Cerita Dari Sebuah Kehidupan

Seharusnya cerita itu tak pernah terjadi, tapi ia telah terjadi, jadi, mungkin itulah yang terbaik. Karena terkadang memang kita tak menginginkan sesuatu yang tak kita harapkan, tapi jika memang itu telah terjadi atau yang kita dapatkan, maka tetaplah untuk menikmatinya, karena itulah kenikmatan kehidupan yang berada pada garis kehidupan kita, kita sejalur dengan hal tersebut, karena itulah syarat agar kita bisa menjadi sesuatu yang katanya ada di depan kita, tapi kita tak bisa untuk melihatnya, sampai itu benar-benar terjadi.

Harusnya aku mengerti tentang sebuah cerita dari sebuah kehidupan yang pernah ditawarkan kepadaku, tapi tak kunjung aku pahami. Sehingga setelah aku benar-benar sampai pada satu titik, titik dimana saat ini aku berada, saat inilah aku tahu bahwa semua itu bagus atau baik adanya.

Ini memang sulit, tapi terkadang kita harus belajar untuk percaya. Yah, satu kata, yaitu “Percaya”. Aku hanya bisa percaya sekarang, karena kejadian yang telah terjadi membentukku atau membuatku melakukan hal yang tak harus aku lakukan tapi perlu untuk terjadi, hingga akhirnya aku sadar ketika semua telah terjadi, aku ingat bahwa “Inilah yang sebelumnya aku inginkan”. Aku telah mendapatkannya, sekarang tinggal menunggu yang diharapkan terjadi, tapi tak kunjung terjadi, hingga akhirnya aku belajar untuk melupakan semuanya.

Melupakan semua yang mungkin pernah terjadi, mungkin bisa, tapi mungkin juga tidak. Waktu yang sombong. Aku bingung dengan waktu ini, karena ia terus maju, aku tidak tahu kenapa, tapi pasti punya alasan, kenapa itu harus terjadi. Yah, mungkin ia mengajarkan kepada kita untuk terus dan tetap melihat kedepan atau memikirkan hari esok, bukan hari kemarin, karena kemarin tak akan kita dapatkan lagi atau tak akan bisa untuk diubah, tapi hari esok pasti akan kita dapatkan dan dapat kita buat lebih baik dari hari kemarin.

Entahlah, apakah seperti itu atau tidak? aku tidak tahu, karena terkadang aku hanya bisa menulis apa yang muncul dalam pikiran ini tanpa harus merangkainya terlebih dahulu, karena membentuk suatu kalimat hingga menjadi sebuah paragraf yang utuh, baik dan benar itu tak semudah yang aku pikirkan. Jadi, menulis seperti biasa cara aku menulis adalah yang terbaik menurutku saat ini, karena aku hanya perlu untuk mengetik apa yang keluar dari pikiran ini ke dalam sebuah kertas “Notepad”.

Inilah yang terjadi. Yah, jadi seperti inilah catatan kehidupanku, aku suka menulisnya, aku tidak tahu kenapa. Aku hanya bisa melihat bahwa waktuku sangat banyak di depan, aku tidak mungkin bisa mengingat semua ceritaku satu persatu dari setiap hari dalam kehidupanku, oleh sebab itu aku belajar untuk menulis sejak awal, agar semua yang pernah terjadi atau baru terjadi dapat aku baca kembali di sebuah waktu dimana aku telah melupakannya. Yah, semua cerita yang ada senangnya, sedihnya, gokilnya atau yang tidak penting sama sekali dapat aku baca kembali di waktu yang berbeda.

Menjadi seorang manusia adalah hal yang sangat mengagumkan, karena aku manusia. Aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan, tapi aku punya batasan akan hal itu (“katanya”). Manusia memiliki perasaan sedih, senang, bahagia, sakit atau berbagai macam rasa, karena manusia itu adalah sesuatu. Aku sebagai manusia berusaha untuk mencapai batas ingatanku sebagai manusia, tapi aku tak dapat, karena itulah batasanku sebagai seorang manusia.

Entah apa yang ada dalam pikiranku saat ini, karena aku sama sekali tidak mengetahuinya, tapi apa yang aku tulis saat ini adalah apa yang benar-benar telah terjadi, aku bangga akan hal tersebut, bukan karena aku sukses atau berhasil, akan tetapi karena aku gagal atau aku tak berhasil, aku jatuh atau aku tersesat, aku hilang atau sesuatu tentang itu. Aku berubah, bukan karena aku seorang power rangers, akan tetapi karena aku manusia.

Rumah yang kupunya itu tiada, tidak ada yang tahu termasuk aku. Aku bukan orang kaya, tapi aku juga bukan orang miskin. Semua yang aku inginkan aku dapatkan, semua yang aku butuhkan, aku miliki. Sesuatu memberikan kepadaku semua yang aku perlu tanpa aku sadari, aku memilikinya, tapi tak ada seorang pun yang tahu, termasuk aku. Karena aku adalah aku, aku yang rasa semuanya, karena itulah aku menulisnya. Aku selalu bersyukur jika aku terjatuh, hancur, atau semua yang buruk diberikkan kepadaku, bukan karena aku menginginkannya, tapi karena aku tahu bahwa dibalik semua itu, tersimpan sebuah kesempurnaan yang sangat atau benar-benar sempurna, yang sama sekali tidak diketahui oleh manusia, termasuk aku.

Inilah yang terjadi, dan seperti itu dan seperti inilah kehidupanku. Aku punya cerita yang sama sekali tidak aku ketahui, sampai semua menjauh dan akhirnya menghilang, karena mereka tak memiliki alasan untuk tetap berada disekitarku. Sungguh, jika boleh bersumpah tapi itu tak boleh, aku ingin mengatakan bahwa aku sama sekali tak peduli jika itu terjadi, aku bahkan mengharapkan lebih dari hal tersebut terjadi lagi, lagi dan lagi, agar aku dan mereka tahu sampai pada titik dimana kita akan tahu apa yang harus diketahui dan apa yang sama sekali tidak.

Apalah artinya itu, aku tidak tahu, tapi itulah ceritaku, cerita yang sama sekali aku sendiri tidak memahaminya, tapi aku mengerti dan tahu sesuatu tentang itu, tapi sama sekali aku tidak tahu dan tidak mengerti juga akan hal tersebut. Aku bingung, tapi kata hatiku selalu membisikkannya kepadaku semuanya, hingga akhirnya aku mengenal siapa aku bukan karena aku, tapi karena kata hatiku. Ia membisikkan sesuatu kepadaku, sesuatu yang tidak aku pahami jika aku pikirkan dengan logika pemikiranku, hingga akhirnya yah, jadi seperti inilah aku, aku yang dapat dibilang bodoh.

Nungguin hal yang tak pasti, itu yang dapat aku lakukan sekarang. Yah, belajar untuk menunggu cerita dari kisah masa lalu, apa yang pernah diinginkan atau yang diharapkan di masa depan, masa yang telah aku rasakan sekarang ketika apa yang aku pikirkan terjadi dalam kehidupanku sendiri, sekarang tinggal menunggu tujuan dari apa yang aku pikirkan, ketika apa yang aku inginkan telah tercapai. Yah, tinggal menunggu tujuan, banyak orang mengatakan bahwa apa yang menjadi tujuanku itu sangat mustahil, tapi apapun itu, aku tak peduli, karena menurut aku, hal-hal yang mustahil seperti inilah yang akan membuktikan, apakah aku benar-benar percaya sebelumnya atau sekarang atau hanya sekedar percaya.

Akhirnya itulah yang terjadi. Setelah sekian lama terpikirkan dan terlewati, akhirnya sebuah sumpah dan janji terukir diatas kertas kehidupan, sekarang hanya tidak mungkin untuk mengingkari setiap sumpah yang pernah dikeluarkan demi sebuah keabadian dari sebuah cerita yang ada dalam setiap menit dan detik kisah kehidupan yang mungkin telah terlewati atau yang sekarang sementara dijalani. Karena apa yang ada didepan yang dikatakan oleh kata hatiku adalah mimpi sempurna, aku tidak mungkin memasukkinya dengan membawa sesuatu yang tak sempurna, jadi, terkadang kita harus tetap untuk melewati yang sedang terjadi sekarang, jika tidak bisa hari ini, besok kisah itu akan ada. Jika tidak bisa besok, maka lusa kisah itu akan ada. Jika tidak bisa lusa, maka tula kisah itu pasti akan ada. Jika kisah itu tak akan pernah ada, maka selamanya akan aku akan tetap tersenyum, bahkan sampai napas terakhir meninggalkan tubuh dan tatapan terakhir hilang untuk selamanya.

Mungkin itulah yang terjadi, ketika aku tahu apa yang aku miliki dan apa yang aku punya. Disaat yang lain, ketika aku lupa semuanya, aku akan merasakan sebuah keadaan dimana aku merasa seperti berada dalam sebuah kegelapan yang sangat gelap, tapi disaat yang sama pula, aku hanya bisa menutup mataku, entah dalam diam atau jalannya diri ini, kemudian aku memikirkan tentang diriku sendiri, maka saat itulah aku merasakan bahwa aku sedang berada dalam sebuah tempat yang sangat terang yang benar-benar terang yang tak ada hal lain selain kebahagian yang benar-benar sempurna, yang membuatku melupakan segalanya.

Entah itu hanya ilusi atau hanya hasil dari imajinasiku sendiri akan bayangan kehidupan yang aku miliki, tapi yang aku rasakan ini tidak dari pikirku, karena pikirku akan memeliki keterbatasan untuk melakukannya. Pikirku juga tak sebaik itu, karena pikirku hanya bisa menawarkan kematian kepadaku, bukan sebuah kehidupan. Semua kehidupan yang ditawarkan kepadaku dibisikan oleh hatiku, semuanya itu datangnya dari hatiku sendiri. Aku tidak tahu apa itu, yang jelas aku tahu akan kata hatiku dan aku sangat dengan senang mengikutinya.

Itulah kisah ku, kisah dalam cerita kehidupanku. Cerita yang mungkin dapat kubaca kembali dilain waktu yang sedikit berbeda, waktu yang akan mengingatkanku tentang semua cerita-ceritaku yang pernah kutuliskan disini.

Lari tak sejauh mungkin, diam tak terlalu diam. Yang pasti akan menjadi sebuah kepastian, karena sebuah janji tetaplah akan menjadi sebuah perjanjian. Impian adalah cerita sebelum semuanya terjadi, dan kehidupan adalah kisah dari semua cerita yang pernah terjadi dalam sebuah mimpi. Apa yang dibentuk akan terbentuk, apa yang buruk adalah yang terbaik. Belajar dan terus belajar, bukan untuk melupakan yang buruk dan menantikan yang baik, karena semuannya baik adanya, tanpa terkecuali, jika memang itu harus terjadis.

Ingin adalah sebuah rasa yang keluar dari dalam diri untuk memiliki apa yang mau untuk dimiliki, tapi apalah daya, terkadang yang dibutuhkan jauh lebih berharga dan lebih besar dari yang diinginkan. Berdoalah, selama napas masih ada, karena Tuhan akan selalu ada selama kita mau untuk meminta kepada IA yang memiliki segalanya. IA tahu yang terbaik, dan semua yang IA berikan tak akan pernah salah. Percayalah pada-NYA.

Nikmat yang terakhir ialah napas, itulah yang terpenting, karena napas kehidupan jauh lebih berharga dari segalanya. Napas adalah kesempatan untuk berubah atau mengubah arah.

Gambaran yang terakhir dari sebuah cerita kehidupan ialah semua biasa-biasa saja dan semuanya baik-baik saja sampai akhir dari garis kehidupan ini berakhir. Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.