Dunia

Dunia seperti apakah yang aku tempati ini? Itulah pertanyaan yang terkadang aku tanyakan dalam diamnya diri ini, ketika aku melihat sesuatu yang tak harus aku dapati di dalam  setiap menit dan detik perjalananku yang mungkin sementara ku tempuh.

Mengapa aku bisa diciptakan di dunia seperti ini? Itulah pertanyaan kedua yang muncul setelah pertanyaan pertamaku berakhir aku tanyakan pada diriku sendiri.

Aku tidak tahu, tapi jujur, mungkin aku sedikit bodoh atau aku sedikit munafik dengan keadaan kehidupan ini, tapi selain dari pada itu, aku sangat sedih melihat dunia ini, bahkan aku  sendiri terkadang bertanya ketika aku sedih dengan keadaan yang aku dapati, apakah aku sedih karena dunia ini, atau aku sedih karena diriku sendiri?

Aku tidak tahu, jawaban yang mana yang tepat untuk pertanyaanku ini, karena di satu sisi, aku tidak perlu untuk bersedih kepada dunia ini, karena aku tidak punya alasan untuk melakukannya, dunia pun juga tak peduli denganku. Aku ini siapa? aku bukan siapa-siapa, jadi aku tak perlu untuk bersedih karena dunia, tapi itu telah terjadi dan itu memang terjadi. Aku terkadang menangisi dunia ini, akan semua yang terjadi di dalamnya. Memang, terkadang aku terlihat sedikit bodoh, tapi apa yang aku catat disini, itulah yang terjadi, karena walaupun aku seorang  pembohong, tapi aku sama sekali tak pernah berbohong dengan blog ku ini.

Di lain sisi, aku mungkin bersedih karena diriku sendiri yang tidak mampu untuk menggapai apa yang aku lihat, tapi aku tidak tahu, apakah seperti itu atau tidak. Ketika aku bertanya kepada diriku sendiri bahwa “Apakah karena aku tak mampu makanya aku bersedih?”, maka disaat yang sama yang dapat aku lakukan agar aku dapat menemukan jawaban dari pertanyaanku ini  ialah menutup mata ini, entah ketika aku sementara berjalan atau ketika aku sementara terdiam, Aku hanya butuh waktu beberapa detik untuk melakukannya, walaupun itu tidak lebih dari 5 detik. Setelah itu, Aku hanya bisa melihat kegelapan di dalamnya, dan ketika aku telah melihatnya, aku sadar dan aku tahu bahwa aku sama sekali tak bersedih karena aku tak mampu,  akan tetapi aku benar-benar sedih karena aku bisa ada dalam dunia ini, “Dunia yang seperti ini”.

Mungkin ini adalah hal bodoh yang aku pikirkan, tapi aku tak peduli akan hal itu, karena jika ini adalah hal bodoh yang aku tulis, maka inilah juga merupakan hal bodoh yang telah aku lakukan dalam kehidupanku sekarang dan yang lalu-lalu.

Aku terkadang bersedih karena aku masih belum memiliki jawaban akan setiap pertanyaanku, karena aku tahu bahwa satu-satunya jawaban ialah Tuhan di Atas sana yang tahu segalanya. Akan tetapi aku tidak layak di hadapan-NYA, bagaimana mungkin aku dapat memiliki jawaban dari-NYA.

Sehingga satu yang aku ketahui selain itu ialah kematian. Yah, kematian adalah jawaban dari semua pertanyaanku yang pernah aku tanyakan dan terkadang aku menginginkan hal itu terjadi,  agar aku dapat tahu semua jawaban dari semua pertanyaan yang aku tanyakan dan semua yang pernah atau telah tertulis, tapi dilain sisi, aku juga takut akan kematian yang tidak hanya akan membunuh tubuh ku, tapi juga jiwaku, karena aku berdosa.

Mungkin itulah catatan kehidupanku tentang dunia yang aku tempati saat ini, tentang apa yang aku rasakan untuk dunia ini. Ini adalah catatan kehidupan, semoga ini dapat kubaca kembali dilain waktu yang sedikit berbeda, entah itu adalah masa tuaku ketika aku tahu dan aku sadar bahwa tidak ada yang dapat aku lakukan, selain membaca kembali semua yang pernah terlewati, terpikirkan hingga tertuliskan di dalam blog ku ini.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.