Kebebasan

Kali ini saya ingin mencatat sebuah artikel tentang kebebasan. yah, ini adalah catatan yang saya pikir-pikir perlu aja untuk dicatat pada blog ini, sebagai sebuah catatan kehidupan yang pernah terpikirkan atau terbayangkan dan sejenisnyalah, Agar dinding posting dari blog ini tidak kosong.

Kebebasan – Inilah yang saya pikirkan tentang kebebasan.

Ketika kita dilahirkan ke Dunia ini, kita telah memiliki yang namanya kebebasan. yah, itulah hadiah terbesar yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada kita sebagai makhluk yang paling mulia.

Tapi apakah kita mengetahuinya?

Tidak, tidak. Kita sama sekali tidak mengetahuinya, padahal kita sudah tahu. yah, itulah kekurangan kita yang berada diantara kelebihan kita. “Bahasa sedikit kacau”.

Kebebasan yang kita miliki ini tidak ada batasnya. yah, unlimited. Kita bebas untuk melakukan semua yang kita inginkan, entah itu baik mapun buruk. yah, itu hanya pilihan, apakah kita mau melakukannya atau tidak.

Begitu juga dengan semua yang terjadi atau yang telah terjadi, sebenarnya itu adalah pilihan yang telah kita pilih sendiri untuk terjadi dalam hidup kita. mungkin seperti itu.

Pilihan yang terjadi itu tidak selamnya datang dengan kata-kata ketegasan seperti ini: “Saya mau ini dan saya juga mau itu”. Tidak, pilihan itu tidak selamnya terjadi karena itu,  karena pilihan juga itu terjadi atas “apa yang kita pikirkan, apa yang kita bayangkan, apa yang kita ucapkan walaupun tidak setegas kata yang tegas, apa yang kita rasakan atau lain sebagainya”. yah, itulah pilihan.

Ketika semua pilihan itu datang, kita masih bisa memilih, apakah mau meneruskan hal tersebut atau tidak. yah, itulah kebebasan yang kita miliki, yaitu memilih pilihan diantara pilihan.

Kalau itu negatif, maka kita dapat memilih untuk mengubah suasana yang negatif itu menjadi suasana yang positif, agar semua yang terjadi itu hanyalah hal yang positif, karena memang kita sendiri yang telah memilihnya.

Mungkin seperti itu.

Setelah cerita yang diatas sedikit ngaur, sekarang saya mau lanjut cerita yang ngaur ini ke cerita yang lebih panjang.

Ke-be-ba-san. itulah yang memang sangat dan sangat ingin untuk dicatat dalam blog ini.

Apakah sekarang kita masih memiliki kebebasan? yah, kita masih memilikinya, kalau kita mengetahuinya.

Kebebasan yang kita miliki ini, seolah-olah ditutupi oleh ruang dan waktu, oleh orang-orang disekitar kita atau oleh aturan-aturan yang ada. yah, sebenarnya itu baik, tapi tidak baik kalau yang positif juga dibatasi.

Yah, mungkin seperti itu.

Saya pernah mendengar bahkan mengucapkan kata-kata seperti ini:

1. Biarkan Sang Pencipta yang mengatur semuanya untukku atau untuk dia (manusia) atau untukmu.
2. Nanti juga pasti Sang Pencipta akan memberikan yang terbaik untuk kita.
3. Biarkan semua yang terjadi ini karena kemauan Sang Pencipta.

yah, saya pernah mendengar bahkan mengucapkan kata-kata seperti itu, sebelum saya mengetahui yang namanya kebebasan.

Jika ada yang pernah membaca atau sedang membaca artikel ini, maka saya katakan bahwa Sang Pencipta tidak akan pernah mengurus hidupmu, tidak akan pernah memberikan kamu sesuatu, apapun itu, karena setelah kita dilahirkan, kita sudah diberikan sebuah hadiah terbesar yang paling besar dan paling istimewa dan itulah yang dinamakan kebebasan.

Yah, Kebebasan.

Kita bebas untuk memilih, bukan meminta dan mengharapkan. yah, itulah kata-kata yang mulai tambah ngaur yang baru saja dicatat. jika ingin meninggalkan artikel ini, sebaiknya cepat-cepat pergi, jangan sampai membaca lebih banyak kata ngaur lagi yang ditulis kebawah.

Ketika sudah memilih sesuatu, maka kita sudah menggunakan kebebasan yang ada pada diri kita, yang artinya bahwa apa yang kita pilih itu pasti akan terjadi, tanpa kita berharap apa-apa. yah, karena itulah pilihan kita dan itu pasti dan pasti akan terjadi. (Maksudnya tanpa kita berharap apa-apa? saya juga tidak tahu, intinya itu yang ingin saya catat, dimana catatan ini datang secara langsung dan secara langsung juga saya mencatatnya sekarang ). “wah, tambah ngaur”.

Kebebasan adalah sebuah Konsekuensi, karena dibalik kebebasan selalu ada konsekuensi. yah, itulah pasangan yang tidak bisa dipisahkan antara kebebasan dan konsekuensi.

Sekarang lanjut cerita, mengapa saya katakan bahwa kita manusia ini memiliki yang namanya kebebasan, yang artinya Sang Pencipta sudah tidak campur tangan dalam hidup kita ini, melainkan mengawasi kita, apa yang kita lakukan, dan kalau salah, sudah diciptkan juga konsekuensi sebagai pendamping kebebasan, yang artinya konsekuensi itu akan datang kalau kita salah memanfaatkan kebebasan yang ada pada diri kita.

Hidup kita ini sudah ibarat sebuah siaran yang ditayangkan pada sebuah televisi, dimana Sang Pencipta hanya mengawasi apa yang kita lakukan.

Mungkin seperti itu.

Jadi, jangan berpikiran macam-macam, karena semua yang terjadi itu adalah apa yang kamu pilih sebagai sebuah kebebasan yang kamu miliki sekarang ini titik.

Contoh sederhana yang dapat saya kaitkan dengan artikel yang saya tulis ini, tentang kebebasan ialah:

Apakah Anda pernah mendengar cerita tentang Adam Dan Hawa? saya seorang beragama kristen protestan, dan saya pernah membaca cerita tersebut yang berada dalam kitab saya. yah, cerita tentang Adam dan Hawa.

Adam adalah manusia pertama dan Hawa adalah Manusia kedua yang diciptakan sebagai penjaga taman Eden, sebelum manusia jatuh ke dalam Dosa.

Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa ketika mereka memakan buah dari sebuah pohon yang berada di tengah-tengah taman tersebut. yah, pohon tersebut adalah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan hal yang jahat.

Yah, itulah cerita dalam Kitab yang pernah saya baca.

Kebebasan yang ingin saya kaitkan dengan cerita diatas itu seperti ini:

Sang Pencipta itu Maha Tahu kan? yah, Sang Pencipta itu Maha Tahu segalanya, bahkan segala sesuatu yang belum terjadipun sudah diketahui-NYA. yah, sudah diketahui-NYA.

Pertanyaannya sekarang?

Berarti Sang Pencipta sudah tahu dong kalau manusia pasti akan memakan buah dari pohon yang dilarang tersebut? yah, pasti Sang Pencipta sudah mengetahuinya. tapi kenapa Sang Pencipta tidak memindahkan pohon tersebut ke tempat lain atau disembunyikan dari pandangan manusia agar manusia tidak memakannya dan jatuh ke dalam dosa?

Yah, pertanyaannya seperti itu.

Jawabannya itu seperti ini, karena Sang Pencipta memberikan manusia kebebasan untuk memilih, apakah mau melakukannya atau tidak. yah, kebebasan yang berarti sebuah pilihan.

Dan manusia sudah memilihnya, hingga akhirnya ia jatuh kedalam dosa sebagai sebuah konsekuensi dari menggunakan kebabasan secara salah. yah, mungkin seperti itu.

Kebebasan yang berteman dengan Konsekuensi.

Yah, mungkin seperti itu cerita tentang kebebasan yang memang sudah dimiliki oleh manusia sejak dilahirkan, tapi bagaimana kebebasan itu digunakan tanpa mendapat konsekuensi itu, tergantung dari manusianya, mau diarahkan kemana kebebasan yang dimilikinya.

Sekian dan Salam buat catatan ini. catatan yang mungkin sedikit ngaur tapi semoga dan semoga aja ketika saya membaca ulang, saya bisa mengingat yang namanya kebebasan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.