Sekedar Bercerita

Kali ini saya ingin menulis sebuah cerita tentang sekedar bercerita. Ini hanya cerita imajinasi aja, ini tidak pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi. yah, karena ini hanya cerita biasa yang sengaja untuk ditulis pada blog ini agar dinding posting ini tidak kosong, mungkin itu saja yang terpenting.

Sekedar Bercerita

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang cewek, dia adalah teman seangkatan saya, kita sudah lama berteman dan sekarang baru dipertemukan lagi ( Imajinasinya Seperti itu ). Untuk mengawali sebuah pertemuan, banyak cerita yang kami lewati bersama, tertawa sama seperti dulu.

Yah, kami adalah teman yang akrab, sehingga tidak ada lagi rasa malu diantara kami. Beberapa kata telah terucap, hingga akhirnya kami berbicara mengenai beberapa hal yang menurut saya sedikit serius ( Imajinasinya semakin keluar ). yah, percakapan singkat itu seperti ini:

Saya: Oh ia, kamu punya teman cewek g’ yang bisa dikenalin ama aku? ( Sambil senyum-senyum canda ).

Cewek: Banyak kok, kamu mau yang seperti apa?

wah, pertanyaanya ini membuat saya semakin ragu, karena ini cewek atau barang dagangan yah, kok bisa dipilih-pilih? yah, tapi agar ceritanya berlanjut, lebih baik saya lanjutkan tanpa banyak berkomentar (Dalam Imajinasi Seperti itu).

Saya: Yang saya mau itu seperti ini, kamu samperan seorang cewek yang menurut kamu cocok untuk aku. yah, setelah kamu samperin dia, katakan apa yang menurut kamu perlu untuk dikatakan. setelah kamu mengatakannya, hal yang perlu kamu katakan selanjutnya ialah Aku mau kamu mengatakan semua yang jelek-jelek tentang aku, sampai tidak ada lagi yang tersisa.

Setelah itu, tunggu respon dia. Jika dia katakan “Tidak”, maka berjanjilah padaku untuk mengatakan katakan Syukur ( “Syukurlah” ) dan Terima Kasih kepadanya serta tidak lagi menceritakan atau menyebut namaku didepannya.

Setelah itu, pergi dan lupakanlah dia untuk aku dan cari lagi yang baru. jika masih ada saja yang mengatakan “Tidak” setelah kamu mengikuti langkah yang diatas, maka lakukan terus seperti yang saya mau.

Setelah sampai akhir dan kamu mendapatkan kata “Ya”, maka disitulah saya berharap kamu datang kepadaku dan mengatakan bahwa ada yang mengatakan “Ya” untuk aku, sebab setelah kamu mengatakannya, aku akan menyuruh kamu untuk mengantarkanku kepadanya.

Apakah kamu bisa melakukan hal seperti itu?

Cewek: Okelah kalau begitu, saya akan coba.

Saya: (Tarik Napas Yang Dalam ) Terima Kasih Sebelumnya.

Setelah beberapa saat kemudian, kata itu datang dan saya pun dibawa menghadap dia yang mengatakan kata “YA”. Setelah sampai, tidak ada rasa terkejut dari Si Dia, karena semua yang ia lihat telah sama dengan semua yang ia dengar.

Hingga akhirnya saya hanya pergi dan menatap matanyanya beberapa detik sambil memegang tangannya ( Berjabatangan ) kemudian berkata “Terima Kasih”.

Setelah kata “Terima Kasih” Terucap, tidak ada kata lain lagi yang aku katakan, aku berbalik dan pulang. Aku memutuskan untuk tidak bertemu dengannya lagi untuk beberapa waktu.

Renggang waktu dari kata “Ya” sampai kepada kata “Siap”, sebelum bertemu.

Sekian dan salam buat cerita ini. Cerita yang hanya sekedar bercerita ( Berimajinasi ).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.