Catatan Akhir Sidang

Kali ini aku ingin menulis tentang Catatan Akhir Sidang Skripsi yang pernah berlangsung tepat pada tanggal 11 Juli 2017; Pukul 09:00 – 10:00. Ini adalah catatan kehidupan dan inilah yang sempat aku rasakan tepat sebelum, sementara dan sesudah sidang akhir skripsi pada waktu ini.

Catatan Akhir Sidang – Jakarta, 17 Juli 2017

Waktu sebelum memasuki sidang akhir, malamku adalah waktu dimana aku dan laptop selalu bersama, sepanjang malam hingga siang atau pagi kembali datang menyapa. Yah, karena satu yang harus aku lakukan ialah Program aku harus aku perbaiki, buku manualku juga harus diperbaiki serta PowerPoint yang harus segera dibuat.

Malam ini adalah malam yang singkat bagiku, karena aku menunggu pagi dengan rasa sedikit dag-dig-dug. tapi itu bukan khawatir sih, karena aku sama sekali tidak pernah khawatir akan kehidupan aku sendiri yang terjadang aku rasa adalah hidup yang mati. Aku bersyukur akan hal ini.

Setelah pagi datang menyapa, aku mulai siap-siap untuk ke kampus. Yah,itulah yang terjadi.

Dengan penuh rasa percaya diri, aku melangkah tanpa ada sedikitpun rasa ragu, bukan karena aku bisa, tapi tepat pada waktu itu, aku merasakan bahwa aku tak sendiri, Tuhan yang aku percayai ada bersama denganku, makanya aku sama sekali tak khawatir sedikitpun. Itulah yang aku rasakan, dan inilah catatan kejujuran itu sendiri, walaupun aku bukan orang jujur, setidaknya itulah yang benar yang dapat aku katakan dalam catatan ini.

Setelah memasukki halaman kampus, aku melihat Dosen Pembimbing aku senyum-senyum dan mengatakan beberapa patah kata kepadaku, aku melihat Beliau berjalan berlawanan arah denganku. Awalnya aku sedikit gugup, karena Pembimbingku seolah-olah mau berangkat untuk pulang atau meninggalkan kampus, tapi satu yang masih ada dalam benakku saat ini ialah aku harus tetap berpikiran Positif.

Setelah persiapan memasuki ruang sidang, rasa gugup datang, terkadang aku memukul dada ini sambil berkata:

“Ini rasa gugup gapain datang sih? Aku sama sekali tidak gugup loh”.

Itulah yang aku katakan, aku membencinya saat ini, karena aku memang sama sekali tak ada rasa gugup pada waktu ini, tapi ia sepertinya datang dan terus mendobrak hati dan pikiranku  agar dapat merasakannya. Tapi aku berusaha melawannya, satu dariku saat ini ialah Ini kesempatanku untuk menaklukkan rasa gugupku.

Setelah memasuki ruang sidang, Dosen Pembimbingku sama sekali tidak terlihat, aku merasakan sedikit lemah tepat pada waktu ini, karena aku rasa gugup tapi bukan gugup, kayak tidak nyaman, mungkin itulah istilah yang pas untuk saat ini.

Yah, itulah yang aku rasakan. Sekarang di ruangan ada 3 Orang Dosen, 1 Ketua Sidang dan 2 Dosen Penguji. Dosen Pembimbingku belum datang, aku masih terus menyiapkan laptopku.

Setelah beberapa menit tiba, akhirnya Dosen Pembimbingku datang. Sungguh, waktu ini adalah waktu dimana aku merasa bahwa aku telah berada dipuncak dari semua kegugupanku, aku sama sekali tidak gugup, semuanya hilang, rasa was-was juga hilang karena satu, Dosen Pembimbingku sudah ada.

Jujur, aku tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi, tapi emang benar sih, Pas Dosen Pembimbingku masuk, aku merasakan sesuatu yang luar biasa, aku jadi PD dan percaya bahwa semua pasti terlewati dengan begitu mudah. Yah, itulah yang aku rasakan tepat setelah Dosen Pembimbingku terlihat didepan pintu masuk ruangan sidang akhir skripsi ini.

Setelah itu yah, semuanya berjalan seperti biasa, aku melakukannya dan semuanya terlewati tanpa ada gugup sedikitpun, Tuhan ada bersama-sama denganku saat itu, itulah yang aku tahu, dan aku harus tetap percaya pada-NYA.

Ia, aku percaya bahwa aku hanya harus takut pada-NYA, bukan pada setiap keadaan yang ada, yang katanya mau menjatuhkanku atau dapat membunuhku (mungkin).

Mungkin itulah catatan akhir sidang untuk saat ini, pokoknya serulah, kalau kita percaya pada Tuhan yang kita percayaai, maka semuanya akan dibuat mudah oleh-NYA.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.