Cerita Tentang Jantungku

Kali ini aku ingin menceritakan sebuah cerita tentang sesuatu yang berada tepat dibagian dalam dari dada kiriku. Yah, sesuatu yang orang-orang beri nama “Jantung”, sesuatu yang terkadang bekerja keras untuk tetap dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Itu sih yang aku ketahui. Mungkin catatan ini tidak terlalu penting, tapi penting dan tidaknya, itu bukanlah hal yang penting, intinya aja ini catatan ingin untuk ditulis, sebagai bagian dari catatan kehidupan.

Cerita Tentang Jantungku – Jakarta, 16 Agustus 2017

Acuh tak acuh, itulah sifatku, bahkan untuk diriku sendiri terkadang aku tak peduli. Mungkin itu yang dapat aku katakan sekarang, karena seperti itulah yang terjadi di dalam kehidupan ini.

Hingga pada suatu waktu, aku terus mengabaikan apa yang aku miliki, karena aku merasa bahwa aku baik-baik saja, sampai hari ini, dimana semuanya makin terasa, saat inilah aku tahu bahwa ini penting tapi aku masih saja seperti biasa.

Begadang adalah hal yang terkadang aku lakukan untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna. Skripsi menututku untuk menyelesaikannya, hingga akhirnya malamku terasa tiada, bukan karena skripsi tersebut, tapi karena aku sendiri yang terlalu santai dalam menyelesaikannya.

Ketika mau memasuki waktu akhir pengumpulan skripsi, sesekali jantungku menegurku dengan sebuah rasa yang ia berikan, yang tidak hanya diam pada satu titik, akan tetapi berlalu hingga ke pikiran, perasaan dan keseluruh tubuh.

Tubuhku semakin mengecil, aku semakin bersyukur, akhirnya aku berhasil mewujudkan cita-citaku semula untuk mencari sesautu yang sebenarnya tak akan pernah aku dapatkan, hingga akhirnya ketika aku berhasil ternyata disaat itu juga aku gagal.

Aku tahu, ini semua ada baiknya. Aku merasakan sesautu yang sedikit berbeda, ketika jantungku terus dan terus mendesakku agar aku menuruti semua kemauannya. Jujur, saat ini aku sama sekali tak takut pada apapun, aku hanya takut pada Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu yang telah dan sekarang aku nikmati.

Aku memimpikan sesuatu yang sangat indah, tapi tak pernah aku dapatkan, karena aku tahu, aku tak pantas mendapatkannya. Terkadang aku berdoa untuk memintanya, tapi disaat yang sama pula, aku berpikir dan terkadang pula aku berdoa untuk menjauhkannya daripadaku.

Aku tahu, mungkin itu berat bagi seorang manusia biasa seperti aku, tapi aku percaya, Aku punya Tuhan yang luar biasa. Aku tak peduli dengan semua yang terjadi, bahkan terkadang aku mengharapkannya, bukan karena aku mau untuk semua hal tersebut terjadi, lebih kearah aku telah membenci diriku sendiri, bahkan sampai membuat aku sendiri tak peduli padanya.

Hari ini adalah hari kehidupanku yang aku samakan seperti sebuah permainan catur, dimana aku adalah Pion yang tak dapat berbuat apa-apa, selain hanya untuk maju satu langkah ke depanku dan jika ada kesempatan yang datang, mungkin itu akan membantuku untuk melewati jalan yang lain, tapi disaat yang sama pula, aku terkadang lebih memilih untuk terdiam, hingga akhirnya sesuatu tersebut yang mengakhiri setiap kesempatan yang aku miliki.

Cita-citaku ingin menjadi seorang perdana menteri dalam permainan catur, tapi apalah daya, dari awal langkahku hingga sekarang, aku hanya baru melangkah pada satu kotak pertama, sedangkan masih tersisa 5 kotak lagi. Aku tidak tahu, apakah aku bisa melalui semuanya atau tidak, karena aku hanya sebuah Pion yang tak dapat berbuat apa-apa jika tidak ada kesempatan, tapi aku punya satu yang lebih besar yang ada padaku ialah kepercayaan. Aku percaya, aku pasti biasa, aku bisa dan bisa.

Itulah kisah hidupku, baru awal kotak kulalui, jantungku sudah berteriak padaku. Aku tak dapat berbuat apa-apa padanya, karena terkadang menurutku ialah apa yang terjadi adalah takdirku, aku harus melaluinya.

Aku punya mimpi, Tuhan ku pernah memperlihatkannya padaku, bahwa IA akan menyembuhkan jantung ini dengan mujizat yang IA miliki, termasuk semua yang sakit yang ada pada seluruh tubuhku yang membutuhkan pertolongan dari-NYA. IA pasti akan menolongku, karena janji-NYA adalah ia dan amin. tidak ada yang mustahil, aku akan menunggu waktu itu, waktu dimana aku punya kesempatan untuk mendapatkan belas kasihan dari pada-NYA, saat itulah aku akan berdiri dan pasti berdiri untuk menertawakan semua yang ada dibelakangku, semua yang telah terlewati atau yang akan terlewati karena satu yang aku tahu, aku percaya pada-NYA.

Mungkin itulah kisah hidupku tentang jantungku yang terkadang membuat diri ini tidak merasakan sebuah kenyamanan dalam sebuah kehidupan, walaupun aku terkadang dan selalu mengabaikannya.

Berusaha untuk menutup sampai tertutup dan tak terbuka sedikitpun.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.