Catatan Kecil Untuk Tuhan ku

Tuhan, aku sudah lelah dengan perjalananku,
itulah yang terkadang muncul dalam pikirku.

Tapi apakah itu perlu terjadi dalam hidupku?
hanya Engkau yang tahu mana yang baik untukku.

Jauh waktu telah kutempuh dengan mimpiku,
untuk menjadi mana yang baik menurutku,
tapi dari semua yang ada,
ternyata aku salah untuk memilihnya.

Ketulusan adalah adalah cita-cita hidupku,
memilikinya adalah tujuan akhirku,
tapi semua yang terjadi tak semudah mimpiku,
karena semuanya harus dimulai dari diriku.

Aku terlalu fokus untuk melihat jauh ke depanku,
sampai aku lupa dimana kakiku berada,
karena ketulusan yang katanya ada padaku,
tapi apalah daya, semua itu hanya mimpi semata.

Karena salahku dan pilihku,
Aku akhirnya memilih untuk terjatuh,
Memilih demi ketulusan sebagai tujuan akhirku,
Akhirnya aku benar-benar merasa terjatuh.

Jatuh dari kehidupan yang katanya adalah milikku,
Milik yang tak mungkin untuk menyiksaku,
Tapi semua itu sekali lagi hanya pikirku,
karena ia mengikatku, tak melepaskanku dan mau membunuhku.

Hari ini aku masih berdiri di waktu yang sama,
di semua pikiran yang sama yang tak mau untuk pergi dariku,
berharap ia melepasku seperti hidupku semula,
tapi sama sekali ia tak pernah ingin untuk pergi dariku.

Sekarang mimpiku tinggal menunggu beberapa menit hidupku,
menit-menit untuk menentukan tujuan akhir menurutku.
apakah aku ingin melanjutkan semua tujuan awalku,
atau aku harus melupakannya agar aku dapat terus untuk maju.

Sekarang aku tahu, dimana salahku berada,
salah yang benar menurutku,
tapi sudahlah, semua kini telah menjadi sebuah cerita,
cerita indah yang mungkin baik untukku.

Tuhan, titus tahu, rencana-MU indah adanya,
dan titus bersyukur karena telah menjadi bagian dari rencana-MU,
ajari titus untuk dapat mensyukurinya,
agar semuanya dapat sesuai dengan indahnya rencana-MU.

titus takut untuk terjatuh lebih jauh lagi,
jatuh dalam lubang yang terus menerus titus gali,
tapi kiranya dengan kebaikan yang Engkau miliki,
Engkau mau mengangkat titus walaupun hanya sekali.

titus ingin kembali lagi seperti waktu yang dulu,
waktu dimana titus terliat seperti seorang yang lugu,
yang tak tahu banyak hal untuk dilakukan,
tapi Engkau selalu memberikan apa yang selalu titus butuhkan.

kini titus menyerahkan semuanya pada-MU,
semua yang katanya tulus, titus kembalikan pada-MU,
karena Engkaulah pemiliknya,
pemilik dari segala sesuatu yang ada.

titus berharap rencana-MU dapat selalu terjadi padaku,
walaupun itu tidak baik menurutku,
ajari titus cara untuk melihatnya,
menerimanya dan mensyukurinya.

dan sampai pada akhir nanti,
titus mau apa yang muncul dalam pikiran titus ini,
dapat terjadi seturut dan sesuai dengan rencana-MU,
karena ketulusan tak dapat titus temukan saat ini,
tapi kiranya Engkau yang maha tahu,
dapat memberikannya sebagai sesuatu yang hanya dari pada Mu.

Sampai akhir titus akan menunggu,
bila perlu itu terjadi dalam hidupku,
ajari titus agar titus dapat mengingatnya,
tentang hal ini yang dapat titus lupa.

titus tidak tahu cara untuk memilih,
ajari titus untuk melakukannya,
memberikan pilihan yang hanya daripada-MU,
karena tidak ada yang salah jika itu dari Mu.

titus akan menunggu itu terjadi,
sesuai dengan yang titus pikirkan saat ini.

terima kasih, ini adalah catatan indahku,
betapa sulit untuk menemukan ketulusan yang tulus,
karena semua telah berbeda,
semenjak aku sendiri tidak bisa memulainya.

Tapi aku akan mencoba,
mengubah sesuatu yang perlu dan penting untuk diubah.

Sekian dan salam untuk catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.