Berada Di Antara Tengah

Kali ini aku ingin untuk mencatat sebuah tulisan tentang berada diantara tengah. yah, aku juga tidak tahu kenapa aku ingin mencatat tulisan ini, tapi menurut aku ini ingin aja untuk dicatat agar dinding dari posting ini tidak kosong.

Berada Di Antara Tengah

Aku adalah keramaian, Tapi aku juga adalah Kesepian.
Dimana aku berada, disitulah keramaian berada,
Tapi dimana pula aku ada, disitu juga kesepian berada.

Aku adalah kebahagian, Aku juga adalah kesedihan.
Aku merasakan kebahagian yang benar-benar sempurna,
tapi aku juga merasakan kesedihan yang benar-benar menghancurkanku.

Aku adalah kehidupan dalam kesempurnaan yang benar-benar sempurna,
akan tetapi aku juga adalah keguguran dalam kehancuran yang benar-benar terasa mati.

Aku adalah harapan, tapi aku juga adalah bagian dari bukan harapan.

Aku membuat sesuatu menjadi nyata, tapi aku juga adalah merupakan sebuah ilusi.

Aku merasa bahwa semua ini nyata, karena aku ada,
Tapi aku juga merasa bahwa semua itu hanya bayangan kalau aku tak ada.

Aku adalah keberanian terbesar yang tersimpan,
tapi aku juga adalah ketakutan terbesar yang tersimpan.

Kesabaran ada padaku, tapi aku juga memiliki ketidaksabaran.

Aku menyimpan semua yang ada,
tapi aku juga yang telah melepaskannya.

Secara sadar aku sadar, tapi itulah kesadaran dalam ketidaksadaran.

Aku adalah kenyataan yang memang benar-benar nyata.
Tanpa aku semua tidak akan menjadi seperti sebuah kenyataan.

Aku memiliki kebaikan, tapi keburukan juga tak pernah jauh daripadaku.

Aku adalah aku, aku yang lain dari yang lain.

Yang mengenalku adalah orang-orang yang tidak mengenalku,
dan yang tidak mengenalku adalah orang-orang yang mengenalku.

Aku adalah keberhasilan, tapi aku juga adalah kegagalan.

Aku berada diantara tengah,
Waktu dalam sebuah waktu.

Waktu yang baik dan waktu yang buruk.

Aku memiliki segalanya,
tapi semuanya tidak dapat kumiliki.

Secara sempurna, aku tidak sempurna,
Tapi secara tidak sempurna, aku sempurna.

Aku adalah kehadiran, karena kehadiran ada padaku,
tapi aku juga merupakan kekosongan, karena aku juga memilikinya.

Aku menikmati semua yang kulihat,
Aku menikmati semua yang kudengar,
Semua yang mengabaikanku ketika aku berjalan didekat mereka.

Kata hati selalu datang,
bahwa kita akan bertemu di waktu selanjutnya,
Waktu dimana aku akan mengabaikan mereka,
sama seperti mereka melakukannya padaku.

Otakku menyimpan wajah mereka di bagian terdalam,
bagian yang paling dalam, yang berada dalam memori ini,
sehingga aku tak dapat untuk mengingatnya kembali,
tapi semuanya pasti akan dibuka kembali,
dilain waktu dimana semua akan dan harus ada.

Aku merasa bahwa aku adalah kenyataan,
kenyataan untuk diriku yang benar-benar nyata.

Aku akan merasa semuanya tidak nyata ketika aku tak ada.

Semuanya akan hilang bagai sebuah kenyataan yang berubah menjadi sebuah ilusi.

Sekian dan Salam Buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.