Apalah Artinya Ini?

Aku tidak tahu arti dari apa yang akan kuceritakan di bawah ini, tapi itulah yang sempat kulihat dan itulah yang kupertanyakan kepada diriku sendiri, apalah artinya ini? hingga akhirnya aku bertanya dan belajar untuk menulisnya disini, mungkin di waktu yang akan datang, aku akan dapat melihat arti dari cerita ini.

Apalah Artinya Ini?

Dibeberapa waktu yang lalu aku tertidur dan bertemu cerita dari sebuah mimpi yang aku jalani itu. Yah, inilah ceritaku:

Aku bermimpi berada disebuah puncak, puncak yang sangat tinggi di waktu ini, akan tetapi aku berjalan menuruni puncak ini, hingga akhirnya aku tiba di dasar jurang dari puncak ini. Yah, setelah aku berada di dasar dari jurang ini, aku berdiri dan yang sempat kulihat pada waktu ini ialah ada sesuatu di tanganku terangkat ke langit. Yah, aku tidak tahu apa itu, tapi yang jelas itu terangkat dan aku melihatnya.

Setelah cerita mimpi berakhir, aku terbangun dan menceritakan kepada Ibuku bahwa:

“Tuhan telah mengambil bagian yang telah diberikan kepada titus, IA telah mengambilnya kembali karena titus sempat bermimpi …. (“menceritakan cerita mimpi tersebut”). Tapi tidak apa-apa, biar IA puas melakukannya (“Aku sempat mengeluarkan kata bodoh ku”)”.

Yah, aku sempat menceritakan cerita tersebut, tapi dalam waktu mendengar, Ibuku hanya berkata: “Ah tidak, Tuhan tidak mungkin begitu”.

Yah, intinya Ibuku menasehatiku dalam hal ini, hingga akhirnya ketika aku mengatakan: “Biar IA puas”, Ibuku langsung mengatakan: “Lu tu siapa jadi bilang Tuhan begitu”. Yah, Ibuku memarahiku.

Jujur, aku sama sekali bertanya-tanya tentang cerita ini, tapi kata hatiku yang sudah tidak kupercayai mengatakan bahwa: “Tuhan telah mengambilnya”. Yah, itulah yang dikatakan kata hatiku.

Beberapa hari setelah itu, ternyata cerita mimpi ini tidak berakhir sampai disini, karena ada lagi yang sempat diceritakan oleh cerita mimpi kepadaku sebuah cerita yang lain ialah:

Aku terlihat sementara berdiri di dasar jurang, aku menaiki sebuah puncak secara perlahan, setelah itu terlihat aku menggunakan sebuah kendaraan, tapi begitupula demikian, aku tetap saja melakukannya (“Mendaki┬áPuncak tersebut”) secara perlahan hingga aku sempat melihat puncak itu (“Walaupun aku belum sampai di atasnya”).

Yah, ceritanya terlihat seperti itu, hingga akhirnya ketika aku terbangun, aku menceritakan cerita tersebut lagi kepada Ibuku bahwa: “Aku akan berjalan secara perlahan untuk menaiki puncak dari hidup ini”.

Yah, mungkin arti yang aku ceritakan kepada Ibuku tidak terlalu sama, tapi makna yang terkandung dalam kata tersebut ialah sama.

Sekian dan salam buat cerita kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.