Idiot”
yang selalu saya gunakan,
dan
saya juga selalu berpikir
bahwa
“hari itu bukan hanya hari ini saja,
tetapi
ada hari esok”

jadi,

hari ini pasti akan dengan sangat cepat berakhir
dan
semuanya juga pasti akan
tetap
baik-baik saja.

lagian ketika masalah seperti itu telah datang,
ada
juga sih pikiran saya
yang selalu membayangkan
betapa enaknya
ketika akhir dari hari ini telah ada
( sore atau malam atau ketika tugas ini telah terlewatkan )
jadi,
intinya saya selalu
menggunakan
3S yang merupakan saran dari guru SD saya
ketika saya hendak
melanjutkan ke bangku SMP,
yaitu
Santai ( Selalu santai ),
Serius ( Kalau Udah waktunya ),
Sukses ( Akan selalu terjadi, apapun itu keadaannya )
*kalau yang dalam kurung itu, hanya karangan saya aja.

jadi, apapun yang terjadi

itu
adalah bagian dari rencana-NYA,
dimana
setiap rencana-NYA dalam jatuh-bangunnya hidup
ini telah saya rasakan,
dimana
semuanya itu ada baiknya,
karena
memang benar,
kita selalu menginginkan apa yang kita mau,
tapi
yang IA tawarkan itu bukan apa yang kita mau,
melainkan 
apa yang kita butuh.
karena
yang kita mau itu,
hanya akan bersifat sementara,
sedangkan
yang kita butuh itu
adalah
hal yang bersifat permanen
untuk hidup kita
dan
orang-orang disekitar kita.
Napas panjang kulepas 
bersama
semua beban yang ada
“haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,
All Is Well”.
Amin..!!

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.