Ketika Untuk Aku Dan Perasaanku

Sudah sedikit lama aku tidak pernah mencatat di Blog ku ini, karena aku tahu mungkin lagi sedikit domainnya akan mati dan bahkan waktunya telah lewat beberapa hari, tapi Godaddy-nya masih baik hati, masih diberi sedikit waktu tambahan sebelum benar-benar di hilangkan. yah, tapi apapun itu, biarlah dari sedikit waktu ini, aku gunakan untuk menulis sesuatu diatasnya.

Ketika Untuk Aku Dan Perasaanku

Ketika aku sudah mulai merasa bahwa aku memiliki perasaan terhadap seseorang, terkadang aku belajar untuk bertanya kepada diriku sendiri, apakah aku pantas untuknya atau tidak?

Banyak jawaban atau kata tidak yang muncul dari pikiran atau bahkan kata hatiku sendiri, yang mengatkan bahwa aku tak pantas untuknya, aku bukanlah yang terbaik untuknya, hingga akhirnya dengan berjalannya waktu, aku biarkan semuannya berlalu, berlalu begitu saja, hingga akhirnya ia bisa mendapatkan apa yang benar-benar pantas untuknya atau yang benar-benar lebih baik dari aku yang seperti ini.

Terkadang ketika sedikit jawaban ya yang muncul dari pikiran atau kata hatiku sendiri, maka aku berusaha untuk bertahan dalam sedikit waktu yang katanya sedikit menegangkan, karena  aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat pada saat ini, sebab seperti itu lah aku.

Aku menunggu dan menunggu, dan terkadang dalam waktu tunggu yang aku miliki, aku bertanya kepada diriku sendiri, berbicara kepadanya dan mengatakan sesuatu yang tak seharusnya aku katakan.

Kadang-kadang aku melihat dan menatapnya dari kejauhan, pikiranku sudah mulai mengambil keputusan kesempurnaan yang ada padanya, mungkin ia cantik, ia manis, ia baik, ia murah senyum, dan sebagainya, hingga akhirnya ketika pikirku seperti itu datang kepadaku, maka langkah akhir ialah aku harus tetap diam atau melupakannya selamanya.

Sebuah rasa memuji untuk seseorang yang katanya kita memiliki perasaan kepadanya, akan membuat kita terjebak dan terjatuh dalam sebuah lubang dari ketidak setiaan, karena terkadang perasaan yang sesungguhnya, tidak mengingat atau mengetahui kelebihan, akan tetapi kekurangan sebagai sebuah ruang yang dapat dimasuki untuk menutupinya.

Hingga akhirnya aku tahu dan mengenal tentang sebuah perasaan yang sesungguhnya, sebuah cinta yang untuh tapi tak terlalu utuh, karena setiap sisi pasti masih ada yang belum dapat ditutupi.

Aku berpikir bahwa cinta itu adalah sebuah kesempatan untuk melepaskan, bukan untuk memiliki, hingga akhirnya aku tahu, bahwa itulah cinta sesungguhnya.

Aku pernah berbicara dengan seseorang di dunia maya, aku menceritakan cinta yang sesungguhnya kepadanya, tapi jawaban atau kata akhir yang ia katakan kepadaku ialah “Aku Bodoh”.

Mungkin, mungkin ia benar, aku adalah orang yang bodoh, tapi setidaknya dalam kebodohan aku, aku tahu apa yang harus aku ketahui dan aku lupa apa yang harus aku lupakan, karena terkadang semua pikiran tidak akan dapat untuk disamakan, akan tetapi semua orang ingin hal yang sama, entah itu kebahagian atau sesuatu tentang itu.

Yah, aku sekarang hanya belajar untuk lupa, lupa akan keadaan dan semuanya, karena aku tahu, sebuah keputusan yang jika aku pikirkan sebagai manusia biasa adalah merupakan sebuah keputusan yang bodoh, tetapi di sisi yang lain, aku tahu bahwa tidak ada yang mustahil du dunia ini, jika kita benar-benar percaya dengan apa yang terkadang kita anggap bodoh, karena itulah sesungguhnya jalan atau titik yang menghubungkan kita dengan sesuatu yang besar yang baik adanya yang sedang menunggu kita didepan.

Aku Lupa.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.