Apa Yang Terpikirkan?

Kali ini aku ingin menulis tentang apa yang terpikirkan, sesuatu yang muncul dalam pikiran ini dan kata hatiku memaksaku untuk menuliskannya pada blog ini, sebagai bagian dari kehidupan. Karena serasa tidak tenang kalau apa yang terpikirkan ini tidak dituliskan.

Apa Yang Terpikirkan – Jakarta, 23 Februari 2019

Apa yang sebenarnya terpikirkan ini adalah mungkin hal-hal yang sedikit konyol atau sedikit sok tahu atau tidak masuk akal atau whatever, aku juga tidak peduli, intinya aku ingin menulisnya agar hati ini bisa tenang, karena seolah-olah ia memaksaku untuk menuliskannya.

Apa Yang Terpikirkan?

Yang terpikirkan ialah untuk saat ini orang-orang akan bersyukur dan mengatakan bahwa:

“Ya ALLAH, aku bersyukur karena aku masih memiliki orang tua, memiliki istri yang cantik dan baik, memiliki anak, memiliki saudara, keluarga, harta yang cukup untuk kehidupanku yang akan datang dan semua tentang itu.”

Akan tetapi akan tiba saatnya dimana semuanya akan berbalik, mereka yang tidak memiliki apa-apa yang akan bersyukur akan kehidupan mereka. Mereka akan mengatakan bahwa:

“Aku bersykur kepada-MU ALLAH, Tuhan langit dan Bumi, Aku bersyukur kepada-MU TUHAN YESUS. Karena aku tidak memiliki orang tua, istri dan anak yang perlu untuk aku tangisi dan harta yang banyak yang perlu untuk aku sesali”

Dan mereka yang telah bersyukur sebelumnya, akan berdiri dan menangis, karena mereka akan ditinggalkan, sebab sebelumnya mereka bahagia. Karena apa yang ada padanya diambil daripadanya, sedangkan yang tidak ada, tidak ada pula yang perlu untuk ditangisi.

Apa Yang Terpikirkan?

Yang terpikirkan olehku saat ini ialah katanya saatnya sudah sangat dekat, sama seperti zaman Nuh dan sama seperti zaman Lot, demikianlah pula dunia ini untuk saat ini, semuanya katanya telah terlihat dengan jelas dan waktunya sudah tinggal sedikit lagi.

Apa Yang Terpikirkan?

Yang terpikirkan ialah ketika semuanya berakhir maka itu belum berakhir, tapi itulah awal dari sebuah akhir yang akan menuju kepada yang akhir untuk sebuah zaman yang baru.

Aku tidak tahu, apa ini, inilah yang ingin aku tuliskan saat ini dan semua yang dituliskan atau yang tertulis ini, anggap aja pikiran bodoh yang tidak memiliki arti, tapi setidaknya aku legah sekarang, karena aku sudah selesai menuliskannya dan sudah tidak ada lagi yang perlu untuk dipikirkan untuk dituliskan.

Sekian dan salam untuk catatan kehidupan tentang apa yang terpikirkan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.