Jantung Dan Paru-Paru Ku

Kali ini aku menulis tentang cerita ini, cerita yag aku dapati dari beberapa hari yang aku lewati dalam mengerjakan project skripsiku. Yang berujung memuaskan bagi diriku pribadi, tapi… yah, gitu lah.

Jantung Dan Paru-Paru Ku

Jantungku berdebar dan terasa berbeda seperti biasa,
Tubuhku terasa kaku dan seperti memiliki rasa yang tak biasa pula.

Paru-paruku pun juga terasa, aku tidak tahu apakah itu paru-paru
atau bukan, yang jelas aku merasakannya tepat dibagian kanan organ tubuhku.

Aku tidak tahu harus berkata apa,
Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,
Satu yang terpikir saat ini ialah
Aku harus menyelesaikan Skripsi ku.

Beberapa minggu terakhir begadang adalah temanku,
Malam adalah hiburanku, agar aku tenang
dalam mengerjakan apa yang perlu aku kerjakan.

Hari-hariku adalah waktu dimana mata dan layar saling terhubung.

AKu tidak tahu harus berkata apa lagi,
Tapi yang jelas aku harus selesai,
Itu yang terpikirkan olehku.

Hingga waktu begadang dan terus begadang bertambah,
Aku mulai secara perlahan merasakan jantung dan paru-paruku.

Aku tidak tahu, apakah mereka cape atau apa,
Tapi yang jelas mungkin seperti itu.

Aku tidak peduli, terkadang itulah yang aku pikirkan,
Karena satu dariku ialah aku harus selesai.

Aku tidak tahu apa itu anugerah dan berkat,
Aku tidak tahu apa itu mujizat dan sesuatu tentang itu.

Jujur, catatan ini akan mengingatkanku tentang masa ini,
Masa dimana aku telah berusaha sesuai dengan semua kemampuanku,
Tapi berujung tak dihargai, itulah yang terasa.

Sakit? tidak, aku sama sekali tidak meraskan apa-apa,
Aku bersyukur, karena hari semacam ini menghampiriku.

Yah, masalah bukan pada program lagi,
Akan tetapi pada mata kuliah yang masih ada dan belum selesai.

Aku tahu, mereka adalah orang terbaik yang pernah aku temukan,
Tapi terkadang aku bertanya, seperti apakah pendidikan ini?

Kenapa kita hanya bisa dilihat dari depan, dan
tak pernah menilai dengan mempertimbangkan dari sisi lain,
entah itu belakang, samping atas maupun bawah.

Kenapa yang berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan sendiri
Sama sekali tak pernah dihargai sedikitpun.

Apakah kejujuran tak lebih daripada kesempurnaan?

Aku sama sekali dalam hidupku tak pernah mau mencari sempurna,
karena bagi aku jujur itulah yang terpenting.

Aku berusaha untuk jujur, tapi tak pernah dihargai.
Aku direndahkan dan sesekali dijatuhkan.

Aku bersyukur jika aku terjatuh,
Menyesal tidak akan ada padaku,
Karena aku tahu, aku masih punya satu,
yaitu Tuhan yang selalu ada bersama-sama denganku.

Mungkin terkadang kita juga harus belajar untuk tidak jujur,
tapi janganlah sampai itu terjadi,
karena kejujuran itu harganya tak sebanding dengan apa yang kita lakukan.

Itulah catatan kehidupanku.

Aku telah berusaha,
Bergadang hanya untuk sebuah tujuan yang berada diakhir.

Selangkah sebelum semuanya berakhir,
Aku seperti ditembak mati tepat pada saat kakiku diangkat
dan mau diinjak pada garis akhir tempat dimana aku tujui.

Aku tidak tahu,
Apakah karena aku terlalu menghargai kejujuran,
Atau karena aku terlalu bodoh untuk mengutamakan kejujuran.

Aku serasa berada disebuah pulau mimpi yang tak kunjung akhir.

Aku terkadang berpikir sesuatu yang tak seharusnya aku berpikir.

Aku serasa ingin mengatakan seperti ini kepada mereka:

“Lihatlah aku dari depan, apakah aku jelek? Ia, Aku jelek”.

“Lihatlah aku dari samping, apakah aku jelek? Ia, Aku jelek”.

“Lihatlah aku dari belakang, apakah aku jelek? Ia, Aku Jelek”.

“Lihatlah cara berpikir aku, apakah pikiranku jelek? Ia, itu jelek”.

“Sekarang lihatlah hatiku, apakah disana ada sebuah kejelakkan”?

Anda bisa tahu sendiri seperti apa hati manusia, karena semua kebaikan berasal dari hati, siapapun orangnya, jika masih memiliki hati, maka ia adalah orang yang baik, itulah sebabnya kita manusia diciptakan sebuah hati.

Aku tidak tahu, apa maksud dari kata ku, tapi terkadang aku mengerti, setelah itu aku lupa, setelah lupa aku mengerti dan begitu seterusnya sampai pada waktu dimana aku sama sekali tak mau memikirkannya.

Mungkin inilah catatanku untuk hari ini. Semoga catatan hari ini dapat ku ingat kembali disekian banyak waktu yang masih berada didepanku. Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.