5 Menit – Kehidupan ( Part 1 )

Sudah lumayan lama aku tak pernah menulis di blog ini, sekarang aku ingin menulisnya lagi, dengan beberapa kata yang mungkin ingin saja untuk dikatakan pada blog ini. yah, catatan untuk hari ini adalah 5 menit – kehidupan.

5 Menit – Kebelakang & Kedepan

Ku berdiri di sebuah ruang waktu yang nyata,
itulah kenyataan yang merupakan katanya.
Ruang dimana sekarang aku berada,
itulah yang katanya merupakan sebuah dunia yang nyata.

Berpikir, berpikir dan terus berpikir,
itulah pilihan antara mau maju atau mundur.
maju untuk 5 menit pertama,
atau maju untuk 5 menit kedua.

Hingga akhirnya pilihan yang paling terakhir
adalah aku siap untuk terlebih dahulu mundur.
Mundur untuk melihat dan mengingat semuanya,
semua yang mungkin pernah terjadi sebelumnya.

Melihat sesuatu yang pernah ada,
disebuah ruang dan waktu yang sudah tak ada.
itulah sebuah pilihan,
yang mungkin tapi tak mungkin.

menit pertama kuambil secara perlahan tapi pasti,
itulah kata-kata yang tepat untuk saat ini.
sesuatu yang tidak mungkin tapi mungkin,
itulah keinginan untuk membentuk sebuah harapan.

ketika aku sudah sampai pada menit pertamaku,
aku merasa bahwa semuanya sama seperti dulu,
masih ada ruangan yang kosong,
tak ada yang terlihat bahkan tak ada yang terdengar.

aku semakin ragu dan semakin takut,
karena setiap menit yang kuambil kebelakang,
terlalu sepi untuk dilewati,
istilahnya adalah tidak berani untuk sendiri.

Setelah itu,
Aku mencoba kembali untuk melangkah,
mengambil menit keduaku kebelakang,
agar aku bisa tahu, apa yang sebenarnya terjadi disana.

Setelah berhasil berdiri di menit keduaku,
aku merasa bahwa ruangan tempat aku berdiri ini,
terlihat dan terdengar semakin sepi.

Ketakutan datang menyerang,
ketika tubuh ini sementara berada dalam sebuah ruang,
sebuah ruang yang katanya tidak bertuan.

Setelah itu aku memutuskan untuk mundur lagi,
mundur ke menit ketigaku,
Mungkin disana tidak terlalu sepi,
itulah harapan yang membuatku tak ragu.

Setelah aku sampai pada menit ketigaku,
ruangan semakin sepi,
aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,
karena seolah-olah ini adalah sebuah tantangan.

Sementara berada pada menit ketigaku,
aku akhirnya merasa sesuatu yang katanya sedikit berbeda.
mengenal sebuah rasa takut yang ada padaku,
itulah keputusan yang aku putuskan untuk lebih mengenalnya.

masih sendiri itulah yang terjadi,
terjadi di sebuah ruangan yang sepi ini.
akhirnya aku memutuskan untuk melangkah lagi,
melangkah untuk pergi ke menit yang keempat.

setelah sampai ke menit yang keempat,
ruangan semakin sepi,
tapi rasa takut sudah tidak ditakuti,
karena aku sudah mengenalnya,
dan ia telah menjadi bagian dari diriku.

Sahabatku adalah Takutku,
itulah motivasiku,
sampai dimana aku berada,
disitulah aku merasa nyatanya sebuah dunia.

takut sudah menjadi sahabat,
tapi sepi sekarang terasa seperti musuh,
musuh yang mungkin akan membunuhku,
diruangan yang tak bertuan ini.

Akhirnya diruangan ini, aku memutuskan untuk berjalan,
berjalan untuk mencari seorang teman,
teman yang mungkin saja dapat memabantuku untuk tetap bertahan,
sampai akhir dari sebuah menit kehidupan.

tidak ada teman yang dapat kutemukan pada menit ini,
tapi aku merasa bahwa ada seseorang yang selalu mengikutiku.
yah, tidak ada yang kutemukan selain diriku sendiri,
yaitu aku dan bayanganku.

Banyanganku selalu menemaniku,
dan akhirnya aku merasa,
bahwa dialah teman terbaikku,
yang katanya selalu ada.

takut dan sepi kini telah hilang,
sekarang aku berjalan dengan sebuah bendera kesombongan.
karena semua yang ada padaku,
telah menjadi sahabatku.

menit terakhir adalah tujuanku,
yaitu menit kelima yang penuh dengan tanda tanya.
apa yang akan kutemukan disana?
hatiku bertanya pada pikiranku, begitu pula sebaliknya.

setelah aku berjalan kesana,
apa yang aku temukan?
kegelapan.

menit kelimaku adalah menit kegelapan,
karena disana tidak terdapat cahaya sedikitpun.
rasa takut tetap menjadi sahabatku,
tapi kini, sepi seolah akan membunuhku.

temanku telah pergi, yaitu bayanganku.
aku berusaha untuk mencarinya,
tapi semuanya terlihat sia-sia.

kegelapan datang dan ia menghilang,
hingga akhirnya aku sadar,
bahwa didunia ini tidak ada yang dapat aku percaya,
bahkan bayanganku sendiri, pergi meninggalkanku ketika kegelapan telah tiba.

tubuh ini terjerat dalam kegelapan dan kesepian,
tapi aku masih punya harapan,
karena ini hanya permulaan,
permulaan dari sebuah bentuk yang namanya kehidupan.

akhirnya aku tahu,
bahwa itulah 5 menit dibelakangku.
aku banyak belajar dari 5 menit tersebut,
dan aku tahu bahwa itulah salah satu keindahan tersendiri yang pernah ada.

setelah itu,
aku tersadar pada dunia yang katanya nyata bagiku.
setelah itu, aku berusaha untuk berjalan,
berjalan untuk menyusuri sebuah menit kehidupan yang tepat berada didepan.

Karena itulah tujuanku selanjutnya,
Agar aku dapat mengetahui sesuatu yang mungkin akan menjadi nyata.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.