Kesaksian Pendek

Kali ini aku ingin menulis sedikit tentang kesaksian yang mungkin tidak terlalu panjang, tapi sangat perlu dan penting untuk ditulis pada blog ini, agar ketika aku membacanya kembali di lain waktu yang sedikit berbeda, aku akan ingat kembali masa-masa ini.

Kesaksian Pendek, Jakarta 5 November 2016

Kemarin, tepat tanggal 4 November 2016, aku duduk didepan laptop untuk mengerjakan tugas kerja praktik, yaitu pembuatan website e-commerce. ketika sebagian code sudah diketik, tiba-tiba error, hasil dari kategori dan namanya tidak dapat ditampilkan.

Error-nya tidak diketahui, tidak penjelasan yang pasti, baris keberapa yang error, tapi yang jelas, keterangan error muncul dari halam error yang seharusnya tidak muncul, karena di dalam codinya, halaman error akan muncul ketika artikel dari kategori itu tidak ada, nah, sekarang artikel itu ada, tapi kok bisa error?

Aku mencoba untuk mencari kesalahannya dimana, memeriksa database, fungsi (function), semua yang baru dibuat ku periksa, untuk memastikan apakah ada yang aku salah ketik atau bagaimana. yah, mungkin seperti itu, tapi sayang sekali, aku masih belum bisa untuk mengetahuinya.

Aku bingung, 100% pada waktu itu aku bingung sekali, aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena kalau mau dibilang aku sudah jarang buka coding. yah, ibaratnya yah menyelam sambil minum air, itulah perumpamaannya.

Karena kebingungan, otakku mulai sedikit sakit, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, apakah mau maju atau mundur. kalau maju, ini sudah tidak bisa lagi, kalau mau dibilang, sekarang aku lagi berdiri di jalan buntu. kalau mau mundur, itu juga tidak bisa, karena harapanku hanya di jalan ini. yah, mungkin itulah ceritaku pada waktu itu.

Setelah itu, kepala sudah semakin pusing, tidak tahu apa yang harus dilakukan lagi, karena memang sudah tidak ada yang bisa dilakukan, selain berusaha mencari sesuatu yang aku sendiri tidak tahu, apakah hal tersebut ada atau tidak.

Setelah duduk sebentar, akhirnya aku ingat sedikit kata yang pernah terucap atau terpikirkan yang juga pernah ku tulis pada artikel-artikel sebelumnya dalam blog ini, yaitu “Ketika kita telah berada di bagian terbawah dari kehidupan kita ini ( terjatuh ), sebenarnya disitu adalah kesempatan kita untuk meminta apa saja yang kita mau ( butuhkan ), maka 100% itu akan terkabulkan, karena pada saat yang sama, Tuhan kita lagi ada bersama-sama dengan kita, untuk mengetahui, apakah kita akan bersyukur atau kita akan menyalahkan keadaan dan disaat yang sama pula, karena Tuhan atau Bapa kita ketika sedang ada bersama-sama dengan kita maka disitulah kesempatan kita untuk meminta dan ketika kita memintanya, maka sama seperti seorang bapak kepada anaknya, tentunya IA pasti akan menjawab atau memberikan apa yang kita (anak-NYA) minta”.

Yah, seperti itulah kata yang aku ingat, sehingga tepat setelah itu, aku berkata “Tuhan, tolonglah aku, aku butuh bantuan-Mu sekarang”. setelah kata itu terucap, aku berusaha percaya bahwa aku bisa mengatasinya, hingga akhirnya aku mengulanginya dan melakukannya dengan benar.

Karena ini menggunakan Php7 dan OOP, jadi ketika ada warning, aku tidak menghilangkannya dengan tanda “@”, akan tetapi aku menukar antara variabel yang berada didepan dengan variabel yang berada dibelakang, aku lakukan 1 per satu pada bagian deklarasi function di database-nya, hingga akhirnya setelah semua warning telah hilang, akhirnya artikel untuk setiap kategori berhasil ditampilkan.

Sungguh, saat-saat seperti itu yang memang sangat menyenangkan bagiku pada waktu itu, karena aku sudah tahu permasalahannya dimana, dan itu bukan karena aku, tapi karena DIA yang waktu itu tepat lagi berada disampingku dan mendengar permintaanku serta mengabulkannya.

Sekian catatan kesaksian pendek dariku, semoga dari artikel ini, aku bisa baca kembali dan selalu menjadi orang yang penuh dengan rasa syukur. Amin

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.