Aku Ingin Pulang

Kali ini aku ingin menulis sebuah catatan ingin pulang, sebuah catatan yang aku sendiri tidak tahu kenapa ini yang aku rasakan, tapi yang jelas ini merupakan catatan kehidupanku yang berasal dari apa yang aku rasakan saat dimana disini aku berada (“Saat ini”).

Aku Ingin Pulang – Duripoku, 27 November 2017

Hari ini atau saat ini, aku merasakan sesuatu yang memang diwaktu yang lalu aku pernah merasakannya juga. Yah, aku mencatat tentang apa yang aku rasakan dari sebuah perasaan yang membuatku merasakan sebuah kesesakan akan besarnya cinta ini ketika aku berada disana, di tempat dimana aku sendiri tidak pernah tahu, karena aku dibatasi untuk hal tersebut dari segi pikirku, tapi tidak untuk perasaanku.

Aku merasakan pernah berada disebuah tempat, tempat dimana aku memiliki cinta yang sangat besar untuk hal-hal yang aku sangat cintai, tapi kemudian aku meninggalkannya hingga akhirnya aku merasa bahwa aku sudah sangat jauh dari tempat tersebut, hingga akhirnya aku lupa, lupa akan sesuatu yang memang tidak aku ingat.

Perasaanku berbicara kepadaku, mengatakan dan berteriak dengan keras kepadaku dalam benakku sendiri, ia membawaku terbang, melukiskan catatan indah dalam sebuah memori di ingatanku dan melukiskan bayangan indah akan sebuah tempat yang penuh dengan sesuatu yang aku sebut cinta (“katanya”).

Aku sendiri disana, berjalan menyusuri waktu yang ada, aku tersesat dalam sebuah tempat yang aku ketahui, mencari jalan pulang yang tak kunjung aku temukan, melihat indahnya lukisan kehidupan yang tak akan pernah dapat aku lupakan, hingga akhirnya aku melakukannya hanya untuk sebuah kesempatan, sebuah kesempatan yang akan membuatku hilang, hilang untuk sebuah kehidupan yang pernah hilang dan yang telah hilang.

Aku bebas untuk memandang kemana hendak ku pandang dan menyusuri setiap liku yang ada, setiap warna yang terlukis dengan jelas tak dapat aku gambarkan dan katakan dalam tulisanku ini. Yah, aku tidak tahu apa yang aku ucapkan, tapi satu yang muncul dalam pikirku ialah Aku ingin pulang. Yah, aku ingin pulang ke tempat yang tidak aku ketahui, tempat yang hanya diingatkan oleh perasaanku tanpa diberitahukan kepada ingatanku. Tempat yang mungkin akan menjadi tujuanku kelak atau mungkin tidak sama sekali. Aku tidak tahu sampai disitu, bahkan di kehidupanku sekarang pun aku masih belum dapat untuk mengetahui rahasia yang masih saja disembunyikan dari diriku sendiri.

Jujur, disedikit waktu yang ada terkadang aku berkata dalam hatiku: “Aku Lelah”, lelah bukan karena sebuah jalan kehidupan, tapi karena aku masih belum bisa menemukan sesuatu yang aku cari. Yah, hal tersebut masih berada jauh daripadaku, hilang dari pandanganku dan mungkin tak akan aku temukan seumur hidupku (“Mungkin”). Tapi apakah aku peduli? tidak, aku sama sekali tidak mempedulikannya, karena satu yang aku pikir saat ini ialah aku ingin pulang, pulang ke tempat dimana seharusnya aku berada.

Sungguh, ini adalah catatan terkonyolku yang pernah ada, tapi seperti itulah aku, apa yang tak mampu digambarkan oleh pikirku dan dilukiskan oleh perasaanku, itulah yang dapat kucatat, karena memang, aku senang untuk melakukannya.

Inilah catatan kehidupanku. Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.