Antara Aku Dan Kepercayaanku

Kali ini aku ingin menulis catatan antara aku dan kepercayaanku. Yah, ini merupakan catatan kehidupan, sesuatu yang pernah terjadi, masih terjadi dan akan selalu tetap untuk terjadi, karena cerita ini merupakan cerita dari sebuah kisah yang diceritakan tanpa ada akhir.

Antara Aku Dan Kepercayaanku – Duripoku, 13 Desember 2017

Di Dunia ini, hanya ada 3 yang aku percayai, yaitu:

  1. Aku percaya pada Tuhan
  2. Aku percaya pada kata hatiku
  3. Aku percaya pada mimpiku

Tidak selain itu, bahkan diriku sendiri sama sekali tidak aku percayaai, karena aku mengenalnya sebagai seorang pribadi yang pembohong.

Dari ketiga yang aku percayai di atas, Tuhan menunjukkan kasih-NYA kepadaku agar aku harus hanya percaya pada-NYA, tidak selain itu. Yah, hal ini terjadi dari sebuah kisah yang berada di waktu yang lalu yang memang telah  terlewati.

Cerita Kehidupan

5 Tahun yang lalu, aku memiliki sebuah kehidupan yang sangat-sangat menyenangkan, karena apa yang terjadi berjalan seturut dan sesuai dengan sebuah kenyataan (“katanya”). Yah, semua terjadi dan berjalan terus berjalan tanpa ada berhenti.

Mimpiku menceritakan kisahku kepadaku pada kehidupan ini, kisah yang sangat menyenangkan tentunya. Aku percaya padanya, bahkan aku tak ragu sedikitpun, karena memang, terkadang ia tak pernah salah dalam menceritakan sebuah cerita kepadaku.

Begitu pula dengan kata hatiku, selama 5 tahun berjalan, ia menuntunku, mengatakan kepadaku sesuatu yang katanya sejalan dengan jalan dari sebuah kehidupan yang sementara aku lewati pada waktu itu. Aku percaya padanya, karena satu yang aku ketahui ialah kata hatiku tak pernah berbohong padaku.

Yah, hingga akhirnya muncul lah dalam pikirku bahwa di Dunia ini ada tiga yang aku percayaai, seperti yang aku tuliskan di atas.

Ketika semuanya berlalu dan terus berlalu, ketika aku telah memasuki sebuah titik yang katanya merupakan titik akhir bagiku, saat itulah aku sadar dan aku sempat bertanya kepada diriku sendiri:

“Apakah hal ini benar adanya atau aku memang sudah dibohongi sama kata hatiku dan sama mimpiku sendiri?”

Yah, aku dibohongi selama 5 Tahun sama mimpiku dan sama kata hatiku, aku sama sekali tidak sadar akan hal tersebut dan masih saja tetap percaya pada mereka, hingga akhirnya ketika semua telah benar-benar berakhir, mereka juga sama sekali tidak mengatakannya kepadaku, karena itulah yang mereka inginkan, agar:

“Terkadang aku harus dapat belajar untuk tidak mempercayaai mereka”.

Yah, 5 Tahun aku hidup dari kebohongan mereka tentang sebuah kehidupan yang penuh dengan kebohongan. Tapi sampai pada detik ini, sekalipun aku telah dibohongi, aku masih tetap percaya, walaupun tidak sebesar kepercayaanku yang lalu, tapi setidaknya itu cukup untuk tetap mengingatkanku bahwa aku pernah hidup dalam sebuah ruang waktu yang penuh dengan kebohongan.

Aku tahu saat ini, saat artikel ini tertulis, bahwa:

“Semua ini memang harus terjadi, karena jika hal ini tidak terjadi, maka aku tidak akan bisa mendapatkan apa yang harusnya aku dapatkan”.

Yah, Tuhan berbicara kepadaku bahwa: “Aku harus percaya kepada-NYA”, tidak selain itu.

Jadi hingga sampai detik ini, kepercyaanku tetap hanya untuk Tuhan ku, sampai mati pun kepercayaanku tak akan hilang, karena satu dariku ialah:

“Lebih baik napas ini pergi dari tubuh ini, daripada aku harus kehilangan kepercayaanku”.

Bulat kepercayaanku untuk Tuhan ku, sedangkan untuk mimpiku dan kata hatiku telah terpecah dan mungkin dapat menjadi bulat kembali, jika apa yang pernah mereka ceritakan kepadaku menjadi nyata adanya.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.