Kejujuran Dan Kemampuan

Kali ini aku ingin menulis antara kejujuran dan kemampuan. Aku tidak tahu apakah ini penting atau tidak, tapi itu bukan suatu hal yang penting, karena yang paling penting disini ialah ini catatan kehidupanku dan biar dinding posting ini tidak terlalu lama terlihat kosong.

Kejujuran Dan Kemampuan – Jakarta, 20 Mei 2018

Sudah 3 Minggu dari minggu sekarang aku memasukkan lamaranku di situs web kerja untuk mencari pekerjaan demi sebuah kehidupan yang lebih baik (“Katanya”) dan dari sekian banyak yang telah aku masukkan, aku baru dipanggil 2 kali buat Tes dan itu belum Interview. Setelah tes berakhir, aku biasanya kasih waktu 2 minggu setelah Tes, apakah dalam 2 minggu itu akan dihubungi kembali atau tidak. Jika dihubungi, berarti aman, karena kalau Interview itu gampan dan kalau tidak dipanggil, berarti aman juga, karena pasti akan ada perusahaan yang paling bagus dan yang paling cocok yang telah disiapkan untukku, tinggal tunggu waktu main aja. :-). Ya, itulah yang aku pikirkan dan itulah yang terpikirkan.

Minggu pertama informasi lamaranku masih sama sampai minggu ketiga, hanya saja untuk informasi tambahan tentang kelebihan yang dimiliki ketika mau Apply atau kirim lamaran, itulah yang berbeda antara melamar  ke Perusahan pada minggu pertama, kedua dan yang ketiga baru-baru ini. Ya, berbeda.

Minggu Pertama: Informasi Tambahan

“Tidak memiliki pengalaman kerja, karena baru lulus tahun kemarin. Hanya sebagai seorang Blogger dan YouTuber dan tidak lebih dari itu. Jika ada yang melamar selain saya, maka lamaran saya bisa diabaikan”.

Ya, itulah informasi tambahan untuk melamar pada minggu pertama. Mungkin tidak sama, tapi intinya sama, yaitu saya jelaskan bahwa saya hanya seorang blogger dan youtuber serta tidak memiliki pengalaman kerja.

Setelah memasuki minggu kedua, sepertinya informasi tambahan ini perlu untuk diubah. Yah, akhirnya aku melakukannya ketika aku mencoba untuk Apply di beberapa perusahaan yang masuk ke daftar lamaran pekerjaan pada minggu kedua.

Minggu Kedua: Informasi Tambahan

“Tidak memiliki kelebihan dan masih banyak kekurangan. Hanya sebagai seorang Blogger dan YouTuber. Terima kasih telah meninjau lamaran ini”.

Ya, informasi tambahan pada minggu kedua ini sudah sedikit berbeda dari minggu pertama, sekalipun maksud dan tujuannya sama saja. Yah, itulah informasi tambahan untuk minggu kedua sampai minggu ketiga pertengahan.

Setelah itu, ketika mau memasuki akhir dari minggu ketiga, sepertinya informasi tambahan ini perlu diubah lagi dan lagi-lagi informasi tambahannya diubah di beberapa perusahaan di akhir dari minggu ketiga ini, ketika saya mencoba untuk mengiriman lamaran melalui situs web kerja atau Apply.

Minggu Ketiga: Informasi Tambahan

“90% kejujuran dan 10% Ilmu Pengetahuan. Dapat belajar dengan cepat dan dapat dipercaya. Terima kasih sudah meninjau lamaran ini”.

Yayayaya, itulah informasi tambahannya. *Ilmu pengetahuan yang dimaksudkan disini ialah kemampuan atau sklik sesuai jurusan, ya, sekalipun tidak sampai segitu sih, palingan juga 0.1%, tapi ya udah lah, cukup 2 itu aja, supaya bisa dibandingkan aja sama mereka yang mungkin mau meninjau lamaran yang saya kirim (“Mungkin”).

Aku tidak tahu apakah ini penting atau tidak, tapi disetiap lamaran yang ku kirimkan, aku berusaha terbuka aja, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi, supaya ya, pasti ada baiknya lah. Mungkin aku terlihat sedikit bodoh, karena banyak pertanyaan atau pernyataan yang bisa datang, diantaranya:

“Gimana kamu mau diterima bodoh, kalau kamu g’ punya pengalaman apa-apa.”, atau

“Gimana kamu mau diterima bodoh, kalau kamu g’ tahu apa-apa”, atau

“Sedikit bohong g’ apa-apa lah, entar juga kalau udah kerja, apa yang kita kerjakan, tidak sesuai dengan apa yang mereka minta di syarat diterima kerja”.

Yaya, dan masih banyak lagi yang lain. Mungkin itu benar adanya, ini dunia nyata dan aku terlalu terjebak pada sesuatu yang masih tidak mungkin terjadi (“Kata orang-orang”), karena sekarang tanpa kelebihan, kita tidak bisa buat apa-apa, perusahaan tidak mau rugi (“Istilahnya gitu”). Ya, tapi apalah daya, aku lebih suka terbuka aja. 🙂

Aneh-aneh, aku udah g’ tahu harus nulis apa lagi, tapi yang jelas catatan ini hanya untuk mengingatkan apa yang terjadi sekarang, saat dimana:

“Aku mengharapkan sesuatu, akan tetapi apa yang terjadi tak seperti yang aku harapkan”. dan

Saat dimana aku tetap berusaha untuk memegang tinggi sesuatu yang namanya kejujuran, karena jujur saja, aku bukan orang yang jujur, tapi aku hanya bisa berusaha untuk melakukan yang terbaik aja, berusaha untuk terbuka, berusaha untuk mengatakan siapa diriku yang sebenarnya, tanpa harus berpikir, bahwa itu akan berdampak negatif pada diriku sendiri atau tidak dan sekalipun kemapuan yang aku miliki yang dapat menjatuhkanku karena aku tak memiliki banyak kelebihan untuk menjadi pertimbangan buat perusahan dalam menerima aku, aku tak peduli, karena apapun yang terjadi, jika memang diawali dengan kejujuran, pasti akan berakhir positif dan aku masih punya satu hal, yaitu “All Is Well”. Ya, itulah yang sering aku lakukan dan aku hanya bisa mengatakan “All Is Well” serta satu yang terakhir ialah aku hanya bisa berharap pada Tuhan yang aku percayaai, karena

“Tuhan tak pernah salah untuk menulis kisah atau cerita yang aku lalui ini”.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.