Belajar Memahami Beberapa Kata

Kali ini saya ingin menulis sebuah catatan kehidupan mengenai belajar memahami beberapa kata. yah, ini hanya belajar untuk memahaminya, dimana kalimat ini sebelumnya saya tidak mengerti, tapi setelah saya menggunakan beberapa kata tersebut, akhirnya saya bisa mengerti dan memahami maksud dari kata ini. yah, itulah sebabnya saya ingin mencatat pemahaman saya dari kata ini ketika saya belajar memahaminya dari diri saya sendiri.

Belajar untuk memahami beberapa kata.

Waktu SMP ( dari kelas 1 sampai kelas 3 ), saya tinggal di sebuah keluarga yang menurut saya inilah keluarga terbaik yang pernah saya temukan sepanjang hidup saya. yah, saya tahu saya bukan siapa-siapa, bahkan mengenal mereka saja pun pada saat saya mau mendaftar masuk smp kelas 1. sebelumnya tidak pernah.

yah, saya rasa ini adalah jalan dari yang kuasa agar saya bisa mengenal mereka.

Ada yang pernah berkata bahwa tinggal bersama orang itu tidak semudah seperti yang dibayangkan, tapi setelah saya jalani keadaan ini sejak SMP kelas 1 sampai kelas 3, saya akhirnya bisa memahami bahwa apa yang mereka katakan itu tidak benar untuk orang-orang tertentu, karena tidak semua orang lain yang kita tinggali itu akan membuat kita merasa tidak nyaman.

yah, mungkin seperti itu.

Selama hidup bersama mereka, aktifitas saya yang paling sering dilakukan adalah bagun pagi langsung mandi dan sarapan ( karena sarapan sudah tersedia, kue dan air panas, entah itu teh atau kopi bisa dipilih sendiri ), setelah itu berangkat ke sekolah.

setelah pulang sekolah, langsung makan kemudian tidur siang. yah, setelah bangun dari tidur, kalau sudah sore yah langsung main sepak bola, setelah itu mandi, makan, nonton tv dan tidur kembali.

yah, tidak ada kerja berat atau pekerjaan yang selalu dibebankan kepada saya. yah, semua merata.

mungkin pekerjaan yang sering dilakukan adalah kasih masuk dan kasih keluar sapi, tapi satu ekor aja, diikat dibawah pohon kelapa yang ada rumputnya kalau pagi atau siang, dan kalau udah sore, dimasukkan kembali, yah, dan itu tanggung jawab bersama, tidak semuanya dibebankan ke saya.

kalau sudah musim kopra, biasanya 3 bulan/4 bulan sekali, barulah kami membuat kopra. yah, karena kami tinggal di dekat pantai yang mayoritas banyak kelapanya.

setelah itu, yah tidak ada lagi kerjaan yang lain sampai 3 tahun selama hidup disana.

yah, kalau mau dibilang mereka itu bukan siapa-siapa saya sebelumnya, karena saya tidak pernah mengenal mereka sebelum saya masuk ke SMP. Saya seorang beragama Kristen, sedangkan mereka adalah tetangga agama saya ( beragama Islam ), yah, tapi itu tidak masalah selama saya tinggal sama mereka.

mereka masih menghargai saya, kalau bulan puasa, mereka berpuasa dan kalau saya bangun lambat atau kesiangan, semua makanan sudah tersedia, tinggal makan saja.

yah, tidak harus saya yang bangun terus masak buat diri saya sendiri.

yah, itulah perjalanan hidup saya selama 3 tahun bersama mereka, hingga akhirnya sekarang saya telah menganggap mereka sebagai Keluarga saya sendiri, saya bebas kesana tidur, makan dan melakukan aktifitas seperti biasa di Rumah mereka.

yah, itulah yang terjadi.

Setelah hari terakhir, dimana saya ingin pergi dari tempat tersebut untuk melanjutkan pendidikan saya di SMA Mamuju, saya sempat mendengarkan kata terakhir dariĀ  Ayah pemilik rumah tersebut. yah, kata-katanya itu seperti ini

Cepat mi ko pergi, pergi mi ko“.

yah, kata terakhir yang diucapkan sambil menoleh ke samping kanan ketika saya pamitan untuk pergi.

pada waktu itu saya belum mengerti maksud dari kata tersebut. yah, dan pada waktu itu juga saya langsung pulang ke Rumah orang tua saya buat persiapa ke mamuju.

mungkin itulah inti dari kata yang saya maksud, dan saya belajar kata tersebut ketika baru-baru ini ada yang berkata ke saya kalau ia ingin pualng. yah, dan yang saya katakan juga maksudnya sama dengan kata di atas.

yah, katanya itu sama seperti ini:

Baguslah kalau gitu, biar sepi-sepi sedikit ini tempat. Lebih cepat pergi lebih bagus“.

yah, itulah kata-kata yang saya ucapkan. setelah itu baru saya mengerti kata di atas, ternyata orang-orang yang mengatakan kata-kata seperti itu ketika kita ingin pergi adalah

mereka yang sebenarnya tidak ingin untuk kita pergi, tapi apa boleh buat, semua tidak bisa dirubah, karena itu sudah merupakan sebuah keputusan akhir, jadi kata akhirnya buat merasa tenang ialah dengan mengatakan seperti itu“.

yah, itulah makna yang saya dapatkan dari kata tersebut, karena saya belajar dari apa yang pernah saya katakan.

sekian buat belajar memahami beberapa kata.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.