Cerita Hari Kemaring – Catatan Kehidupan

Kali ini aku ingin menceritakan tentang kisah hari kemarin yang sempat terjadi dalam hidup ini. Aku rasa ini adalah catatan yang sedikit membuatku merasa akan sebuah rasa dari kehidupan yang sesungguhnya, jadi agar tidak dilupakan begitu saja nantinya, aku memutuskan untuk menulisnya sebagai sebuah harapan agar dapat membacanya kembali di lain waktu yang sedikit berbeda.

Cerita Hari Kemaring – Catatan Kehidupan – Jakarta, 22 Mei 2017.

Beberapa hari yang lalu, tepat tanggal 22 Mei 2017 aku bangun dari tidur panjang dan bergegas dengan sedikit berani menuju ke Kampus. Sebelum semua ini terjadi, dalam hidup ini, aku sudah memutuskan untuk sedikitpun tidak akan pernah khawatir soal uang apalagi soal makanan, karena aku sedikit tahu bahwa hidup itu sudah lebih penting dari pada makanan dan napas itu sudah jauh lebih penting daripada uang.

Yah, aku mungkin terdengar sedikit bodoh, tapi aku belajar untuk membuat semuanya terlihat tidak seperti yang orang lain bayangkan atau pikirkan tentangku.

Seminggu sebelum kejadian ini, uangku habis, aku sama sekali tidak memiliki uang pada waktu itu, aku ingin meminta uang pada orang tuaku, tapi aku menahannya dan tidak mau melakukannya, dan aku benar-benar ingin menghilangkan kekhawatiranku tentang uang.

Setelah sedikit waktu berlalu tanpa uang, waktu ini adalah waktu dimana makanan tidak ada lagi dalam pikirku, walaupun terkadang aku merasa sedikit lapar, tapi secara perlahan aku membisikkan pikirku bahwa aku adalah tuan atas engkau, engkau tak berhak sedikitpun untuk memerintah atas tubuhku.

Yah, aku sedikit berusaha untuk melawannya, walaupun aku tahu, terkadang aku tak dapat untuk mengalahkan semua kemauanku yang muncul dari pikirku.

Seiring berjalannya waktu, aku masih tetap santai, akhirnya dengan kekhawatiran yang sudah tidak ada, eh, ternyata ada informasi bagus dari Adsense, dan pada waktu itu ternyata situs web yang pernah aku ajuin diterima di Adsense. Yah, ada senangnya juga sih pada waktu itu, hingga akhirnya, aku menjualnnya dan setelah aku menjualnya dapatlah sedikit uang tanpa harus meminta kepada orang tua ku.

Setelah seminggu kemudian, uangku sudah abis, karena digunakan untuk membeli monitor, flashdisk, HDMI buat kerja tugas akhir. setelah uang habis lagi, Ibuku bertanya kepadaku, kamu sudah makan atau belum? karena pada waktu itu uangku memang sudah tidak ada, aku hanya mengatakan kepada Beliau pada waktu itu.

Mengapa Mama terlalu mengkhawatirkan soal makanan? jika titus tak makan, maka selalu bertanya kenapa tidak makan. Kapan Mama akan bertanya apakah sudah berdoa atau belum?

Aku tidak tahu apa yang aku katakan, mau dibilang kacau, mungkin tidak juga, mau dibilang tidak, mungkin tidak juga. yah, mungkin diantara mungkin saja itulah yang sesuai.

Setelah beberapa hari tidak menggunakan uang, hari senin aku harus ke Kampus, itu yang terpikirkan olehku. sehingga ketika pas hari senin tanggal 22 Mei 2017, aku bergegas kekampus tanpa berpikir panjang.

Yang aku tahu pada waktu itu ialah tiket keretaku masih memiliki saldo yang cukup buat pergi dan pulang, tapi sayangnya setelah tiket itu tertempel tempat untuk masu ke stasiun, aku melihat saldoku pada waktu itu tepat 13 ribu, yang artinya ketika aku keluar di stasiun selanjutnya, saldonya akan menjadi 10 ribu. yah, karena batas paling rendah adalah 9 ribu, aku tahu bahwa tidak ada yang dapat kulakukan selain tetap berjalan.

Setelah sampai dikampus, aku duduk dan sama seperti biasa, aku mencari tempat paling pojok yang internetnya agak kencang, kemudian download. hahahaha, yah, mungkin itulah pekerjaan aku yang tak bisa dilupakan di masa-masa kuliah ini.

Setelah hari mulai masuk ke tengah hari, aku memutuskan untuk menghubungi ibuku untuk meminta sedikit uang, bukan untuk makan tapi untuk sekedar membayar tiket kereta agar bisa pulang, soalnya gile’ dari kampus ke kost itu lumayan jauh dan yah, cukup buat kaki gemetaran lah. hahaha, apalagi jakarta, udah panas dari atas, panasnya juga naik dari bawah.

Setelah ibuku mau mengirimnya, ternyata orang yang biasa mengirimkan uang itu, jaringan ditempatnya tidak ada katanya ( maklum, ini desa, bukan kota. jadi belum ada ATM ).

Yah, Ibuku mengatakan bahwa malam baru uang dapat untuk dikirim. setelah mengatakan kata tersebut, aku hanya bisa menjawab yaudah, mau gimana lagi, barang sudah begitu, mau marah juga tidak ada gunanya.

Yah, abis itu aku mulai sedikit berpikir, bagaimana caranya agar aku bisa pulang tanpa harus jalan kaki. hahaha, yayayaya, akhirnya aku berpikir bahwa saldo di rekening BNI ku masih tersisa 28 ribu pada waktu itu, dan di BRI ku ada 90 ribu. yah, aku pulang dan mencoba singgah di ATM BNI kampus.

Setelah itu aku mencoba untuk mengirimkan 15 ribu dari rekening BNI ke rekening BRI agar aku dapat menarik 50 ribu dari sana. setelah aku mencobanya, gagal karena saldo tidak mencukupi, padahal hanya 15 ribu yang dikirim. hahaha, aku langsung katakan “bagus-bagus-bagus”. kata positif yang tak pernah aku lupakan sedikitpun.

Setelah itu aku memutuskan untuk berjalan ke stasiun tempat aku naik kereta dan aku singgah lagi di ATM Bni IndoMaret dan mencoba untuk mengirimkan uang 12 ribu.  yah, aku berpikir bahwa ini adalah kesempatan terakhir atau last chance.

setelah aku mencoba mengirimkan uang 12 ribu, akhirnya berhasil. wah, aku senang banget pada waktu itu. setelah berhasil, sekarang tinggal cari ATM BRI, karena aku tidak mungkin menggunakan ATM bank lain, nanti sebelum ketarik saldonya udah kepotong.

Setelah mencari, akhirnya aku tidak mendapatkan disepanjang jalanku ke stasiun. jadi setelah sampai di stasiun, aku memutuskan untuk menukar kartu kereta yang kuggunakan dengan kartu kereta yang biasa agar dapat diisikan saldo, walaupun hanya sekali jalan, intinya aku bisa pulang. Setelah aku melakukan hal tersebut, ternyata kata mba’ nya tidak bisa, palingan besok baru bisa.

Yah, aku langsung berbalik dan pikirku pada waktu itu ialah aku berjalan terus untuk mencari ATM Bri dan akhirnya aku berjalan melewati stasiun. dalam hatiku hanya berkata “Tuhan tolong titus”.

setelah berjalan dan terus berjalan, satu yang sudah ada dipikirku ialah jika aku tidak mendapatkannya, maka tidak apa-apa kalau aku harus pulang dengan berjalan kaki.

Yah, dan ternyata setelah beberapa menit perjalananku, ternyata ada ATM bersama untuk semua bank, aku mencoba untuk masuk dan mencoba untuk menarik 50.000, dan Puji Tuhan, karena aku berhasil menarik uang untuk perjalanan pulangku.

Hahaha, memang cerita yang sangat mengagumkan pada waktu itu, dimana sebelum aku mendapatkan ATM tersebut, aku berusaha untuk berpikir bahwa jangan dulu berpikir negative sebelum semuanya terjadi.

Mungkin seperti itu catatan kehidupanku kali ini. sekian dan salam buat catatan ini. 🙂

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.