Kisah Yang Lalu

Aku pernah berada disebuah ruang dan waktu yang lalu, ruang dan waktu yang katanya indah menurutku. Aku merasa bahwa itu adalah milikku, aku merasa bahwa aku sudah memilikinya, aku merasa bahwa semuanya itu mudah adanya, hingga akhirnya semuanya berlalu tanpa diputuskan apa-apa.

Intuisiku mengatakan bahwa aku tak harus memiliki apa yang telah atau dapat aku miliki. yah, intuisiku seolah-olah berbicara kepadaku setiap menit dan detik yang kulalui ketika aku sementara berada pada puncaknya waktu.

Aku berjalan dan terus berjalan mengikuti waktu yang katanya masih berputar. Aku berusaha dengan sabar untuk mendengar apa yang dikatakan oleh intuisiku kepadaku. sampai pada akhir dimana aku bertahan.

Aku belum sadar dan belum pernah sadar bahwa semesta itu mengetahui segala sesuatu yang tidak aku ketahui. semesta itu mengetahui apa yang harus aku lalukan dan apa yang tidak harus aku lakukan. Yah, itulah baiknya semesta, karena melalui intuisiku, ia membisikkan sesuatu yang benar-benar merupakan sebuah solusi terbaik yang pernah ada, walaupun diwaktu sebelumnya aku sempat meragukan dan menyalahkan apa yang telah terjadi.

Selama waktu berputar, harapan terkadang masih ada, walaupun kesempatan telah hilang. itulah kenyataan hidup yang terkadang aku rasakan.

Aku pernah merasa bahwa itu kegagalan terbesarku, sebelum aku belajar berbagai macam pelajaran yang sering atau terus diulang oleh semesta agar aku mengerti dan memahami apa kehendak
Semesta.

Yah, hingga akhirnya aku tahu apa yang diinginkan oleh semesta kepadaku, dan itulah jawaban terbesar yang sebenarnya aku inginkan, karena dari awal memang aku menginginkannya, tapi hanya sedikit cara yang berbeda dari semesta yang terkadang membuat aku salah mengerti dan mengartikan keadaan sebagai suatu keadaan yang buruk, padahal itulah yang sebenarnya aku mau sebelum semuanya berlanjut.

Hingga pada waktu yang lalu ketika aku berhenti di sedikit ruang dan waktu yang ada, aku melihat apa yang pernah aku abaikan melalui intuisiku yang katanya adalah bisikan dari semesta untuk aku mengerti dan pahami.

Yah, aku sedikit menoleh untuk melihat apa yang pernah aku abaikan. Aku melihat ternyata benar, apa yang terjadi memang tidak seperti apa yang aku inginkan. yah, aku bersyukur sudah melewati dan mengabaikkan apa yang pernah ditawarkan kepadaku, dan aku juga bersyukur karena telah mengikuti apa kata intuisiku, sebelum aku menyesal dalam menerima tawaran tersebut.

Tawaran itu datang bagaikan bungkusan rusak yang siap untuk dibuang, semuanya sudah tahu dan tidak ada gunanya lagi untuk dipertimbangkan, karena itu sudah tidak ada artinya lagi.

Yah, kata kasarnya seperti itu, dan itulah yang semesta ketahui hingga sebelumnya ia bisikkan kepadaku untuk mengabaikkan atau melewatkan apa yang memang seharusnya aku abaikkan dan lewati.

Aku bersyukur hingga sampai pada saat ini kalau memang semua itu terjadi karena ada maksud dan tujuan, karena memang benar, tiada sebab tanpa akibat, dan itulah sebab dan akibat dari kehidupan yang sedikit nyata yang berada pada sedikit ruang dan waktu yang benar-benar nyata.

Sekian dan salam buat kisah yang lalu.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.