Aku Dan Kisah Ku

Kali ini aku tidak tahu mau menulis tetang apa, tapi apa yang akan tertulis disini hari ini adalah apa yang sedang terpikirkan olehku saat ini. Jujur, hari beberapa hari belakangan ini dari beberapa minggu yang lalu, tubuhku capek banget, tapi yah sudahlah, semoga skripsi ini memiliki hasil yang baik Aja. Setidaknya aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Inilah catatanku hari ini.

Aku Dan Kisah Ku – Jakarta, 1 Juli 2017

Terkadang aku mencintai diriku sendiri,
Tepat pada waktu dimana aku telah membacinya,
Dan terkadang aku membenci diriku sendiri,
Tepat pada waktu dimana aku mencintainya.

Aku yah aku,
Aku sendiri terkadang bingung dengan diriku sendiri,
Aku terkadang memakinya, memukulnya, dan disaat yang sama
Aku sendiri yang terkadang merasakan sakitnya.

Aku pernah meminta sesuatu kepada Tuhan ku,
Aku tidak langsung menerimanya,
Tapi aku sudah menerimanya.

Apa yang aku alami saat ini,
Jauh dari yang pernah ku minta,
Tapi semua permintaanku memiliki tujuan yang sama,
Aku ingin jatuh, tapi tak sedalam ini yang aku inginkan.

Itulah yang terjadi sekarang,
Saat dimana apa yang kita minta akan diberikan,
Bukan karena semua tidak punya tujuan,
Justru hal ini memiliki tujuan yang sangat jelas.

Aku pernah merencanakan sesautu dari apa yang pernah kuminta,
Semua telah terjadi, tinggal rencana yang masih tinggal rencana.

Aku tahu, Ada saat dimana Tuhan ku akan membawaku,
Membawaku ke sebuah tempat yang lain,
Tempat yang aku sendiri tidak tahu, tempat apa itu,
Tapi yang jelas aku akan diangkat dari tempat dimana aku terjatuh.

IA pernah menunjukkannya kepadaku,
Aku pernah melihatnya
Ia mengajariku untuk percaya pada-NYA,
sampai dimana aku telah sembuh maka disitulah aku tahu aku telah Percaya.

Ia menutup semua ruang yang ada disekitarku,
Ia menutup semuanya tanpa ada cela sedikitpun.

Aku tertutup oleh-NYA,
hingga akhirnya kebebasan mengurungku hingga menjadi tak bebas,
Aku ingin keluar tapi IA melarangnya,
Aku harus tetap berdiri dan tetap berjaga sampai pada waktu dimana
IA telah membuka semua ruang yang ada disekitarku atau didalam diriku sendiri.

IA mengajariku untuk terus mengalir dan terus mengalir seperti air,
Tak pernah berhenti sampai itu benar-benar berhenti.

IA mengajariku untuk menikmati kehidupanku,
Sampai pada saat dimana batas dari napas terakhir dihembuskan.

IA mengajariku untuk tetap tinggi seperti bintang,
Tapi aku terjatuh saat aku tahu bahwa rendah adalah yang baik.

Aku tidak tahu apakah aku masih bisa seperti bintang atau tidak,
Tapi yang jelas tidak ada yang mustahil bagi-NYA,
itulah yang aku ketahui.

IA mengajariku untuk tetap bertahan pada tempat dimana aku berada,
Sampai pada saat dimana aku tidak harus berada disana,
Disitulah aku tahu bahwa ada sesuatu yang indah yang telah disediakan.

IA menuntunku, membimbingku ke jalan yang telah IA tentukan,
walaupun aku terkadang keluar sangat jauh,
IA tetap membawaku tanpa lelah ke jalan yang telah IA tentukan.

IA mengenal dan mengatahuiku jauh dari yang aku ketahui,
aku mengenal-NYA, walaupun terkadang ada sedikit ragu,
Aku tetap Percaya padanya.

Kepercayaanku pada-NYA tida akan pernah mati,
Walaupun matahari telah berhenti untuk bersinar,
Karena aku percaya pada-NYA.

Ia menunjukkan masa depan padaku,
Ia memperlihatkan apa yang perlu untuk ku ketahui.

Jika aku percaya kepada-NYA,
IA berjanji akan menunjukkan kepadaku apa yang tidak dapat dilihat orang
dan apa yang tidak dapat diketahui oleh orang lain.

Sama seperti yang pernah IA katakan,
Aku mendengarnya, jelas dalam sadarku.

Kekuatan-NYA begitu dashyat,
tak ada kekuatan sebesar itu,
aku merasakannya dan aku bersyukur telah merasakannya.

IA mengatakan kepadaku sesuatu yang aku sebut janji,
tapi kapankah aku bisa percaya?

Aku sudah terjatuh dan hanya IA yang mampu untuk mengangkatku,
tepat pada saat itu aku tahu IA telah mengangkatku.

IA masih melihatku dari tempat dimana IA berada,
Aku percaya pada-NYA melebihi kepercayaanky pada dari diriku sendiri.

aku tahu IA menunggu saat yang tepat,
saat dimana aku benar-benar sendiri,
sendiri dalam sebuah keramaian,
itulah yang IA perlihatkan kepadaku.

Setelah itu terjadi, IA sendiri yang akan memanggilku,
membawaku, dan menyembuhkanku dari penyakit kehidupanku.

Dan pada saat itu aku akan tahu bahwa aku telah bebas,
Karena aku memang sudah bebas.

Dan pada saat itu juga orang akan tahu bahwa,
“Yang terkecil ialah yang terbesar dan
Yang terbesar ialah yang terkecil”.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

Salam untuk Scriptsweet, Jakarta 1 Juli 2017 – Penantian Pendek 5 Juli 2017 dan Penantian Singkat 10 Juli 2017.

🙂

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.