Cerita Dari Mimpiku – Catatan Kehidupan

Kali ini aku ingin menulis tentang cerita dari mimpiku, cerita ini adalah cerita yang menurut aku perlu untuk kutulis sebagai bagian dari kehidupan yang menunjukkan bahwa betapa besar kuasa dari yang berada diatasku, hingga akhirnya IA menunjukkan hal tersebut kepadaku melalui semua mimpi-mimpiku.

Cerita Dari Mimpiku – Jakarta 1 Agustus 2017

Awal aku percaya kepada mimpiku ialah ketika aku masih duduk dibangku SD, tepat pada saat itu, aku memimpikan kiamat, aku melihat Tuhan Yesus, IA membawaku tepat didepan sebuah sekolah SD untuk menunggu kiamat itu datang. IA mengangkat tangan-NYA ke langit seolah-olah mau menyerahkan semuanya, akan tetapi kiamat itu tak terjadi.

Setelah itu ketika hari terakhir ketika berada di Sulawesi, aku memimpikan Tuhan Yesus, berdiri di atas langit, beberapa ratus meter dari atas permukaan tanah tempat aku berdiri, aku melihat-NYA, IA berdiri dan disamping kanan sampai belakang-NYA, berjejer para malaikat. Aku ingin terbang pada waktu itu, kakiku sudah sedikit terangkat, tapi IA menahannya, hingga akhirnya aku tak jadi terangkat, saat itulah aku tahu, aku telah dilupakan.

Hari-hariku dalam semua mimpiku, IA tak pernah hadir kembali. Aku tahu aku sudah ditinggalkan. Sampai pada waktu dimana aku kelas 2 SMA, tepat pada waktu laptopku rusak, harapanku hilang, IA datang kembali, aku menatap ke barat dan aku melihat IA turun dari langit, datang memegang tangan kami, dan terakhir ketika IA bersalaman denganku, ia mengatakan apa yang harus aku lakukan terhadap laptopku, hingga akhirnya aku berhasil melakukannya. Apa yang IA katakan itu, benar adanya.

Setelah saat itu terjadi, aku tahu, jurusan kuliah yang harus kuambil ialah IT, karena Tuhan ku akan membantuku, karena sejak awalku pun demikian.

Setelah itu aku masuk kuliah, aku maunya di Bandung, tapi aku terdampar di Jakarta. Aku tahu satu hal ketika semua itu terjadi ialah semua yang terjadi pasti punya alasan mengapa itu harus terjadi. Aku harus mencari dan menelusuri setiap lorong kehidupanku sendiri, agar aku tahu alasannya mengapa aku harus berada disini.

Hingga akhirnya aku tahu satu hal atau satu alasan kenapa aku harus ada disini:

Agar aku dapat belajar tentang yang namanya Cinta, Tulus atau Setia, termasuk didalamnya ialah lebih ke arah percaya dan membentuk karakter pribadiku. Aku belajar semua tentang itu, dan aku telah mengenal semuanya tentang itu.

Ketika aku sementara menelusuri jalan atau lorong kehidupanku, aku penuh dengan ketakutan, ketakutan akan sesuatu yang tak perlu aku takuti. Seseorang datang mengingatkanku dalam mimpi, ia menghampiriku dan mengatakan kepadaku:

“Roh yang berjalan di atas sana lebih kuat dari roh yang berjalan di bawah sini”.

Ia mengatakan hal itu kepadaku, tapi aku hanya menganggap itu hanyalah mimpi. Aku percaya, tapi seperti itulah aku, aku hanya percaya dalam ketidak percayaan.

Suatu ketika mimpiku menceritakan tentang kisah hidupku. Aku bermimpi Tuhan Yesus datang kepadaku dan membawaku kesebuah sungai. Tuhan ku mengantarkanku kepada seorang gadis yang sementara berendam di sebuah sungai. Ia memanggil gadis itu dan menyerahkannya kepadaku. Aku menghampirinya, memeluknya dan menciumnya tepat pada bagian kanan/kiri dari lehernya, setelah itu aku melepasnya dan membiarkan ia pergi kepada Tuhan ku.

ia duduk dia kaki Tuhan ku dan Tuhan ku berbicara kepadanya. aku tidak mendengarnya, tapi yang jelas itu terjadi, hingga akhirnya ia pergi meninggalkan kami. Setelah hal itu terjadi, aku ingat akan mimpi pada waktu SMA ku, dimana Tuhan ku sendiri yang telah membantuku untuk membenarkan laptopku yang telah rusak.

Saat itu aku sadar bahwa Tuhan ku akan membawakan jodoh buatku.

Tidak sampai di situ saja, karena semua masih tetap berlanjut. Setelah itu, aku pernah dibawah ke sebuah mimpi, dimana aku berada di atas sebuah kapal bersama dengan seseorang yang sedikit tua yang sedang duduk menghangatkan tubuh didepan sebuah api. Aku membuka pintu kapal itu, tapi orang tua itu mengatakan bahwa pintu itu jangan dibuka, sebab Tuhan sendirilah yang menutupnya. Hingga akhirnya aku tidak membukanya dan ketika aku mengintip keluar dari sela-sela dinding kapal itu, aku melihat kapal tersebut sementara tergenang diatas air, air yang
sangat besar. katanya ini banjir yang telah mencapai pucuk dari pepohonan.

Setelah mimpi ini berakhir, akhirnya sekarang aku sadar. Kapal adalah tubuhku yang sementara berada diatas gelombang kehidupan yang ingin menenggelamkanku tapi tak dapat, karena Tuhan masih ada bersamaku dan pintu yang dimaksudkan ialah hatiku.

Tuhan telah menutup hatiku sendiri untuk sebuah perasaan, hingga akhirnya yang terjadi ialah Tuhan sendiri yang akan menunjukkan untukku seorang gadis yang pantas untuk hidupku dan yang aku pantas untuknya, seperti yang telah diceritakan kepadaku dimimpiku sebelumnya.

Yah, semua sudah seperti itu dan seperti itulah yang harus terjadi, hingga aku sadar ketika aku telah berjanji dan bersumpah. Aku sadar bahwa semua itu sudah tertulis dalam mimpiku dan semua sudah diceritakan, tinggal digenapi.

Setelah hal itu terjadi dan semua telah terjadi, aku bermimpi mengatakan beberapa kata ini:

Mengalir seperti air,
Tinggi seperti bitang,
Sama seperti Musa.

Aku tidak tahu apa yang dimaksudkan, tapi ketika semua telah terjadi, akhirnya aku tahu maksud dari cerita ini. Cerita ini menginginkanku untuk hidupku biarkan itu mengalir seperti air, jalani saja semua yang terjadi, tapi bersifat dan bersikaplah seperti bintang yang tinggi dan tertanam diangkasa tapi ternyata aku juga seperti musa yang terkadang kurang percaya dan terlalu bersungut-sungut.

Itulah kisahku, sedikit dari sekian banyak kisah yang terjadi.

Setelah itu, aku pernah diceritakan bahwa aku akan sendiri didalam sebuah keramaian. Cerita mimpi ini ialah cerita mimpi yang aku ceritakan ketika aku masuk ke dalam 4 dimensi dari mimpi.

Yah, aku akan sendiri ditengah-tengah keramaian, itulah yang aku rasakan sekarang. saat itu yang aku tahu, aku akan dipanggil, tapi sekarang aku belum dipangggil ( mungkin masih menunggu waktu ). Aku dipanggil untuk mau di doakan. aku pergi mengikuti yang memanggil aku, karena dalam mimpi tersebut, aku sadar bahwa yang memanggilku ialah malaikat.

Setelah aku mengikutinya, aku melihat ia membukakan sebuah buku di hadapanku. buku ini adalah buku kehidupanku, itulah yang aku tahu, karena dibuku ini, tidak seperti buku didunia yang ditulis dengan tinta. yah, buku ini adalah buku yang memiliki cahaya. cahaya seperti bintang yang sangat banyak dan seberapa banyak cahaya ini, maka sebegitu banyak juga dosaku.

Ada terdapat beberapa cahaya yang sangat besar, artinya kesalahanku ini sudah sangat fatal. tapi orang yang membawaku mengatakan kepadaku bahwa aku harus menyelesaikannya dan aku menunjuk cahaya besar yang pertama, dimana kesalahan terbesarku terdapat dari ujung kaki sampai pusat. Setelah aku menunjuknya, aku terasa masuk ke dalam cahaya itu dan berdiri seolah-olah diatas dari sebuah jembatan penyebrangan.

Orang ini berdiri didepanku dan mengatakan kepadaku apakah aku mau lanjut atau memulai dari awal. Hingga akhirnya aku mau memulainya dari awal dan ia menyembuhkanku secara total, dari ujung kaki sampai pusat.

Setelah aku kembali aku menunjuk lagi cahaya besar yang kedua dan aku dibawa lagi kesana, ditempat yang sama tapi dari cahaya kedua ini, orang ini menghakimiku, bertanya kepadaku dan berjalan mengelilingi aku. aku tidaka tahu kenapa, tapi yang jelas ini karena aku salah.

Aku sempat menyalahkan Tuhan, tapi orang ini berdiri didepanku dan mengatakan bahwa apakah engkau menyalahkanku. setelah itu aku tahu bahwa ternyata Orang yang sementara membawaku kesini ialah Tuhan yang aku percayaai.

Setelah itu aku menyalahkan adam dan hawa, karena mereka yang pertama melakukan perbuatan yang mendatangkan dosa, tapi semakin aku menyalahkan yang lain, aku semakin dikelilingi. hingga akhirna ketika aku mengatakan bahwa aku yang salah, Orang ini berdiri tepat di depanku, mengatakan kepada ku dengan lembut, bahwa apakah aku mau memulai dari awal atau melanjutkannya.

Aku berkata bahwa aku mau memulainya dari awal lagi. Setelah itu ia mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke dadaku, tepat searah dengan bagian jantungku, setelah itu keluar semacam cahaya yang putih, bersih dan berkilauan, dan akhirnya aku sembuh secara total.

Setelah itu aku kembali dan IA bertanya tentang cahaya kecil yang banyak itu dan aku mengatakan bahwa itulah kesalahanku yang telah terlupakan dan akhirnya aku bebas dan pulang. Ada yang bertanya kepadaku dan aku menjawab bahwa tempatkan cinta di atas segalanya.

Setelah mimpi ini, aku tidak tahu arti dan maksud dari mimpi ini, tapi sekarang aku telah mengetahuinya, ternyata benar, aku memiliki kesalahan seperti itu, hingga akhirnya benar juga, jantungku sekarang terkadang terasa sakit dan aku terkadang memarahi dan memukulnya. Semua memang terjadi seperti yang diceritakan dalam mimpiku, tapi tidak pada waktu sakit, akan tetapi pada waktu penyembuhan. Aku tinggal menunggu waktu, karena waktunnya sudah dekat.

Setelah itu, semua tidak sampai disitu. Aku pernah sedikit terasa seperti tertidur, tapi tidak tidur. aku ketindihan waktu itu, tiba-tiba aku merasakan bahwa aku telah menghadap ke timur, kasurku yang kugunakan katanya berada diatasku. sebuah kekuatan yang sangat besar menghampiriku. aku tidak bisa bergerak bukan aku tak nyamana, ini berbeda dengan ketindihan biasa yang membuatku merasasakan ketidaknyamanan. ini membuat aku nyaman. tiba-tiba terdengar suara yang mengatakan:

“Jika engkau percaya kepada ALLAH, engkau akan melihat apa yang tidak mereka lihat dan engkau akan mengetahui apa yang tidak mereka ketahui”.

Setelah cerita ini, sekarang baru aku sadar, bahwa aku telah melihat semuanya, termasuk hari akhir itu sendiri, termasuk dunia dihakimi dan jatuh ke dalam lubang yang gelap dan termasuk semua cerita hidupku sebelum semuanya itu terjadi.

cerita ini diceritakan dan dikisahkan dalam semua mimpi-mimpiku. dan yang paling berkesan ialah bertemu dengan Tuhan Allah.

Aku tidak tahu tapi aku percaya sama seperti yang dikatakan mimpi ketika Tuhan Allah menghampiri iblis dan bertanya kepadanya:

“Apakah engkau mengetahui isi hati-KU?”

iblis menjawab:

“tidak”.

lalu Tuhan Allah mengatakan kepadanya:

“Itulah sebabnya aku disebut Tuhan Allah, karena aku tahu isi hatimu”.

itulah cerita yang paling mengagumkan dari cerita mimpiku. hingga akhirnya aku juga pernah bermimpi bahwa seseorang turun dari langit dan membawa sebuah pedang. Ia memiliki sayap, kalau aku tidak salah dalam mengingatnya. Ia ingin membunuhku dan mengatakan kepadaku:

“Kembalikan … yang ada padamu, sebab seorang nabi pun tidak diizinkan memilikinya”.

Aku tidak tahu apa yang ia katakan. sungguh, aku sama sekali tidak mengetahuinya. setelah itu ia meminta juga sesuatu katanya:

“dan juga itu yang ada padamu”.

Kalau yang kedua ini aku tahu, karena maksudnya ialah ia meminta aku untuk mengembalikkan kekuatan untuk menahan hujan dan membuat hujan. karena aku pernah bermimpi, berdiri diantara langit dan diberikan kekuatan untuk menahan dan menurunkan hujan (mengendalikan hujan).

Tapi aku sama sekali tidak memberikan kepadanya, baik yang pertama, karena aku tidak mengetahui maksud dan tujuan atau apa yang ia minta maupun yang kedua yang untuk menahan hujan.

Setelah itu aku sadar. sungguh, mimpi aku sama sekali tidak bisa mengartikan artinya.

Dan mimpi yang paling berkesan lainnya ialah cerita mimpi ketika aku melawan iblis. iblis menggerakkan pintu 3 kali berturut2 tapi aku menahannya. aku tahu, inilah kisah hidupku yang sekarang yang sedang terjadi dan ketika aku mengambil posisi untuk bertahan dan membuat iblis semakin murka denganku.

Setelah itu aku langsung menantangnya untuk menggerakkan matahari, tapi ternyata sang kakek-kakek tua yang aku tidak tahu yang menjadi wasit atas kami mengatakan kepadaku bahwa belum saatnya. hingga akhirnya aku dan iblis dibawa berdiri diantara langit, tepat didepan sebuah bulan yang sangat besar dan bersinar untuk meyakinkan bulan.

Intinya pada waktu ini aku menang. aku tidak tahu apa ini, tapi biarlah apa yang aku pikirkan sekarang itulah yang akan aku buktikan nantinya. tapi aku belum sampai kesini. aku baru sampai pada hal yang kecil dan saat ini pasti akan tiba, cepat atau lambat dan saat yang paling besar sebelum aku menutup mata ini ialah menggerakkan matahari.

Itu adalah pertandingan akhir antara aku dan Iblis dan itulah pertarungan kita yang 100 jika hal tersebut benar-benar terjadi.

itulah kisah hidupku dan cerita mimpiku. masih banyak yang lain, termasuk didalamnya ialah aku melayang tak tau arah mengelilingi dunia, tapi ketika aku mengatakan Dalam Nama Tuhan Yesus, aku akhirnya melayang ke atas dan sementara melayang ke atas, aku melihat awan yang berlukiskan cahaya berbentuk manusia yang sangat terang dan putih dan bersih dan aku tahu pada waktu itu bahwa IA adalah Tuhan Yesus yang aku percayaai hingga akhirnya aku lewat dan aku tersadar.

dari mimpi ini aku tahu bahwa semua tugas skripsiku yang sama sekali tidak aku ketahui tapi terselesaikan dan semua masalahku yang sama sekali tidak aku inginkan tapi berjalan dengan mulus, itu semua datangnya dari Tuhan. IA membantuku, karena IA sendiri yang telah membawaku kesini, tidak mungkin IA meninggalkanku begitu saja.

Aku pernah bermimpi di depan Tuhan ku aku melakukan hal yang tidak-tidak, dan Tuhan ku menyaksikan itu. aku tahu, Tuhan ku membiarkanku, tepat pada waktunya agar semua tergenapi, aku akan disembuhkan tepat pada waktunya.

Karena semua yang terjadi ini berasal dari apa yang ku inginkan. Aku mencari ketulusan tapi tak kunjung aku temukan, hingga akhirnya hanya sumpah dan janji yang dapat kubentuk sebagai bagian dari ketegasan bahwa ketulusan yang sesungguhnya tak akan pernah untuk ditemukan dan sampai selamanya aku akan tetap menunggu IA yang telah diciptakan untukku dan semua yang telah terlewati tidak pernah dan tidak akan pernah terulang kembali.

Karena pikiran yang terkadang datang dalam diamnya diri ini ialah:

Aku tahu, tidak akan ada seorangpun yang rugi jika ia tidak menjadi bagian dalam kehidupanku,  karena aku tak sempurna. masih banyak yang lebih ganteng dariku, masih banyak yang lebih kaya dariku, masih banyak yang lebih baik dariku dan aku tidak lebih dari semua yang ada. tapi satu hal yang aku ketahui ialah yang berbahagia ialah dia yang telah diciptakan untukku karena aku untuknya dan ia untukku.

Seumur hidupku aku akan menunggunya. jika ia tak kunjung datang, aku tahu, itu yang terbaik untukku sampai akhirnya. tapi satu hal, Tuhan ku tidak pernah berbohong terhadapku. ia telah menunjukkkannya dalam mimpiku, aku hanya tinggal menunggu waktu yg tepat, waktu dimana aku telah mengasihi Tuhan ku dengan segenap hatiku, segenap jiwaku dan dengan segenap akal budiku. saat itulah ia akan diberikan untukku, karena sekarang masih belum layak aku memilikinya.

Karena cinta kita akan ditulis dalam sebuah keabadian yang benar-benar abadi, bukan hanya dikehidupan ini, akan tetapi dikehidupan yang akan datang. selama-lamanya, karena satu yang aku ketahui tentang diriku ialah “Aku Berbeda”.

Sekian dan salam buat cerita ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.