Boikot dan Boikot

Kali ini aku ingin sekali menulis tentang isu-isu yang beredar di dunia maya. Yah, isu yang sedang populer saat ini tentang sesuatu yang namanya Boikot. Ini merupakan catatan kehidupan dan apa yang sedang terpikirkan sekarang.

Boikot dan Boikot – Duripoku, 26 Desember 2017

Di beberapa waktu yang lalu, aku menonton berita tentang Yerusalem yang di claim sepihak oleh Presiden Amerika Serikat, sebagai Ibukota dari Israel. Yah, hal tersebut tentu saja sangat membuat heboh dunia, karena sebagian orang menganggap bahwa hal itu telah masuk ke dalam ranah kepercayaan.

Di saat yang sama pula, beberapa informasi beredar tentang yang namanya Boikot. Yah, secara pribadi kalau saya sendiri, tidak setuju dengan hal tersebut, karena ini masalah ketergantungan.

Yah, ada isu yang mengatakan bahwa kita (“Bangsa Indonesia”) harus memboikot produk Amerika. Yah, isu yang tersebar di media televisi atau internet ialah tentang boikot produk amerika serikat.

Jika kita memboikot produk amerika serikat, apa saja yang bakal dihilangkan dari Bumi Pertiwi?

1. Google
2. Facebook
3. Whatsapp
4. Yahoo
5. Microsoft (“Jangan lupa microsoft loh”).
6. Dan masih banyak lagi (“Pokoknya banyak banget dah”).

Yah, itu merupakan sebagian kecil yang disebutkan namun memiliki tingkat kepentingan yang sangat penting dalam kehidupan kita.

Hari ini aku membaca sebuah artikel: FPI Siap Luncurkan 3 Aplikasi Pengganti Facebook, WhatsApp dan Google (“Sumber: Jawa Pos; Url: Alamat URL“).

Yah, itulah artikel yang sempat saya baca hari ini dan informasi yang saya dapatkan dari artikel tersebut ialah:

1. Redaksitimes Sebagai Pengganti Facebook
2. Callind Sebagai Pengganti WhatsApp
3. Geevv Sebagai Pengganti Google

Yah, katanya itu merupakan karya dari anak bangsa sendiri. Ada hal yang sangat menarik disini, ketika saya mencoba untuk membuka sebuah situs web karya akan bangsa tersebut, yaitu: Geevv

Tampilan Utama Geevv

Tampilan utama dari situs pencarian karya anak bangsa sebagai pengganti Google (“Produk Amerika yang mau di boikot”) sangat mengagumkan dan tampilannya bagus, karena hanya terdapat sebuah kotak pencarian yang tinggal digunakan.

Setelah itu, saya mencoba untuk menelusuri sebuah kata kunci: “Blogspot”. Yah, saya mencoba untuk menelusuri kata kunci tersebut, hingga akhirnya saya menemukan hasil pencarian yang tampilan dari hasil pencarian tersebut sama persis kayak mesin pencari Google. Yah, hampir sama.

Setelah itu, saya mencoba untuk gulir atau scroll ke bawah dari halaman ini dan melihat, apakah dibagian bawahnya juga tampilannya sekeren tampilan Google? Yah, saya mencoba untuk Gulir ke bawah. Setelah sampai di bawah, satu hal yang saya temukan ialah: Powered By Bing.

Yang jadi pertanyaan sekarang ialah:

1. Bing itu mesin pencari dari mana?

Amerika dong. Yah, Bing merupakan mesin pencari dari Amerika Serikat, karena kenapa? Bing milik dari perusahaan besar di Amerika yang namanya ialah Microsoft.

Sekarang pertanyaan selanjutnya ialah katanya mau boikot Google karena itu merupakan Produk dari Amerika serikat. Lah, sekarang Bing kok digunakan sama anak bangsa buat jadiin mesin pencari karya anak bangsa?

Apakah Bing di kecualikan sebagai produk dari Amerika Serikat? Aku mencoba bertanya pada rumput yang bergoyang.

Setelah itu, aku mencoba untuk menelusuri aplikasi Callind yang katanya sebagai pengganti WhatsApp. Yah, aku mencoba untuk masuk ke situs web dari Callind tersebut. Setelah berada di situs web tersebut, tampilan untuk tanggal: 26 Desember 2017; 16:24 terlihat seperti gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas, ada yang menarik, yaitu dibagian pojok kiri atas, disana terdapat Google Terjemahan (“Lah, katanya mau boikot Google, Kok Google Terjemahan digunakan sih?”). Hahaha, ada yang sedikit janggal disini. atau mungkin Google Terjemahan bukan merupakan bagian dari Google? Yah, bisa jadi.

Setelah itu, aku mencoba untuk Gulir ke bagian bawah. Eh, ternyata setelah sampai di bagian bawah, ada yang sempat kutemukan lagi, yaitu:

Ternyata Aplikasi CALLIND ini dapat di download di Google Play dan di App Store.

Lah, kok sekarang digunakan Google Play? Bukannya Google Play ini milik Google yang bakal di Boikot?

Terus App Store, bukannya milik Apple yang juga merupakan perusahaan multinasional yang ada di Amerika Serikat (“Produk Amerika”)?

Katanya mau Boikot produk amerika, kok disini digunain sih produk Amerika tersebut?

Sekarang yang jadi permasalahan ialah bagimana jika Google Di Boikot? Apa saja yang akan hilang.

1. Android
Semua orang pake Android, tapi kok tidak tahu sih, kalau Android itu milik Google (“Di kembangin oleh Google”). Jadi, kalau Google di Boikot, maka Android juga harusnya di Boikot dong. Ia lah, Android kan milik Google.

2. Gmail
Semua orang tentu tahu yang satu ini, karena dengan yang satu ini, kita bisa gunaik Youtube, Playstore (“Google Play”), Blogspot, Google+, dan masih banyak lagi.

3. Youtube

Sayangnya kita sudah tidak bisa mengunggah video dan mendapatkan uang dari video yang kita unggah tersebut.

Banyak loh orang yang kaya dan terkenal hanya karena 1 produk dari Google, yaitu Youtube.

4. Google Maps

Satu yang sangat penting ialah Google Maps. Bagaimana jika di boikot? Bukannya semua Pengemudi Motor ojek online atau mobil online menggunakan tenaga dari Google maps untuk mencari jalan pergi dan jalan pulang?

Jika Google Di Boikot, bagaimana dengan Google Maps? Masa Google Maps dibiarin? Apa kata Google?

5. Udah lah, mungkin itu aja kali yah, kalau dari Google, soalnya banyak sekali kalau mau ditulis.

Terus bagaimana dengan Microsoft? Microsoft kan juga produk Amerika serikat. Jadi, kalau produk amerika serikat di boikot, maka microsoft juga bakal diboikot. Lah, kalau seperti itu, kita pake Sistem Operasi apa di Komputer atau Laptop Kita? Mau pake MAC? MAC kan milik Apple, Apple juga perusahaan dari Amerika Serikat. Udahlah, pake Linux aja, terus gimana dengan aplikasi yang ada? Diseleksi juga lah, biar jangan pake aplikasi yang dari Amerika Serikat.

Ah, udahlah, pusing aku kalau ditulis semua.

Apa jadinya kalau produk dari Amerika Serikat Di Boikot?

Yah, jawaban aku sih satu aja, yaitu kita kembali lagi dah ke Zaman batu, Karena IANA yang mengatur nama domain (“Top Level Domain dan semua nama Domain”) juga merupakan sebuah organisasi atau perusahaan atau apalah itu yang berasal dari Amerika Serikat.

Sekarang kita siap-siap aja kehilangan semuanya. hahaha

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.