Antara Aku Dan Kata Hatiku

Kali ini aku ingin menulis tentang antara aku dan kata hatiku. Yah, ini merupakan catatan kehidupan, sebuah catatan dari sebuah kehidupan yang menurutku perlu untuk ditulis, sebagai bagian dari kehidupan yang mungkin dapat tetap untuk diingat ketika dibaca kembali di lain waktu yang akan datang.

Antara Aku Dan Kata Hatiku – Duripoku, 19 Februari 2018

Aku dan kata hatiku atau intuisiku, aku tidak tahu, apakah kata hati dan intuisi ini sama atau tidak, tapi sepertinya sama. Yah, hari ini aku ingin menuliskan tentang kata hatiku ini atau intuisiku ini, catatan yang sedikit penting namun tak penting.

Kata hatiku ialah kata-kata yang biasa terdengar atau yang dirasakan ada. Sesuatu yang membisikkan kepada kita tentang sesuatu hal yang lain yang terkadang kita sendiri tidak tahu, darimanakah asalnya bisikan itu, yah, kita mungkin akan bertanya darimanakah asalnya.

Ada yang mengatakan bahwa itu adalah kata hati, atau aku tidak tahu dan sama sekali tidak mengetahuinya darimana datangnya suara itu. Yah, aku sama sekali tidak mengetahuinya.

Sesuatu sering berbisik kepadaku, entah itu tentang perasaan ini, tentang apa yang terjadi dalam dunia nyataku atau semua tentang itu. Yah, sesuatu itu katanya merupakan kata ha tiku. Aku sangat percaya padanya, sejak awal aku mengenalnya, aku selalu percaya pada bisikannya.

Setelah waktu berlalu, semua yang ia katakan membuat aku bukannya bebas dari semua yang dikatakan kepadaku, akan tetapi ia membuat aku terjebak dan terkurung dalam sebuah ruangan kata yang tak berujung, hari demi hari yang terlewati, ia selalu dan selalu mengatakan apa yang ingin ia katakan. Awalnya aku percaya, karena aku tahu bahwa ia tahu sesuatu tentang apa yang ia katakan kepadaku yang memang tidak ku ketahui.

Hingga akhirnya ketika semua sudah tampak jelas, akhirnya aku memperjelas akan semua yang ia katakan kepadaku, aku menentukan waktunya dan mencari kebenaran dari yang ia ucapkan kepadaku, hingga akhirnya setelah semua yang aku tentukan berlalu tanpa ada pembuktian bahwa itu benar, dari situlah aku tahu bahwa kata hatiku, kata yang selalu aku dengar dan percayaai ternyata berbohong padaku.

Yah, semua yang pernah ia katakan merupakan sebuah kebohongan besar. Aku tidak tahu kenapa ia harus berbohong padaku, tapi apapun itu, aku tidak peduli untuk saat ini, intinya ialah ia adalah pembohong. Mulai dari sekarang, catatan ini akan mengingatkanku bahwa aku sungguh tidak akan pernah peraya lagi pada kata hatiku, darimanapun itu datangnya, aku sama sekali tidak akan pernah percaya padanya.

Semua yang pernah kutulis dan blog ini yang berasal dari intuisi atau apa yang aku tebak atau aku pikirkan yang berasal dari kata hatiku adalah sebuah kebohongan besar yang tidak akan pernah menjadi nyata, karena aku memang sudah tidak percaya lagi padanya atas semua yang ia lakukan padaku yang bukan hanya membohongiku, akan tetapi ia juga yang menjebakku, membuatku terjatuh dan tak mau memberikanku sedikit ruang, setidaknya sekotak untuk sebuah carut agar sebuah pion dapat melangkah, meskipun hanya sekotak.

Kata hati – Kata hati, darimanapun engkau datangnya, aku tak peduli, satu yang aku ketahui tentangmu ialah engkau pembohong.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan antara aku dan kata hatiku.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.