Kupikir Tentang Pikirku

Terkadang dalam satu waktu kita berdiri,
berdiri dengan sesuatu yang kita sadari,
sebagai sesuatu yang ada dalam diri kita sendiri.

Kita memiliki semuanya,
Segalanya tidak pernah hilang dari diri kita.

Yang terbaik, itulah yang kita rasa,
hingga akhirnya semua hanya bersifat sementara.

Perlahan kita diuji,
Terus dan terus diuji.

Kita tidak memiliki kesempatan untuk melawan,
Kita tidak memiliki kesempatan untuk menolak,
karena itu adalah catatan,
yang memang harus datang pada saatnya sendiri.

Kita hanya bisa menerima semua yang datang itu,
Kita tidak bisa melawan,
akan tetapi kita bisa untuk bertahan,
Bertahan dari semua yang selalu datang.

Ada satu titik dimana semuanya akan berhenti,
Tapi sayangnya titik ini tidak sedekat
seperti apa yang dapat kita dipikirkan.

Kita tidak tahu apa yang harus kita perbuat,
hingga akhirnya secara perlahan kita jatuh,
jatuh ke dalam kedalam kekuatan kita sendiri.

Sesuatu yang kita anggap kuat,
itulah yang akan menjatuhkan kita, dan
kita tidak akan bisa menyadarinya,
sampai pada titik dimana kita telah lemah.

Keadaan memang egois,
Karena ia mengubah kita,
membuat diri kita,
untuk menyangkal diri kita sendiri.

Tidak ada banyak hal yang dapat untuk diperbuat,
karena saat ini kita sendiri tidak tahu,
apa yang harus untuk diperbuat?

Kelelahan membuat batas pada pemikiran kita,
kelemahan membuat kita menjadi ketakutan,
hingga akhirnya kita tidak berani untuk berjalan,
walaupun itu hanya 1 langkah di depan kita.

Kita ingin meminta,
tapi kepada siapa kita harus meminta?
Kita ingin memohon,
tapi kepada siapa permohonan itu diberikan?

Kita ingin menyalahkan semua yang ada,
sesuai dengan apa yang muncul dalam pikiran kita,
tapi semuanya itu hanya sia-sia,
karena hanya akan membuat diri kita semakin merana.

Tapi, jika kita bisa ingat 1 hal terbesar yang ada,
maka kita akan percaya,
bahwa semuanya itu tidak terjadi secara sia-sia,
pasti akan ada sesuatu yang nyata baiknya.

Percayalah,
karena semua beru saja dimulai,
di saat kamu merasa bahwa semuanya
telah berakkhir.

Sekian dan salam buat catatan ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.