Fourty Two And Fourty One

Kali ini aku ingin menuliskan tentang Fourty Two And Fourty One di dalam blog ini, karena sudah lama tidak menulis, jadi ya, sekaranglah waktunya untuk memulai menulis.

Fourty Two And Fourty One – Jakarta, 03 April 2021

Beberapa waktu yang lalu aku mencoba untuk menimbang berat badanku di tempat dimana aku kerja, ya, karena kebetulan disana ada timbangan berat badan.

Setelah aku melakukannya, ternyata kaget tidak, karena dari awal emang seperti itu, yang mana hasil dari timbangan tersebut berada diangka 42. Wow it’s amazing right?

Sepertinya berat badanku dari SMA seperti itu-itu aja, ya, pernah sih waktu SMA sempat mencoba untuk menimbang berat badan dan itu hanya kisaran 43 – 45 dan sekarang 42 and it’s great.

Ya, terus apa hubungannya dengan Fourty One (“41”)? Actually setelah aku melakukannya, aku jadi teringat dengan nomor sepatuku yang bernomor 41 dan jadi kalau dipikir-pikir, ternyata tidak jauh beda and sometimes, it’s so funny.

Ya, aku g’ tahu sampai kapan ini akan berarkhir, tapi yang jelas waktu kuliah aku sempat berkeinginan untuk membuat tubuhku sekurus-kurusnya dan aku rasa aku sudah mendapatkannya sekarang.

Aku tidak tahu apakah ini masih akan terus berlanjut atau akan segera berakhir disini, aku tidak tahu, tapi yang jelas sepertinya masih berlanjut atau tidak akan berakhir dan akan tetap seperti ini, sampai langit malam menjadi terang oleh bintang-bintang diangkasa, atau bulan kembali menyapa atau mentari kembali dari malam yang panjang dan menyinari bumi seperti biasa.

Ya, hal itu akan terjadi barulah tubuh ini kembali normal seperti apa yang sudah tertulis dalam buku kehidupanku.

Tapi jika itu tidak terjadi, it’s alright. Karena “Daging sama sekali tidak berguna, sebab roh sudah lebih berarti daripada apapun”.

Mungkin itu aja catatan untuk hari ini, tidak penting sih iya, tapi itu bukanlah hal yang terpenting, karena yang terpenting ialah mungkin di lain waktu aku dapat membacanya kembali dan sambil tersenyum aku mengatakan “Hal ini benar-benar lucu, ternyata aku pernah berada di dalam situasi ini”.

Ya, that is the point. Sekian dan salam untuk catatan kehidupan ini.