Anjing Yang Ramah ( Memori )

Kali ini aku ingin menulis tentang Anjing yang ramah. Yah, ini tentang peliharaanku. Catatan ini akan mengingatkanku tentang Anjing tersebut, karena ia begitu ramah dan baik, bukan hanya kepadaku saja, akan tetapi kepada setiap orang yang datang atau singgah di Rumah orang tua ku.

Anjing Yang Ramah – Duripoku, 1 Januari 2018

Aku punya seekor peliharaan yang sangat ramah, ia adalah Anjing yang aku maksudkan ini. Yah, awal aku kembali ke rumah orang tua ku, beberapa ekor yang lain tidak begitu ramah ketika pertama kali melihatku, akan tetapi untuk Anjing yang satu ini, tidak sama seperti yang lainnya.

Ia datang menghampiriku, menggoyang-goyangkan ekor pendeknya dan menurunkan sedikit kedua telingannya. Ia terlihat bahagia, karena ia memang selalu saja bahagia dan tak pernah tidak ramah kepada setiap orang yang datang.

Hobinya ialah tidur dikamar bagian belakang, ia sering masuk ke dalam Rumah dan tidur di sana. Ia tak seperti kebanyakan Anjingku yang lain, karena ia tak serakus mereka. Ia tak akan memakan apa yang ada, sampai hal tersebut diberikan kepadanya.

Badannya sedikit besar dan bulat itulah istilah untuknya, ia sangat baik dan sungguh baik serta ramah. Sungguh, kata-kata ramah tak pernah bosan aku tuliskan untuk mewakili betapa ramahnya ia.

Sebelum akhirnya ia disembelih, tepat pada tanggal 31 Desember 2017, aku sempat bermain dan memarahinya, karena ia datang tak diundang. Ketika aku bermain dengan 2 ekor anjing kecilku yang lain, ia datang dan menghampiriku dan mencium kepalaku. Aku mendorongnya, ia datang lagi, aku mendorongnya lagi, ia datang lagi.

Setelah itu, aku bangun dari dudukku dan melakukan aktivitasku yang lain. Ketika aku merapikan sabuk kelapa agar dapat terkena sinar matahari, aku sengaja memanggil beberapa anjing kecilku, namun ia mendengarnya dan ia datang lagi dan dekat denganku. Ia mendekatkan wajahnya dengan sedikit senyuman bahagianya kepadaku dan aku mendorongnya dan beberapa kali aku sempat memarahinya. Aku melemparkan beberapa sabuk kecil ke arah badannya, karena aku sedikit buat kesal sama dia.

Yah, setelah itu, ia pergi dan itulah waktu terakhir aku bermain dengannya.

Setelah itu, aku masuk ke kamar dan bermain hp dan laptop. Menonton dan menggunakan headset, hingga akhirnya ketika tepat jam 2’an, ia disembelih dan aku sama sekali tidak tahu akan hal tersebut. Ketika telah sore¬†aku keluar dan ada darah yang berserakan dibelakang rumah. Setelah itu aku bertanya kepada Ibuku bahwa darah apa ini? Dan beliau menjawab bahwa itu darah Anjing yang ekornya pendek, karena ada seseorang yang datang membelinya dan akhirnya ia disembelih.

Sungguh, aku sama sekali tidak habis pikir akan hal tersebut, karena baru saja aku bermain dan memarahinya, baru saja aku kesal dengannya, baru saja ia mencium dan menggangguku, tapi sekarang ia sudah disembelih. Selamanya mungkin aku tak akan bertemu dengannya lagi, Anjing yang warnanya sama dan begitu pula dengan sifatnya.

Sampai jumpa Anjing kesayanganku. Semoga kita dapat bertemu kembali. RIP – Anjing Yang Ramah (Memori).

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini, catatan untuk Anjing yang ramah yang selamanya tak akan pernah hilang dari memori ingatanku. Sampai roh dan tubuhku berpisah dan sampai napas ini mengucakan
kata selamat tinggal untuk dunia yang fana ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.