Ketika Tuhan Mengajariku

Kali ini ingin menulis sebuah catatan ketika Tuhan mengajariku. Ini merupakan catatan kehidupan yang menurutku harus dan perlu untuk ditulis sebagai sesuatu yang pernah terjadi atau yang pernah terlewati dalam kehidupan ini namun terabaikan begitu saja.

Ketika Tuhan Mengajariku – Duripoku, 4 Januari 2017

Saat yang lalu aku pernah menulis kisahku tentang sebuah cerita yang telah diceritakan mimpi kepadaku, dimana cerita ini aku berikan judul: Catatan atau Akhir Kehidupan – Cerita Mimpi ( 4 Dimensi Mimpi )

Yah, dalam mimpi tersebut aku memasuki mimpi hingga dimensi yang ke 4. Yah, kenapa aku mengatakan demikian? karena berikutlah 4 dimensi dari mimpiku:

Dimensi Mimpi Yang Pertama

Dalam cerita mimpi ini, Dimensi yang pertama tidak aku ketahui di awal cerita, karena aku langsung dibawa ke dimensi mimpi yang kedua. Sedangkan untuk dimensi mimpi yang pertama ini datang ketika aku telah kembali dari dimensi mimpi yang keempat dan aku sadar bahwa aku telah berada di rumah orang tuaku, padahal itu juga hanya merupakan sebuah mimpi. Yah, dimensi mimpiku yang pertama ini
datang di akhir cerita.

Dimensi Mimpi Yang Kedua

Dalam cerita mimpi ini, aku langsung berada di deminsi mimpi yang kedua, tepat berada di depan sebuah sekolah SD. Yah, di Sekolah tersebut aku duduk di sebuah bangku, dan satu yang aku ketahui tentang hal ini dan tetang apa yang di ajari disini ialah aku duduk sendiri ditengah-tengah keramaian.

Artinya: Aku tahu, akan datang saatnya dimana aku akan sendiri, kesepian, walaupun terasa di sekitarku terlihat seperti sebuah keramaian, akan tetapi akan datang waktunya aku benar-benar akan merasa kesepian.

Dimensi Mimpi Yang Ketiga

Dimensi yang ketiga ini datang ketika ada seseorang yang memanggilku di dimensi mimpiku yang kedua dan aku pergi kepada orang tersebut, karena satu yang aku ketahui di dimensi mimpiku yang kedua ialah orang yang memanggilku tersebut adalah seorang malaikat. Yah, itu yang aku ketahui.

Setelah itu, aku katanya mau didoakan oleh orang tersebut dan satu yang aku minta tepat pada waktu itu ialah aku mau didoakan, asalkan di tempat yang sepi.

Artinya: Aku tahu, akan datang saatnya dimana aku benar-benar akan kesepian, saat itulah orang-orang akan mengabaikanku dan tepat pada saat itu juga, secara diam-diam aku dan Tuhan yang aku percaya akan terus dan saling berhubungan, entah melalui Doa, mimpi atau melalui sesuatu yang Tuhan sendiri yang tahu.

Yah, setelah itu, didimensi mimpi yang ketiga ini, aku keluar dari dimensi mimpiku yang kedua dan berjalan bersama orang tersebut masuk ke sebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah bioskop, karena susunan kursinya sama seperti susunan kursi di bioskop.

Dalam dimensi mimpi yang ketiga ini, aku dibukakan sebuah buku yang penuh dengan cahaya seperti cahaya bintang. Yah, buku tersebut penuh dengan titik-titik cahaya yang sangat terang. Satu yang aku ketahui dan yang diberitahukan oleh orang yang katanya malaikat tersebut yang membawaku ke sana dan membukakanku buku tersebut ialah cahaya yang ada dalam buku tersebut merupakan semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Semakin besar cahaya tersebut, maka semakin besar pula kesalahanku atau kesalahanku tersebut sudah berakibat fatal.

Yah, dari cahaya tersebut, kalau tidak salah ingat, aku melihat ada 3 cahaya besar pada buku tersebut. Yah, selain dari itu, terdapat banyak sekali cahaya kecil yang bentuknya sama seperti banyaknya bintang di langit, jika dilihat di malam yang cerah tanpa awan.

Buku yang dibukakan bagiku ialah Buku Kehidupan (“Itu adalah nama yang aku berikan”), karena semua kesalahanku tercatat disana.

Setelah itu, saya di tunjukkan sebuah cahaya yang sangat besar dan ketika cahaya itu ditunjuk, disinilah saya dan orang tersebut pergi meninggalkan dimensi mimpi yang ketiga dan masuk ke dalam dimensi mimpi yang  keempat untuk menyelesaikan semua kesalahanku.

Setelah satu cahaya selesai, aku dan orang tersebut kembali lagi ke dimensi yang ketiga. Setelah sampai di dimensi mimpi yang ketiga, sebuah cahaya di tunjuk lagi dan kami pergi lagi ke dalam cahaya tersebut atau dimensi mimpi yang keempat, karena berbeda ruang dan waktu.

Yah, hal tersebut dilakukan secara berulang hingga akhirnya cahaya yang besar tersebut habis dan yang tersisa ialah cahaya yang kecil, yang artinya itu merupakan kesalahan kecilku yang telah terlupakan.

Setelah semua selesai, satu yang sempat aku katakan ketika ditanya oleh orang yang berada di dimensi ini ialah: “Tempatkan Cinta Di Atas Segalanya”.

Dimensi Mimpi Yang Keempat

Di dimensi mimpi yang keempat ini, ini merupakan dimensi dari cahaya, karena aku dan orang tersebut memasuki cahaya yang besar-besar yang merupakan kesalahan besarku untuk menyelesaikannya.

Cahaya Pertama: Cahaya ini menunjukkan kesalahan terbesarku dari ujung kaki sampai perut.

Cahaya Kedua: Cahaya ini menunjukkan kesalahan terbesarku dari perut sampai ujung rambut.

Cahaya Ketiga: Aku tidak terlalu banyak mengetahuinya, termasuk cahaya yang kecil-kecil tersebut.

Artinya: Akan ada waktunya aku akan melakukan kesalahan yang sangat besar, kesalahan yang tidak dapat untuk dikembalikan, akan tetapi Tuhan ku yang baik padaku yang selalu memberkatiku akan membantuku untuk menyelesaikan semuanya, IA akan menunjukkan betapa IA mengasihiku, mujizat-NYA akan nyata dalam kehidupanku dan aku percaya itu, karena IA tak mungkin berbohong kepadaku.

Yah, setelah cerita mimpi tersebut berakhir, aku bertanya-tanya dalam kehidupan ini selama waktu berjalan, ialah apa yang aku lakukan, kenapa aku memiliki banyak kesalahan yang sangat besar? Apa yang telah aku lakukan? Aku rasa itu tidak mungkin.

Yah, aku berpikir demikian, namun setelah waktu berjalan dan terus berjalan, satu per satu sudah mulai nyata dalam kehidupanku, termasuk kesalahnku dan penyakitku.

Aku sadar akan hal ini ketika aku telah melakukan kesalahan, ketika jantungku mulai sakit dan terkadang terasa nyeri, saat itulah aku tahu, ternyata di mimpiku Tuhan ku sudah mengajariku bahwa aku akan membuat sebuah kesalahan yang sangat besar, hingga akhirnya akibatnya akan berpengaruh ke jantungku.

Jantungku akan sakit tapi Tuhan akan menyembuhkannya dan saat dimana jantungku telah sembuh, saat itulah semua kesalahanku telah terampuni.

Yah, itulah cerita kehidupanku, saat Tuhan mengajariku akan sesuatu. IA ingin aku percaya pada-NYA karena IA mengasihiku. Sungguh, IA sangat mengasihiku, karena jika tidak, aku sama sekali tidak akan seberuntung ini, memiliki hidup dari sebuah kehidupan.

Sekian dan salam buat catatan kehidupan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.