Jalan Cinta

Kali ini aku ingin untuk menulis tentang jalan cinta. aku tidak tahu mengapa hari ini aku ingin menulis cerita ini, tapi yang jelas inilah judul yang akan aku ceritakan hari ini, karena sudah sedikit lama aku meninggalkan blog ini dan tidak mengisihnya dengan cerita-ceritaku yang hanya mengotori dindingnya.

Jalan Cinta

Cinta. Berbicara tentang Cinta. Yah, hari ini aku ingin sekali untuk berbicara tentang 1 kata ini, kata yang terkadang dapat membuat orang tidak bisa untuk melakukan banyak hal, dan disamping itu juga, kata ini adalah kata yang dapat membuat orang bisa melakukan apapun yang diinginkannya.

Aku tidak tahu, apa pengaruhnya kata ini atau kekuatan apa yang dimilikinya, tapi yang jelas, ini bukan soal kata, ini adalah sesuatu yang dinamakan dengan kata “cinta” untuk mewakili apa yang merupakan bagian dari sesuatu itu sendiri.

Sesuatu itu memiliki kekuatan yang sangat besar, yang dapat membuat seseorang untuk terjatuh dan dapat pula membuat seseorang untuk bangkit.

Yah, sesuatu yang dinamakan Cinta.

Banyak orang memilih kata ini untuk dititipkan kepada seorang yang lainnya, untuk mendapatkan ketenangan, kedamaian dan sesuatu tentang itu, akan tetapi terkadang dari sekian banyak titipan yang diberikan, ada pula yang tidak sejalan dengan apa yang orang tersebut inginkan, dan itulah jalan dari cinta itu sendiri.

Cinta terkadang tidak mau untuk diatur, sehingga ia lebih memilih untuk mencari jalannya sendiri, entah kemana ia mau pergi, seseorang yang memilikinya harus mengikutinya, walaupun terkadang orang tersebut harus capek dan capek untuk berusaha menoleh ke belakang, karena menurutnya cinta telah meninggalkan sesuatu yang sangat berharga disana.

Apakah Cinta ini peduli?

Tidak, ia sama sekali tidak peduli dengan apa yang sedang berada dibelakang, karena sekarang ia yang pedulikan ialah apa yang sekarang berada bersama-sama dengannya dan apa yang ada didepan,
yang sementara ia tujui.

yah, mungkin seperti itu, dan itulah cinta.

Banyak orang mengidam-idamkan cinta yang tulus, katanya. tapi apalah daya, tujuan dari cinta yang mereka berikan terkadang tidak begitu jelas, hingga akhirnya cinta itu sendiri yang memilih untuk mencari jalannya sendiri.

“Tulus seperti apa yang dinamakan cinta dan Cinta seperti apa yang disebut sebagai sebuah ketulusan?”.

Tidak ada orang lain yang dapat mengetahui tentang ketulusan dari sebuah cinta atau cinta yang disebut sebagai sebuah ketulusan, selain orang yang memilikinya.

Karena sesungguhnya:

“Tidak ada pecinta burung yang mencintai burung yang ia pelihara. sebab jika ia mencintainya, maka ia tentu akan melepaskannya untuk terbang, bukan untuk dikurung. Karena sayap yang diciptakan untuknya digunakan untuk terbang, bukan untuk terdiam dalam sebuah tempat yang berukuran kecil”.

Yah, dan seperti itulah cinta yang sesungguhnya.

Banyak orang mengatkan bahwa cinta yang sesungguhnya itu adalah sebuah kedamaian, sebuah keindahan dan sesuatu tentang itu, akan tetapi menurutku tidak seperti itu, karena cinta yang  sesungguhnya itu adalah sesuatu yang benar-benar sakit, karena sebuah ketulusan yang berada didalamnya.

Cinta memang indah, dan keindahan itu akan ditemukan:
ketika kita berhasil untuk mengabaikan keegoisan kita sendiri,
ketika kita menginginkan yang terbaik untuk sesuatu tentang cinta itu sendiri,
dan ketika kita mengabaikan apa yang kita punya untuknya,
kerena kita tahu bahwa kita tak pantas,
kita tak sebanding,
untuk sebuah keindahan dari keindahan yang seharusnya ia miliki,
yaitu cinta,
cinta yang ia miliki untuk sebuah cinta yang lain,
cinta yang sempurna,
cinta yang membuat ia bahagia,
hingga akhirnya kita memilih untuk pergi,
pergi dengan ketulusan dari cinta itu sendiri,
sebab cinta memiliki jalannya sendiri,
dan ia sementara membawa kita ke suatu tempat,
dan tempat itulah hanya cinta yang tahu.

Sebab kita telah berhasil melepas burung yang kita cintai untuk terbang, dan biarkan ia sendiri yang mencari dimana tempat yang cocok untuk memijakkan kakinya, untuk mencari temannya dan menuntun hidupnya sampai akhir, karena itulah kebahagiaanya.

Sebab ketulusan dari cinta yang sesungguhnya ialah melepaskannya, bukan untuk mengurungnya.

Sekian dan salam untuk catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.