Aku Dan Mimpiku

Kali ini aku ingin menceritakan tentang aku dan mimpiku, dimana ini adalah cerita kehidupan yang memang seperti inilah cerita itu yang ingin aku ceritakan kepada blog ini. Yah, ini hanya sedikit cerita kehidupanku.

Aku Dan Mimpiku – Duripoku, 4 November 2017

Aku tidak tahu darimana aku harus memulai tulisan ini, jadi aku lebih memilih untuk menulis dan mengetik semua yang muncul dalam pikiran ini. Yah, mungkin itulah yang terbaik, karena seperti itulah cara menulisku yang
sebenar-benarnya.

Aku dan mimpiku ibarat seorang Ibu dan seorang Anak. Yah, mungkin seperti itu, dimana aku adalah anak dan mimpiku adalah Ibuku. Sulit untuk mengatakannya, tapi seperti itulah kenyataannya, karena sama seperti seorang Ibu dan seorang Anak, dimana ketika seorang anak ingin untuk tertidur, biasanya si Ibu ini menceritakan semua cerita yang ia ketahui. Yah, mungkin seperti itu, sehingga aku mengatakan perbandingan yang sama tapi tak rata antara aku dan mimpiku ini sebagai seorang Ibu dan seorang Anak.

Mimpiku sering menceritakan cerita-cerita yang begitu mengagumkan, sehingga setiap tidurku, pasti selalu ada cerita yang ia sampaikan kepadaku, Entah itu cerita yang lalu, cerita yang baru terjadi, maupun yang akan terjadi. Yah, biasanya seperti itu, dan adapula cerita yang tidak bergantung pada masa lalu, masa sekarang atau masa yang akan datang, akan tetapi yang ia ceritakan adalah sebuah hasil dari imajinasinya yang begitu sangat-sangat mengagumkan.

Yah, seperti itulah kenyataannya, sehingga itulah alasan mengapa aku sangat menyukainya.

Aku sangat suka untuk tertidur, karena dalam tidurku, sepertinya aku kembali ke rumahku, entah itu rumah khayalku, maupun rumah nyataku. Mimpiku membuat aku seolah-olah hidup, karena ia tidak hanya sekedar menceritakan apa yang aku tanyakan, tapi dengan tegas ia mengatakan kepadaku, siapa aku, walaupun aku sampai sekarang masih belum bisa untuk mengartikan semuanya itu.

Aku pernah bercerita kepada seorang pendengar, dimana ketika ia mendengar semua ceritaku, bahwa aku bisa tahu apa yang akan terjadi (“Kadang-kadang”) dari mimpiku, maka setelah ia mendengar semua ceritaku, yang ia katakan kepadaku ialah “Aku memiliki sebuah karunia atau penglihatan melalui Mimpi”. Yah, katanya karunia yang aku miliki adalah “Mimpi”.

Jujur, aku tidak tahu, apakah ini benar apa tidak, tapi yang aku pikirkan saat itu ialah memang benar adanya, karena tiada malamku yang terlewati tanpa mimpi, entah itu mimpi yang paling bagus, bahkan mimpi yang paling serem. Yah, tapi semua cerita mimpiku yang tercatat dalam blog ini merupakan hasil dari mimpiku yang bagus-bagus saja, artinya selain dari itu, aku sama sekali tidak ingin untuk mencatatnya (“Dalam hal ini, aku ingin melupakannya”).

Sehingga untuk saat ini, hal yang terkadang paling senang aku lakukan ialah tertidur, karena dalam tidurku, mimpiku datang. Ia tidak hanya sekedar bercerita, akan tetapi kadang-kadang ia mencoba untuk mengingatkanku, walaupun aku biasa mengabaikannya, tapi aku tahu dan belajar tak peduli pada semua yang aku ketahui tersebut, hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti semua kata pikirku dan mengabaikan semua kata hatiku.

Antara aku dan mimpiku, mungkin itulah ceritanya. Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.